Jatuh Lagi..


Shot gun, aimed at my heart, you got one
Tear me apart and then some
How do we call this love?
 I try to run away but your eyes
Tell me to stay, oh why,
Why do we call this love?
It seems like we've been losing control
Somebody tell me I'm not alone
Maybe some part of you just hates me
You pick me up and play me
How do we call this love?
 One time tell me you need me tonight
To make it easy, you lie
And say it's all for love
-Rixton- 
Tuhan mengajarkan arti sabar melalui sosok laki-laki itu. Berperawakan tegap dengan tinggi yang menjulang, Pria yang selalu tampil depan tiap kali aku sedih, butuh bantuan dan terluka. Pria yang seandainya badai menerjang di depan mata, dia tidak akan goyah melindungiku. Aku percaya padanya melebihi mahkluk apapun yang ada di muka bumi ini .

Semalam aku sadar tidak ada pria yang sempurna. Aku merasa dungu, tidak menyadari kebaikan-kebaikan palsu yang ia sodorkan berulang-ulang. Pria baik yang menyanyangiku dengan tulus barangkali hanya mitos yang didengungkan oleh mereka yang percaya bahwa aku bisa mendapatkan sosok seperti itu dengan mudah.

 Wanita bodoh yang mudah termakan rayuan dan perlakuan romantis. Mungkin itu julukan yang paling tepat sekarang. Berkali-kali percaya lalu terlempar kembali pada kebohongan yang ia ciptakan. Ya.. dia memang sangat menggoda, tidak ada pria yang pernah memperlakukan diriku dengan begitu istimewa selain dia.  Aku berpikir akan berhenti di dia. Semua dia. dia dan dia.

Entahlah bagaimana nanti hari-hari kedepan. Bakal ada yang terasa kurang, bakal ngerasa kemana-mana jadi terasa sendirian Pria brengsek yang hanya bisa memporak porandakan kehidupan perempuan-perempuan malang yang tergoda oleh rayuannya. 

Kalau ada yang nanya kapan patah hati terhebat dalam hidup aku? maka aku jawab sekarang. saat pria itu datang lagi memberikan aku sepasang sayap, membawaku terbang, saat berada diatas puncak ketinggian ia menjatuhkanku sangat pelan namun itu cukup untuk membuatku berserpihan..

Lebai ya?

Ya.. karena kamu ngga tau gimana sedihnya jadi aku~~~~ 
Untungnya ada sahabat-sahabat baik yang selalu support semua keluhku.. Semoga Tuhan berikan balasan yang paling keren buat mereka ya.. aamiin








Bintang Itu Kamu Cinta


 -I know, there is just something about him i can't let go-


Seseorang bertanya tentang kamu hari itu, di sebuah warung kopi cerita tentangmu mengalir begitu saja. kamu yang baik dan tak pernah sekalipun marah.

Laki-laki yang dirindukan mama sebagai mantu. Lucu ya.. bagaimana kamu bisa begitu dirindukan? padahal mama tak pernah sekalipun bertemu denganmu.Oiya.. kamu pernah dengar kalau perempuan jatuh cinta hanya dari pendengaran? Mungkin mama jatuh cinta mulai dari situ, saat aku cerita tentang kamu dan segala kebaikan yang kamu miliki.

Aku yang bodoh kembali ingat bagaimana kamu terluka dulu, kamu hapus airmatamu sendiri, kamu balut luka bersama teman-temanmu dan setelah sembuh dari semua itu kamu datang membusung dada lalu bilang dengan nada bercanda bahwa seharusnya aku menyesal karena pernah melepaskanmu. Aku tertawa seolah tak terjadi apa-apa, padahal jauh didalam hati aku mengamini, memang belum ada yang sebaik kamu~..

Gadis bergaun putih gading itu membuatku sadar, betapa pada akhirnya kita tak berjodoh. Aku cukup bahagia melihatmu kini, bagaimana akhirnya kamu menemukan cahaya yang membuatmu semakin benderang. Perempuan beruntung yang berhasil membuat dirinya sendiri bertahan disampingmu. aku sadar tidak baik berlama-lama berteman denganmu, tidak untuk aku, tidak juga untukmu, tapi dari jarak pandang yang cukup jauh ini aku berdoa untukmu, semoga kebahagiaan datang kepada keluarga kecil yang akan kamu bangun nanti.

Aku dulu bahkan sampai sekarang sering membayangkan bagaimana romantisnya dua pasangan saling menyanyangi mendaki gunung berdua. Imajinasi yang melemparkanku pada sosokmu. Tapi taukah? Bahwa aku sungguh bahagia mengetahui bahwa gadis itu alergi dingin. ALERGI DINGIN. Itu artinya aku tidak bisa iri padanya, Karena kalian berdua tidak bisa bergandengan tangan, membelah savana-savana yang indah di ujung pegunungan sana. Oke.. Oke maaf untuk pikiran nakal itu. 

Bintang itu kamu cinta. Rasanya seperti curhat sama kamu tiap menulis disini. Sensasi rasanya seperti mengirim email tahun-tahun lalu yang lepas ketika kita masih sama-sama berseragam putih abu-abu.

Bintang itu kamu cinta. masih kamu, cinta. kamu mengisi lajur yang tidak pernah bisa dikosongkan, yang selalu diingat oleh kenangan..



Catatan awal tahun


Seharusnya catatan ini di tulis saat malam tahun baru, saat kembang api lagi jeder-jedernya, saat terompet lagi kenceng-kencengnya ditiup, saat stasiun tv swasta berlomba-lomba nayangin film-film box office. tapi apalah daya di malam pergantian tahun itu, gue justru lagi meringkuk diatas kasur, sendirian, hanya berteman sepi #halah kaya lagu..

Berhubung gue males dan males banget, akhirnya gue baru nulis sekarang. Tulisannya juga ga penting sih..

Pertama gue cuma mau bilang buat orang-orang yang pernah hadir terus ngilang ngga jelas makasih udah bikin gue sadar kalo kalian emang ga penting

Kedua gue mau bilang terimakasih buat yang masih tetap tinggal, ngga cuma di hati gue, tapi juga di kehidupan gue secara nyata. Kalian adalah anugrah terbaik yang dititipkan Tuhan buat bikin hari gue lebih jeder dari kembang api malam tahun baruan

Ketiga. Selesai.

Sawarna : jatuh cinta sejatuh-jatuhnya

And if you have a minute why don’t we go
Talk about it somewhere only we know
This could be the end of everything
So why don’t we go somewhere only we know?
-Keane-



Temen gue yang lagi galau tiba-tiba suatu siang nelpon dan ngajakin gue ke Sawarna. Wisata yang lagi naik daun melebih actor bollywood shaheer sheikh. Katanya gue mesti ikut jalan buat ngehibur dia, gue curiga barangkali alasan sebenarnya dia ngajak gue adalah biar kuotanya pas jadi biaya private tripnya lebih murah. Hahaha.. becande.

Jadilah September tahun ini adalah bulan yang bersejarah buat gue, karena untuk pertama kalinya dalam hidup, gue ngambil cuti. Sesuatu yang menurut gue prestasi luar biasa. Soalnya kalo ambil cuti gue mesti nyari pengganti. Dan gue orang yang paling ngga enak buat ngerepotin orang , sebab gue juga ngerasa kalo direpotin itu nda enyak. Teteup yee segala sesuatu ada hitunganya.. wkwkwkw

1 September 2015

Mepo gua minta di rest area cibubur, Gue males ke Cilincing. Yakali gue udah cuti tapi masih balik kesono-sono juga.  Sementara gue pisah ranjang dulu sama Optimus Prime alias kontener. Biar ketika gue balik kerja berasa kangennya. (baper deh!). Janjian jam 20.00 WIB rombongan dateng jam  22.00 WIB. Empat bidadari cilincing dan dua orang musketeer turun dari Xenia item. Meski mereka telat 2 jam pas mereka nyampe ngga ada rasa kesel sih, kita ketemu malah ketawa-ketawa.

Sebelum berangkat kita briefing dulu. Sumpah gue ngga nyangka ada acara briefieng segala. Karena dua kali gue ikut open trip tuh ngga ada briefing. Vertizon keren deh (nih admin vertizon pas dirimu baca iklan ini , kalau gue ikut trip lagi dikasih diskon ya :P). Intinya menurut Guide Vertizon, Sawarna masih ada hubungannya dengan pantai selatan, jadi ya kalau mau apa-apa dijaga tutur kata dan tingkah lakunya. Kalau bisa jangan pakai baju ijo. Gue pias. Baju gue ijo semua. Ya..  IJO TOSCA lebih tepatnya.. (Ngelus dada lega). Saat briefing ini gue punya nama baru, Ya sebut saja Aisyah (fyi, nama Tour Leader-nya Fachri)

Setelah briefing kita langsung jalan. Gue kebagian duduk dibelakang. Ngga bisa tidur men. Goyang abis mobilnya. Abangnya ngebut ditambah jalannya kelok-kelok. Alhasil gue melek sampai sampai Pelabuhan Ratu. Istirahat disana sebentar sebelum jalan yang ‘lebih berkelok’. Malam paling buta duduk-duduk ditepi pantai. Nikmatin lampu-lampu yang kerlip dari kejauhan.. sambil dengerin irama ombak yang debur-debur (aneh ya frasanya :P) . Gue merinding ngebayangin ada Nyi R*r* kidul ngeliatin gue dari kejauhan. lo mesti ngerasain sensasi mistis dan magis kayak gitu. Mungkin karena jalannya yang bikin pusing, disini pula Mila Feizi mabok. Muntah-muntah kena hiperemesis mendadak. Tips hal yang paling penting saat tau lo itu tukang mabok darat, kemanapun bawalah plastik sebanyak-banyaknya. Yoi sedia plastik kresek sebelum mabok..

2 September 2015

pelabuhan ratu
Setelah dari pelabuhan ratu, jalan ngga ada lagi yang rata. Abangnya tancap gas, salut ! tengah malam buta ngebelah jalan sepi. Ngeri juga sih kalau jalan pelan takut ada ‘bajing loncat ‘ bawa golok. Sekitar pukul 03.00 WIB kita sampai di Sawarna. Masih ada waktu 1 jam buat tidur. Pukul 04.00 Tweng! Kita dibangunin buat berburu sunrise di Pantai Legon Pari (padahal gue mah kaga bisa tidur). Ternyata dari parkiran awal menuju ke Pantai itu kita masih jauh. Beruntung kita dianter sama penduduk sekitar jadi kita ngga perlu jalan kaki. Yeay !

Sebelum ke Pantai Legon Pari kita mampir ke mushola buat sholat shubuh. Temen-temen gue sibuk dandan. Bagaimanapun kita harus tetep cantik meski belum mandi, kita ngga boleh pucat didepan kamera begitulah kira-kira motto hidup mereka.

Jalan menuju Pantai Legon pari ituu.. capek banget. Lo mesti ngelewatin jembatan kayu terus naik-naik ke bukit terjal, berdebu. Napas serasa mau lepas. Maklum.. usia udah nambah dan badan udah manja banget ngga pernah olahraga. Pelan-pelan.. dari kejauhan kedengeran suara ombak. Rasanya tuh.. kayak ngga sengaja nemuin pelangi melengkung pas abis hujan. Meski sunrisenya kurang mmmmmbulett, tapi ngga terasa ngucap Alhamdullilah terus-terusan… ketemu pantai yang subhanallah banget..
Legon Pari
Karang Taraje

Duyung terbang!
Legon Pari
Saking masih aslinya lo bisa ngeliat keong idup dan gerak-gerak banyak banget. Kita jalan dari Pantai Legon ke Karang Taraje. Spot bagus buat foto. Keren berasa kayak di Bali.. (padahal gue belum pernah ke Bali L)
  
Di pinggir pantai beberapa penjual mendirikan warung . mereka rata-rata ngejual makanan ringan, mie dan minuman. Lo ngga bakal nemu penjual oleh-oleh disini. Jalan dari shubuh sampe jam 09.00 WIB bikin kita laper. Kita mutusin makan mie. Harganya standar-lah. Seporsi 10 ribu. Salah satu momen surga banget adalah pas nemuin kelapa muda yang rasanya manis asli.
Setelah puas makan kita menuju homestay. Tepatnya deket sama Pantai Sawarna. Bersih-bersih badan terus rebahan. Jam 15.00 WIB JALAN KAKI LAGI dari homestay ke Pantai Sawarna. Lumayan Bo..dan eng ing eng… ini dia.. pantai Sawarna.. 


Gue sengaja pakai baju ‘cantik’ biar dapet foto yang cantik juga. Yaa… meskipun realitanya, gue lebih mirip anak SMP berbedak tebal dan berbibir menor yang butuh bimbingan konseling.  

Dari bibir pantai sawarna kita jalan jaauuuuuuh ke pantai tanjung layar. Karena musim kemarau, rumput karang nya jadi coklat gitu..

Tanjung Layar
Aneka Jenis Pesut
Masih asli banget.
Malam hari. beberapa anak muda mendirikan tenda. Gue melirik iri.
Lucun dan aneh baru pas margib kita basah-basahin diri, mandi di pantai. Ketawa-ketawa padahal hari udah gelap. Tiba-tiba temen gue teriak ada ular. Warnanya item belang-belang, ular laut. Katanya itu beracun. Barangkali dia ngasih tau kita biar cepet pulang ke homestay. Entahlah..


3 September 2015

Depan goa lalay
Hari terakhir .. setelah sarapan kita checkout dari homestay lalu menuju destinasi terahir, goa lalay. Menuju tempat ini kita lagi-lagi ngelewatin jembatan kayu yang goyang-goyang. Harga tiket masuk nya Rp. 5000,-. Ngga tau ya pas pertama kali nginjekin kaki di goa gue ngarasa aromanya tuh laiiin banget. Gelap ngga ada lampu. Kita bertujuh jalan bawa senter. Gue jalan nomor dua. Goanya berair sebatas bawah dengkul. Sepanjang jalan gue banyakin baca ayat kursi. Oke lo bener, nyali gue diuji. Sebenernya gue lebih takut ada ular, lebih takut sama sesuatu yang ‘terlihat’ terus gigit gue. Baru jalan ngga nyampe 50 meter kita mutusin keluar goa lagi, alasanya klasik TL gue yang paling belakang katanya ‘ngeliat’ sesuatu. Pas puter badan kita jalan jadi kayak dikejar-kejar. Langkahnya udah ngga santai lagi. Hahaaha.. takuuut jadi yang paling belakang.


pengarahan setelah keluar goa


Pas keluar goa diketawain sama kuncennya. Bapaknya bilang dari tempat dia duduk sekarang dia bisa ngeliat sejauh mana kita tadi nyusuri goa. (dia duduk ditempat pembelian karcis dan itu jauh dari pintu goa). Katanya ya memang ada sesuatu tapi dia udah ngedoain pengunjung yang datang. Sehingga dah ngejamin kalau aman. Dia nawarin diri buat nemenin masuk lagi. Kali ini mental gue lebih berani.. bapak bilang dari kecil dia suka maen disitu. Goa lalay sendiri berarti goa yang banyak kelelawar. Ada beberapa pintu masuk menuju goa dari yang paling gampang (jalan biasa seperti goa lalay) sampai yang paling susah yaitu masuk dengan cara merayap. Setiap pintu goa memiliki nama tersendiri. Panjang goa mecapai 2 kilometer. Kita nih walaupun udah dianter tetep aja berani cuma sampai 100 meter wkwkwkwkwkwk…

masuk lagi ke Goa bareng kuncenya
Puncak Habibie

Perjalanan pulang mampir ke puncak Habibie, asli gue ga tau asal nama tersebut, yang jelas dari puncak itu kita bisa ngeliat pantai cantik dibawah. Seperti berangkat, sepanjang jalan balik kita nyanyi-nyanyi udah kaya di mobil sendiri..


Ngetrip itu restart ulang otak
Dapetin jodoh itu bonusnya :P

-Nn, S, 23 th, (saat) Jomblo-

Dulu gue mikir gitu (dan elo yang suka jalan dan jomblo pasti pernah mikir gitu juga. Ngaku deh!) tapi setelah private trip kemarin gue sadar bahwa jalan sama temen deket adalah hal paling ‘ngakak’ sedunia. Lu bisa gila semau lu, bisa ketawa ampe bocor sesuka hati. Lu bahkan ngga perlu malu buat buang angin sembarangan… ups.
Bidadari Cilincing

Terakhir.. kalau ke Sawarna datanglah pas bukan hari libur atau weekend. Karena saat itu lo bakal ngerasa kalau itu pantai milik lo sendiri 




Cantik saja tidak cukup

“Menurutmu wajah perempuan itu biasa aja kan? Kenapa suamiku ngga bisa lepasin dia?”
Dialog itu berputar dalam pikiranku. Bercabang menjadi kalimat-kalimat yang memenuhi sel saraf. Sepanjang waktu sejak 3 hari lalu.

Aku masih ‘kecil’ namun beberapa rekan kerja yang telah menikah tak segan menceritakan peliknya rumah tangga yang dihantui oleh ‘orang ketiga’. Merah padam. Kadang diwarnai tangis. Mereka yang tadinya bukan siapa-siapa mendadak menjadi orang paling dekat, curhat sepanjang malam melepas kesedihan.

lihatlah.. masalah percintaan kini bukan lagi tentang teman makan gebetan. Kakak kelas pujaan jadian sama kembang sekolah. Bukan pula tentang secret admirer yang ngumpet dari balik jendela ngeliatin idolanya lewat. Lebih jauh dari itu, masalah percintaan berputar-putar diantara topik perselingkuhan dan perceraian.

“Kenapa suamiku ngga bisa lepasin dia San? Apa aku kurang cantik?” 
lagi-lagi perempuan itu bertanya. Yah..Barangkali cantik saja tidaklah cukup. Barangkali lebih banyak kebahagiaan dari perempuan itu yang bisa ditawarkan kepada suaminya.Barangkali suaminya bukan tipe pria yang mudah bersyukur. Pria yang tidak tahan godaan. Ya.. sejuta barangkali. Yang jelas.. seseorang butuh kenyamanan untuk tetap tinggal.

Titik kejenuhan dan lelah pasti ada dalam suatu hubungan. Ketika saat itu tiba pasti ada hal yang harus dijadikan instrospeksi. Menilai diri sebelum menghakimi yang lain.  Jika masih menuntut maka belum menerima, jika masih merasa paling banyak berkorban berarti belum ikhlas. Jika masih merasa sakit berarti belum sabar.

Bagaimanapun urusan hati tidak ada yang bisa meramalkan. Hari ini cinta setengah mati, besoknya menyapa-pun tidak. Menggantungkan kebahagian kepada orang lain hanya akan membuat kecewa. Sebaik-baiknya tempat bersandar adalah Allah SWT. Dia pula yang membolak-balikan hati setiap manusia. Sibuk cerita dan minta pendapat kesana-kemari mungkin akan melegakan, tapi tidak ada yang bisa membantu bangkit selain niat dari dalam diri. Meskipun sebuah perpisahan dilakukan dengan cara amat sangat manis, pasti ada hal yang meletup nyeri di hati. Yang perlu diingat seperti halnya kebahagiaan, luka-pun tidak ada yang abadi. Jika berpisah membuat bernapas lebih lapang. Maka cobalah lepaskan..


*maaf aku lagi kacau jika ngga ada manfaat, tidak perlu repot ikutin sarat anak kecil yang culun, ingusan dan masih labil ini. selamat malam...


Menulis lagi menulis terus


Kutuliskan kesedihan semua tak bisa
kau ungkapkan dan kita kan bicara dengar hatiku
Buang semua puisi antara kita berdua 
kau bunuh dia sesuatu  yang kusebut itu cinta
-Nidji-

Menulis bagi gue adalah semacam terapi. Saat gue sedih gue nulis, saat gue merasa kecewa gue nulis juga, saat gue nemuin sesuatu yang touched di hati gue masih nulis, saat gue dijalan terus ujan, ya gue berteduh-lah. #halah.

Belakangan.. gue amat sangat pasrah sama hidup. Gue udah nemuin zona nyaman yang bikin gue terlena. Sebenarnya gue tau ini adalah dangerous alarm. Ngga ada target dalam hidup, ngga ada mimpi-mimpi yang berderet-deret, ngga ada ide-ide buat ditulis dan gue merasa otak udah terjadi penurunan fungsi memori yang drastis, buktinya tiap gue dapet info baru gue gampang banget lupa.
Semakin gue asik asik aja dengan hidup, semakin mati otak gue.  Dan lo tau dong ? kalo otak udah mati it means mati juga jiwa raga gue. Oh NOOOO !!!

Orang boleh pandai setinggi langit,
tapi selama ia tidak menulis,
ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
-Pramoedya Ananta Toer-

Dulu gue pernah bercita-cita jadi penulis. Gue tertarik sama dunia cerpen, novel dan puisi. Pertama kali nulis sampe selesai itu kelas 4 SD. Dibaca sama teman sekelas gue, doi antusias bingits. Responnya bikin gue semangat nulis. Sampe-sampe gue ikutan kursus komputer cuma biar bisa ngetik tulisan gue.

Topik yang paing sering gue tulis adalah seputar percintaan remaja. Kelas satu SMP dapet tugas guru bahasa Indonesia bikin cerpen. Gue bikin tokoh perempuannya memiliki cinta yang tak terbalas dan berakhir dengan ending ketabrak mobil. Yaps.. gue ngaku dari dulu gue emang mellow, galau dan ngga penting. Mungkin karena ceritanya terlalu dewasa dibanding umur si pengarang, cerpen tersebut ngga menang cama cekalii.. huahahahahaha. Gue sadar. Gue terlalu tua dari umur gue.

Lanjut ke kelas dua SMP, gue dapet tugas buat bikin puisi tentang tsunami Aceh. Salah satu puisi terpilih bakal dikirim ke majalah sama guru gue. Lagi-lagi gue ngga lolos. Kata pak guru beliau tau mana puisi beneran dibikin sama anak SMP, mana yang dapet nyadur. Gue bertanya-tanya mungkinkah puisi gue termasuk didalam bagian yang terlihat seperti menyadur ? Mungkinkah bahasa gue lebih tua dari bahasa anak SMP ? Waktu itu gue pengen nanya kenapa puisi gue ngga masuk cuma gue ngga berani. Gue takut jawabannya malah bikin gue males ke Sekolah. Jadi gue cuma ngelampiasin kekecewaan gue dengan naik pohon jambu belakang rumah teriak kenceng sambil jambak-jambak rambut Kenapaaaa Tuhaaaaaaaaaaaaaaaan ? kenapaaaa hidup ini tak adil ??

Pengalaman menulis yang bikin gue bangga campur geli sampai sekarang adalah pas gue didapuk bikin puisi buat acara perpisahan kakak kelas SMA. Temanya tentang persahabatan dan guru. Rencananya puisi bakal dimusikalisasi biar dramatisir-dramatisir gimanaa gitu.  Pertama kali gue sodorin puisi gue katanya kurang panjang, akhirnya gue tambahin lagi baitnya. Yess bos im so amateur. Gue sempet pusing, gue ngga pernah bikin puisi sepanjang itu dengan tema yang hampir ngga pernah gue pake. (pokoknya tema gue cinta-cintaan mulu deh).

Saat acara berlangsung dan temen gue ngebawain puisinya, kakak-kakak kelas tuh bukannya pada nangis malah pada ketawa gara-gara lihat ekspresi temen gue yang sangaaaaat total (ekpresi, suara dan gaya tubuhnya menurut gue yaaa..bagus-bagus aja.). Mereka ngga ada sedih sama sekali, mereka malah sahut-sahutan ngeledekin temen gue. Huft...

Abis acara kelar temen gue bilang terimakasih dan bilang kalau dia sampe nangis baca didepan. Gue ngangguk-ngangguk aja karena gue ngga liat airmata dia secara panggungnya tuh jauh banget dari temapt gue duduk. Jujur gue aja ngga sedih sama sekali ngeliatnya tadi. Entahlah.. barangkali hati gue emang terbuat dari batu akik jenis bacan.

Gue juga pernah ikut pelatihan menulis dari grup yang gue ikuti di fb. Waktu itu tiap peserta suruh bawa karyanya masing-masing. Nanti diforum terbuka tulisan gue bakal dibaca dan dikomentarin. Do you know apa kata mereka? Tulisan gue engga bangeeeet. Ancur daaah!!

Beberapa orang bilang suka sama tulisan gue dan berharap gue bisa melebarkan sayap. Burung kali! But gue juga ngga bisa mengindahkan fakta bahwa setiap gue ngirim karya ke media gue ngga pernah nembus dan ketika karya gue dibaca sama seseorang yang profesional, Kata mereka karya gue tuh masih perlu banyak perbaikan.

Engkau campur baur dan seringkali kabur
 namun aku mencatatmu untuk rindu
lalu kucoba melupakanmu
-Taufiq Ismail-      
                                         
Gue sementara berhenti ngirim tulisan ke media. Tulisan gue tebar di blog ini doang. Suatu hari nanti pas gue punya anak, gue bakal kasih email sama passwordnya, biar doi yang ngelanjutin perjuangan menulis emaknya. Sebab galau-pun harus dengan cara yang anggun. (hoeekkkkkk cuh cuh cuh)

Menulis itu seperti berlibur.
Lakukan dengan sesuka hati
-Asma Nadia-






Mahabharata dan tragedi cinta Dropadi

Pembukaan

Kau akan mengawini lima pahlawan terbesar dalam masamu. Kau akan menjadi ratu dari segala ratu, dicemburui semua dewi. Kau akan menjadi pelayan. Kau akan menjadi penguasa istana paling hebat lalu kehilangan itu,
Kau akan diingat karena akan menyebabkan perang terbesar pada masamuKau akan menyebabkan kematian raja-raja jahat dan anak-anakmu serta kakakmu. Sejuta perempuan akan menjadi janda gara-gara kau. Ya. Memang kau akan meninggalkan jejak pada sejarah.Kau akan dicintai, meskipun kau tidak selalu tahu siapa yang mencintaimu. Meskipun kau mempunyai lima suami, kau akan mati sendirian, ditinggalkan pada akhirnya sekaligus tidak ditinggalkan(Istana Khayalan, 69)
Tadinya cerita wayang sejauh gue tahu cuma nama-namanya aja kayak Yusditira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa, Korawa, Abimanyu, Gatot Kaca dan lain-lain (jumlahnya cuma seemprit). Di otak gue, mereka tuh ngacak-ngacak gitu. Gue ngga tau posisinya sebagai apa didalam cerita Mahabharata. Padahal sejak jaman SD ada pelajaran bahasa Jawa, pelajaran yang didalamnya kadang nyeritain tentang  wayang. Saat itu gue menganggap bahwa cerita tentang mereka ‘ngga penting’ sampai suatu sore di perpustakaan umum  gue nemuin buku The Palace of illusions karya Chitra Benerjee Divakaruni buku pertama yang gue ambil dari rak dan membuat gue jatuh cinta.

The Palace of illusions adalah kisah Mahabharata yang diceritakan kembali oleh Chitra dari sudut pandang Dropadi. Berawal dari kelahiran Dropadi dari dalam api lalu bergulir ke perkawinan dengan lima pandawa sekaligus, pengasingan di hutan dan kehilangan kerajaan karena sifat semborono Yudistira yang berujung pada perang antar saudara, Perang Bharatayudha

santi,s file

Si Pengubah Sejarah dan tiga nasihat yang dilupakan Dropadi
Tiga saat berbahaya yang akan datang kepadamu. Pertama tepat sebelum pernikahanmu: pada saat itu tahanlah pertanyaanmu. Yang kedua pada waktu suami-suamimu berada di puncak kekuasaan mereka pada saat itu tahanlah tawamu. Yang jetiga akan datang waktu kau dipermalukan dengan hebat seperti yang belum pernah kau bayangkan pada saat itu tahanlah kutukanmu.(Nasihat Byasa untuk Dropadi hal. 69)

Berawal dari permintaan Raja Drupada kepada Dewa. Ia memohon  seorang anak lelaki untuk membalaskan dendamnya pada Resi Drona, mantan sahabatnya. Namun Dewa tidak hanya memberikan seorang anak laki-laki saja, bersama kelahiran Drestadyumna, Dropadi pun lahir dari dalam api. Saat itu Dewa mengatakan bahwa Dropadi akan mengubah sejarah. Dropadi yang merasa dirinya memiliki kelebihan dibanding wanita manapun tumbuh menjadi gadis pemberontak, kritis dan cerdas. Kelahirannya yang tidak begitu diharapkan kerap kali membuat Dropadi menerima perlakukan berbeda, bahkan dalam memilih pendamping hidup, ayahnya mengadakan sayembara (biasanya putri kerajaan di jodohkan) barangsiapa yang bisa menembus logam ikan dengan menggunakan Kindhara (Busur paling berat yang pernah ada) hanya dengan melihat dari bayangannya dari kolam air yang berputar, ia berhak meminang Dropadi.

Belum ada yang berhasil menembus logam ikan tepat ditengah. Saat giliran Karna maju, Drestadyumna, kakak Dropadi, meminta agar Karna duduk kembali. Ia menganggap Karna tidak pantas mengikuti sayembara sebab Karna berasal dari kasta rendah (ia ditemukan oleh kusir istana di Sungai Gangga saat masih bayi). Karna menolak dan hampir saja terjadi perkelahian. Melihat situasi menegangkan, Dropadi yang ingin mencegah perkelahian Karna dan Drestadyumna maju kedepan dan bertanya siapa nama ayah Karna karena bagi Dropadi mereka yang mengikuti sayembara tersebut haruslah jelas asal usulnya. Karna yang tidak bisa menjawab tertunduk malu dan mundur. Nasihat pertamapun dilanggar ; Dropadi tidak dapat menahan pertanyaanya.

Hasil akhir Arjuna yang memenangkan sayembara tersebut, ia membawa Dropadi kerumah (Pandawa dan ibundanya menyelamatkan diri dari kelicikan Korawa dengan bersembunyi di pinggir kota dan hidup sederhana). Pandawa mengatakan bahwa ia membawa sesuatu, dari dalam rumah yang lapuk tanpa melihat dulu, Ratu Kunti (Ibunda pandawa lima) mengatakan bahwa apapun yang mereka bawa harus dibagi sama rata. Meski dalam hati Pandawa dan Dropadi tidak setuju, mereka tetap melakukan apa yang dikatakan oleh Ratu Kunti. Dropadi menikah dengan lima pandawa sekaligus.
Pernikahan Dropadi dan Pandawa tersebar luas hingga ke Hastinapura (Negara yang diperintah Korawa) setelah tahu bahwa Pandawa masih hidup, Bhisma mendesak agar Dretarasta (ayah korawa) membagi negara mereka menjadi dua.

Pandawa mendapat bagian negara yang gersang dan kosong. Bersama istrinya mereka membangun istana yang sangat megah dan membuat Korawa iri. Saat Duryudana (Korawa paling tua) berkunjung ke istana mereka, ia tercebur ke kolam, melihat itu Dropadi tertawa, tawanya memicu sahabatnya mengejek Duryudana. Nasihat kedua dilanggar Dropadi.

Suatu hari Duryudana gantian mengundang Pandawa main ke Hastinapura untuk melihat istananya yang baru. Disitulah tragedi terjadi ketika Yudistira berjudi dan mengorbankan seluruh yang ia miliki termasuk Dropadi. Saat Dropadi dipermalukan karena bajunya dibuka paksa dihadapan orang banyak ia mengutuk Korawa.

Kalian semua akan mati dalam pertempuran yang akan timbul gara-gara kejadian hari ini. Ibu-ibu dan istri-istri kalian akan menangis jauh lebih mengenaskan daripada aku. Seluruh kerjaan ini akan menjadi mayat. Tidak ada satupun ahli waris korawa akan tersisa untuk memanjatkan doa-doa bagi kaumnya yang mati. Yang akan tinggal hanya ingatan memalukan tentang hari ini tentang apa yang coba kalian lakukan terhadap perempuan tidak berdaya, aku tidak akan menyisir rambutku sampai saat aku membasuhya dalam darah kurawa
(Istana Khayalan, 272)

Nasihat yang ketiga pun dilanggar Dropadi tidak dapat menahan kutukannya.
Setelah kejadian itu, Pandawa dan Dropadi yang sudah tidak memiliki apa-apa diasingkan ke hutan selama 12 tahun ketika masa itu habis mereka mengumpulkan kekuatan dan berperang melawan Korawa. Peperangan dahsyat yang menimbulkan semua pasukan Korawa mati dengan kemenangan di pihak pandawa.
Kunta-wijaya.blogspot.com

Cinta terpendam Dropadi

Kalau dalam pewayangan jawa, dikisahkan Dropadi hanya menikah dengan Yudistira (mungkin karena pengaruh dari masuknya islam ke pulau jawa) sedangkan menurut versi Byasa (India) Dropadi menikah dengan lima pandawa sekaligus. Selama ini kita menganggap meski Dropadi menikah dengan Kelima Pandawa namun cinta Dropadi hanya untuk Arjuna seorang (sama kaya sinetronnya yang ada disalah satu TV Swasta). Berbeda dengan kedua versi tersebut dalam The palace of illusions, seseorang yang dicintai Drupadi hanya Karna seorang. #hasekk
Nah, Sebelum sayembara pernikahanya dilaksanakan, Dropadi terlebih dahulu melihat calon peserta dari lukisan yang dibawa oleh seorang seniman. Saat melihat lukisan Karna,  Dropadi merasa ada getaran halus dari dalam dadanya.
Meskipun berada di tengah keluarga istana, dia keliatan begitu sendirian. Perhiasannya hanyalah sepasang anting-anting emas dan tameng dengan pola tidak lazim yang pernah kulihat. Matanya dipenuhi kesedihan dimasa silam. Kedua mata itu seperti menarikku masuk kedalamnya. Ketidaksabaranku hilang, aku tidak ingin lagi melihat potret Arjuna. Sebaliknya aku ingin tahu tampaknya sepasang mata itu kalau laki-laki itu tersenyum. Anehnya aku ingin menjadi penyebab senyumnya. (halaman 108)
Sejak saat itu Dropadi memendam perasaan pada Karna. Dropadi bahkan masih tetap memikirkannya setelah ia menikah. Ia kerap kali membayangkan bagaimana seandainya Karna berada disisinya, ia percaya bahwa Karna tidak akan melakukan hal yang mengecewakan seperti suami-suaminya.

Pandawa dan titik kekurangannya

Sejak gue baca novel ‘Pulang’ karya Leila S. Chudori gue emang udah ngga bersimpati sama Pandawa (terutama Arjuna). Yudistira yang termakan nafsu hingga mempertaruhkan seluruh yang dia miliki di meja judi. Bima yang tidak bisa mengendalikan dirinya saaat marah. Arjuna penyebab Ekalaya memotong ibu jarinya karena memiliki kemampuan memanah melebihi Arjuna. Kesombongan Sadewa karena pengetahuannya. Kebanggaan Nakula atas ketampanannya. Gue ngga bisa banyangin pada saat Dropadi ditarik kain sarinya oleh Korawa, mereka cuma bisa diam aja.  
Disini gue sampai pada suatu kesimpulan bahwa dengan segala kelebihan dibanding manusia lain ternyata mereka juga memiliki kekurangan #ngangguk2

www.kaskus.co.id

Hikmah yang perlu dipungut

Sebenernya gue agak sebel karena Dropadi sangat ambisius untuk balas dendam. Dia sering ngompor-ngomporin Pandawa biar selalu inget sama kutukan Dropadi agar semangat mereka tidak luntur buat balas dendam. Karena tukang kompor itulah Dropadi menjelma jadi istri yang tukang ngomel. Dalam versi Chitra di lubuk hati pandawa yang paling daleeeeem mereka tidak ingin perang melawan saudara mereka sendiri tapi nafsu dan gengsi mereka lebih tinggi dibandingkan logika. Dan yang paling gue ga juga suka, kenapa pandawa nurut banget sama Dropadi? sebagai lelaki mereka tuh harus bisa ngambil sikap, kalau misalnya cewek ngelakuin sesuatu yang ngga bener ya mesti dilurusin dong, jangan apa-apa maunya dia dituruti. #halah kok gue jadi emosi?
Jadi dari situ gue berdoa, kelak kalau gue jadi istri semoga gue ngga menjerumuskan suami gue kearah yang ngga benar. Hihi..

Terus siapa menurut gue Ksatria sesungguhnya di Mahabarata versi Chitra Banerjee Divakaruni?

KARNA 

Kenapa doi? Bayangin deh dia adalah anak dari Ratu Kunti dengan Dewa Matahari (jadi masih saudaraan sama pandawa) nah segera setelah lahir Kunti membuang Karna ke sungai karena saat itu dia belum siap punya anak. Karna dipungut dan dibesarkan oleh kusir istana. Pas dia mau belajar bela diri ke Resi Drona (Guru pandawa) dia ditolak dengan alasan doi berasal dari kelas rendah. Akhirnya dia belajar sendiri ke Parasurama (Guru nya Resi Drona) dia ngaku sebagai Kaum Brahmana (rohaniawan) , ia jadi murid paling disayang sampe dapet mantra yang ngga bisa dikalahin siapapun. Sehari sebelum Karna pergi dari pedepokan Parasurama, Karna nawarin pangkuannya buat jadi bantal gurunya tidur, terus ada kalajengking yang iseng gigit paha Karna sampai berdarah, karena ngga tega bangunin gurunya, Karna diem aja. Pas gurunya bangun, Karna malah dikutuk. Dia menuduh Karna menipunya, sebab menurut gurunya hanya kaum ksatria (kaum bangsawan) yang mampu menahan gigitan kalajengking.

Pas lagi sedih-sedihnya abis dikutuk, ia ngga sengaja membunuh sapi. Sebagai orang yang bertanggung jawab dia nemuin yang punya sapi dan nawarin ganti rugi, si pemilik yang marah mengutuk Karna lagi. Duh apes banget sih kamu, bang?

Walaupun dia dibesarkan oleh seorang kusir, Ia dikenal sebagai ksatria yang paling dermawan. Ia berjanji akan memberikan apapun yang dia punya jika ada yang memintanya. Ia bahkan menyerahkan baju besi kepada dewa yang menyamar menjadi manusia, padahal baju itu satu-satunya yang bisa menyelamatkannya dari Arjuna. Karna udah menderita sejak ia dilahirkan, tidak diakui oleh ibunya, dikutuk oleh gurunya sendiri, memendam perasaan cinta pada perempuan yang menjadi istri adik-adiknya. Kunti pernah menawarkan Dropadi untuk menjadi istrinya seandainya Karna mau bergabung dengan Pandawa, Namun yang bikin gue salut ia bisa menahan diri untuk tidak memiliki Dropadi yang setengah mati dicintainya sejak pertama kali ketemu. Bagi Karna, janji adalah segalanya. Dia udah bersumpah bakal membantu Duryudana sampai akhir walaupun dia harus melawan adik kandungnya. Karna juga satu-satunya ksatria yang bisa menahan godaan dari kaum perempuan yang bahkan Pandawa ngga bisa lakuin.
www.hinduhumanrights.info

At last..
Bisa jadi karena penulisnya super duper jenius atau mungkin harus ada sesuatu yang ‘menjual’, menurut gue (seseorang yang amatir banget mengenai literature) Chitra berhasil menunculkan tragedi cinta antara Karna dan Dropadi. Yupz.. Mereka berdua saling mencintai tapi tidak bisa saling memiliki. Ketidaktahuan dan keangkuhan keduanya membuat jurang yang menganga diantara mereka. Dan menurut gue kisah cinta semacam itu sesuatu yang WOW banget sama kaya kisahnya Fahri dan Nurul di novel ayat-ayat cinta milik Kang Abik.


1000% keren banget ini buku. Recommended ^^