Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

Menulis lagi menulis terus


Kutuliskan kesedihan semua tak bisa
kau ungkapkan dan kita kan bicara dengar hatiku
Buang semua puisi antara kita berdua 
kau bunuh dia sesuatu  yang kusebut itu cinta
-Nidji-

Menulis bagi gue adalah semacam terapi. Saat gue sedih gue nulis, saat gue merasa kecewa gue nulis juga, saat gue nemuin sesuatu yang touched di hati gue masih nulis, saat gue dijalan terus ujan, ya gue berteduh-lah. #halah.

Belakangan.. gue amat sangat pasrah sama hidup. Gue udah nemuin zona nyaman yang bikin gue terlena. Sebenarnya gue tau ini adalah dangerous alarm. Ngga ada target dalam hidup, ngga ada mimpi-mimpi yang berderet-deret, ngga ada ide-ide buat ditulis dan gue merasa otak udah terjadi penurunan fungsi memori yang drastis, buktinya tiap gue dapet info baru gue gampang banget lupa.
Semakin gue asik asik aja dengan hidup, semakin mati otak gue.  Dan lo tau dong ? kalo otak udah mati it means mati juga jiwa raga gue. Oh NOOOO !!!

Orang boleh pandai setinggi langit,
tapi selama ia tidak menulis,
ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
-Pramoedya Ananta Toer-

Dulu gue pernah bercita-cita jadi penulis. Gue tertarik sama dunia cerpen, novel dan puisi. Pertama kali nulis sampe selesai itu kelas 4 SD. Dibaca sama teman sekelas gue, doi antusias bingits. Responnya bikin gue semangat nulis. Sampe-sampe gue ikutan kursus komputer cuma biar bisa ngetik tulisan gue.

Topik yang paing sering gue tulis adalah seputar percintaan remaja. Kelas satu SMP dapet tugas guru bahasa Indonesia bikin cerpen. Gue bikin tokoh perempuannya memiliki cinta yang tak terbalas dan berakhir dengan ending ketabrak mobil. Yaps.. gue ngaku dari dulu gue emang mellow, galau dan ngga penting. Mungkin karena ceritanya terlalu dewasa dibanding umur si pengarang, cerpen tersebut ngga menang cama cekalii.. huahahahahaha. Gue sadar. Gue terlalu tua dari umur gue.

Lanjut ke kelas dua SMP, gue dapet tugas buat bikin puisi tentang tsunami Aceh. Salah satu puisi terpilih bakal dikirim ke majalah sama guru gue. Lagi-lagi gue ngga lolos. Kata pak guru beliau tau mana puisi beneran dibikin sama anak SMP, mana yang dapet nyadur. Gue bertanya-tanya mungkinkah puisi gue termasuk didalam bagian yang terlihat seperti menyadur ? Mungkinkah bahasa gue lebih tua dari bahasa anak SMP ? Waktu itu gue pengen nanya kenapa puisi gue ngga masuk cuma gue ngga berani. Gue takut jawabannya malah bikin gue males ke Sekolah. Jadi gue cuma ngelampiasin kekecewaan gue dengan naik pohon jambu belakang rumah teriak kenceng sambil jambak-jambak rambut Kenapaaaa Tuhaaaaaaaaaaaaaaaan ? kenapaaaa hidup ini tak adil ??

Pengalaman menulis yang bikin gue bangga campur geli sampai sekarang adalah pas gue didapuk bikin puisi buat acara perpisahan kakak kelas SMA. Temanya tentang persahabatan dan guru. Rencananya puisi bakal dimusikalisasi biar dramatisir-dramatisir gimanaa gitu.  Pertama kali gue sodorin puisi gue katanya kurang panjang, akhirnya gue tambahin lagi baitnya. Yess bos im so amateur. Gue sempet pusing, gue ngga pernah bikin puisi sepanjang itu dengan tema yang hampir ngga pernah gue pake. (pokoknya tema gue cinta-cintaan mulu deh).

Saat acara berlangsung dan temen gue ngebawain puisinya, kakak-kakak kelas tuh bukannya pada nangis malah pada ketawa gara-gara lihat ekspresi temen gue yang sangaaaaat total (ekpresi, suara dan gaya tubuhnya menurut gue yaaa..bagus-bagus aja.). Mereka ngga ada sedih sama sekali, mereka malah sahut-sahutan ngeledekin temen gue. Huft...

Abis acara kelar temen gue bilang terimakasih dan bilang kalau dia sampe nangis baca didepan. Gue ngangguk-ngangguk aja karena gue ngga liat airmata dia secara panggungnya tuh jauh banget dari temapt gue duduk. Jujur gue aja ngga sedih sama sekali ngeliatnya tadi. Entahlah.. barangkali hati gue emang terbuat dari batu akik jenis bacan.

Gue juga pernah ikut pelatihan menulis dari grup yang gue ikuti di fb. Waktu itu tiap peserta suruh bawa karyanya masing-masing. Nanti diforum terbuka tulisan gue bakal dibaca dan dikomentarin. Do you know apa kata mereka? Tulisan gue engga bangeeeet. Ancur daaah!!

Beberapa orang bilang suka sama tulisan gue dan berharap gue bisa melebarkan sayap. Burung kali! But gue juga ngga bisa mengindahkan fakta bahwa setiap gue ngirim karya ke media gue ngga pernah nembus dan ketika karya gue dibaca sama seseorang yang profesional, Kata mereka karya gue tuh masih perlu banyak perbaikan.

Engkau campur baur dan seringkali kabur
 namun aku mencatatmu untuk rindu
lalu kucoba melupakanmu
-Taufiq Ismail-      
                                         
Gue sementara berhenti ngirim tulisan ke media. Tulisan gue tebar di blog ini doang. Suatu hari nanti pas gue punya anak, gue bakal kasih email sama passwordnya, biar doi yang ngelanjutin perjuangan menulis emaknya. Sebab galau-pun harus dengan cara yang anggun. (hoeekkkkkk cuh cuh cuh)

Menulis itu seperti berlibur.
Lakukan dengan sesuka hati
-Asma Nadia-






Mahabharata dan tragedi cinta Dropadi

Pembukaan

Kau akan mengawini lima pahlawan terbesar dalam masamu. Kau akan menjadi ratu dari segala ratu, dicemburui semua dewi. Kau akan menjadi pelayan. Kau akan menjadi penguasa istana paling hebat lalu kehilangan itu,
Kau akan diingat karena akan menyebabkan perang terbesar pada masamuKau akan menyebabkan kematian raja-raja jahat dan anak-anakmu serta kakakmu. Sejuta perempuan akan menjadi janda gara-gara kau. Ya. Memang kau akan meninggalkan jejak pada sejarah.Kau akan dicintai, meskipun kau tidak selalu tahu siapa yang mencintaimu. Meskipun kau mempunyai lima suami, kau akan mati sendirian, ditinggalkan pada akhirnya sekaligus tidak ditinggalkan(Istana Khayalan, 69)
Tadinya cerita wayang sejauh gue tahu cuma nama-namanya aja kayak Yusditira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa, Korawa, Abimanyu, Gatot Kaca dan lain-lain (jumlahnya cuma seemprit). Di otak gue, mereka tuh ngacak-ngacak gitu. Gue ngga tau posisinya sebagai apa didalam cerita Mahabharata. Padahal sejak jaman SD ada pelajaran bahasa Jawa, pelajaran yang didalamnya kadang nyeritain tentang  wayang. Saat itu gue menganggap bahwa cerita tentang mereka ‘ngga penting’ sampai suatu sore di perpustakaan umum  gue nemuin buku The Palace of illusions karya Chitra Benerjee Divakaruni buku pertama yang gue ambil dari rak dan membuat gue jatuh cinta.

The Palace of illusions adalah kisah Mahabharata yang diceritakan kembali oleh Chitra dari sudut pandang Dropadi. Berawal dari kelahiran Dropadi dari dalam api lalu bergulir ke perkawinan dengan lima pandawa sekaligus, pengasingan di hutan dan kehilangan kerajaan karena sifat semborono Yudistira yang berujung pada perang antar saudara, Perang Bharatayudha

santi,s file

Si Pengubah Sejarah dan tiga nasihat yang dilupakan Dropadi
Tiga saat berbahaya yang akan datang kepadamu. Pertama tepat sebelum pernikahanmu: pada saat itu tahanlah pertanyaanmu. Yang kedua pada waktu suami-suamimu berada di puncak kekuasaan mereka pada saat itu tahanlah tawamu. Yang jetiga akan datang waktu kau dipermalukan dengan hebat seperti yang belum pernah kau bayangkan pada saat itu tahanlah kutukanmu.(Nasihat Byasa untuk Dropadi hal. 69)

Berawal dari permintaan Raja Drupada kepada Dewa. Ia memohon  seorang anak lelaki untuk membalaskan dendamnya pada Resi Drona, mantan sahabatnya. Namun Dewa tidak hanya memberikan seorang anak laki-laki saja, bersama kelahiran Drestadyumna, Dropadi pun lahir dari dalam api. Saat itu Dewa mengatakan bahwa Dropadi akan mengubah sejarah. Dropadi yang merasa dirinya memiliki kelebihan dibanding wanita manapun tumbuh menjadi gadis pemberontak, kritis dan cerdas. Kelahirannya yang tidak begitu diharapkan kerap kali membuat Dropadi menerima perlakukan berbeda, bahkan dalam memilih pendamping hidup, ayahnya mengadakan sayembara (biasanya putri kerajaan di jodohkan) barangsiapa yang bisa menembus logam ikan dengan menggunakan Kindhara (Busur paling berat yang pernah ada) hanya dengan melihat dari bayangannya dari kolam air yang berputar, ia berhak meminang Dropadi.

Belum ada yang berhasil menembus logam ikan tepat ditengah. Saat giliran Karna maju, Drestadyumna, kakak Dropadi, meminta agar Karna duduk kembali. Ia menganggap Karna tidak pantas mengikuti sayembara sebab Karna berasal dari kasta rendah (ia ditemukan oleh kusir istana di Sungai Gangga saat masih bayi). Karna menolak dan hampir saja terjadi perkelahian. Melihat situasi menegangkan, Dropadi yang ingin mencegah perkelahian Karna dan Drestadyumna maju kedepan dan bertanya siapa nama ayah Karna karena bagi Dropadi mereka yang mengikuti sayembara tersebut haruslah jelas asal usulnya. Karna yang tidak bisa menjawab tertunduk malu dan mundur. Nasihat pertamapun dilanggar ; Dropadi tidak dapat menahan pertanyaanya.

Hasil akhir Arjuna yang memenangkan sayembara tersebut, ia membawa Dropadi kerumah (Pandawa dan ibundanya menyelamatkan diri dari kelicikan Korawa dengan bersembunyi di pinggir kota dan hidup sederhana). Pandawa mengatakan bahwa ia membawa sesuatu, dari dalam rumah yang lapuk tanpa melihat dulu, Ratu Kunti (Ibunda pandawa lima) mengatakan bahwa apapun yang mereka bawa harus dibagi sama rata. Meski dalam hati Pandawa dan Dropadi tidak setuju, mereka tetap melakukan apa yang dikatakan oleh Ratu Kunti. Dropadi menikah dengan lima pandawa sekaligus.
Pernikahan Dropadi dan Pandawa tersebar luas hingga ke Hastinapura (Negara yang diperintah Korawa) setelah tahu bahwa Pandawa masih hidup, Bhisma mendesak agar Dretarasta (ayah korawa) membagi negara mereka menjadi dua.

Pandawa mendapat bagian negara yang gersang dan kosong. Bersama istrinya mereka membangun istana yang sangat megah dan membuat Korawa iri. Saat Duryudana (Korawa paling tua) berkunjung ke istana mereka, ia tercebur ke kolam, melihat itu Dropadi tertawa, tawanya memicu sahabatnya mengejek Duryudana. Nasihat kedua dilanggar Dropadi.

Suatu hari Duryudana gantian mengundang Pandawa main ke Hastinapura untuk melihat istananya yang baru. Disitulah tragedi terjadi ketika Yudistira berjudi dan mengorbankan seluruh yang ia miliki termasuk Dropadi. Saat Dropadi dipermalukan karena bajunya dibuka paksa dihadapan orang banyak ia mengutuk Korawa.

Kalian semua akan mati dalam pertempuran yang akan timbul gara-gara kejadian hari ini. Ibu-ibu dan istri-istri kalian akan menangis jauh lebih mengenaskan daripada aku. Seluruh kerjaan ini akan menjadi mayat. Tidak ada satupun ahli waris korawa akan tersisa untuk memanjatkan doa-doa bagi kaumnya yang mati. Yang akan tinggal hanya ingatan memalukan tentang hari ini tentang apa yang coba kalian lakukan terhadap perempuan tidak berdaya, aku tidak akan menyisir rambutku sampai saat aku membasuhya dalam darah kurawa
(Istana Khayalan, 272)

Nasihat yang ketiga pun dilanggar Dropadi tidak dapat menahan kutukannya.
Setelah kejadian itu, Pandawa dan Dropadi yang sudah tidak memiliki apa-apa diasingkan ke hutan selama 12 tahun ketika masa itu habis mereka mengumpulkan kekuatan dan berperang melawan Korawa. Peperangan dahsyat yang menimbulkan semua pasukan Korawa mati dengan kemenangan di pihak pandawa.
Kunta-wijaya.blogspot.com

Cinta terpendam Dropadi

Kalau dalam pewayangan jawa, dikisahkan Dropadi hanya menikah dengan Yudistira (mungkin karena pengaruh dari masuknya islam ke pulau jawa) sedangkan menurut versi Byasa (India) Dropadi menikah dengan lima pandawa sekaligus. Selama ini kita menganggap meski Dropadi menikah dengan Kelima Pandawa namun cinta Dropadi hanya untuk Arjuna seorang (sama kaya sinetronnya yang ada disalah satu TV Swasta). Berbeda dengan kedua versi tersebut dalam The palace of illusions, seseorang yang dicintai Drupadi hanya Karna seorang. #hasekk
Nah, Sebelum sayembara pernikahanya dilaksanakan, Dropadi terlebih dahulu melihat calon peserta dari lukisan yang dibawa oleh seorang seniman. Saat melihat lukisan Karna,  Dropadi merasa ada getaran halus dari dalam dadanya.
Meskipun berada di tengah keluarga istana, dia keliatan begitu sendirian. Perhiasannya hanyalah sepasang anting-anting emas dan tameng dengan pola tidak lazim yang pernah kulihat. Matanya dipenuhi kesedihan dimasa silam. Kedua mata itu seperti menarikku masuk kedalamnya. Ketidaksabaranku hilang, aku tidak ingin lagi melihat potret Arjuna. Sebaliknya aku ingin tahu tampaknya sepasang mata itu kalau laki-laki itu tersenyum. Anehnya aku ingin menjadi penyebab senyumnya. (halaman 108)
Sejak saat itu Dropadi memendam perasaan pada Karna. Dropadi bahkan masih tetap memikirkannya setelah ia menikah. Ia kerap kali membayangkan bagaimana seandainya Karna berada disisinya, ia percaya bahwa Karna tidak akan melakukan hal yang mengecewakan seperti suami-suaminya.

Pandawa dan titik kekurangannya

Sejak gue baca novel ‘Pulang’ karya Leila S. Chudori gue emang udah ngga bersimpati sama Pandawa (terutama Arjuna). Yudistira yang termakan nafsu hingga mempertaruhkan seluruh yang dia miliki di meja judi. Bima yang tidak bisa mengendalikan dirinya saaat marah. Arjuna penyebab Ekalaya memotong ibu jarinya karena memiliki kemampuan memanah melebihi Arjuna. Kesombongan Sadewa karena pengetahuannya. Kebanggaan Nakula atas ketampanannya. Gue ngga bisa banyangin pada saat Dropadi ditarik kain sarinya oleh Korawa, mereka cuma bisa diam aja.  
Disini gue sampai pada suatu kesimpulan bahwa dengan segala kelebihan dibanding manusia lain ternyata mereka juga memiliki kekurangan #ngangguk2

www.kaskus.co.id

Hikmah yang perlu dipungut

Sebenernya gue agak sebel karena Dropadi sangat ambisius untuk balas dendam. Dia sering ngompor-ngomporin Pandawa biar selalu inget sama kutukan Dropadi agar semangat mereka tidak luntur buat balas dendam. Karena tukang kompor itulah Dropadi menjelma jadi istri yang tukang ngomel. Dalam versi Chitra di lubuk hati pandawa yang paling daleeeeem mereka tidak ingin perang melawan saudara mereka sendiri tapi nafsu dan gengsi mereka lebih tinggi dibandingkan logika. Dan yang paling gue ga juga suka, kenapa pandawa nurut banget sama Dropadi? sebagai lelaki mereka tuh harus bisa ngambil sikap, kalau misalnya cewek ngelakuin sesuatu yang ngga bener ya mesti dilurusin dong, jangan apa-apa maunya dia dituruti. #halah kok gue jadi emosi?
Jadi dari situ gue berdoa, kelak kalau gue jadi istri semoga gue ngga menjerumuskan suami gue kearah yang ngga benar. Hihi..

Terus siapa menurut gue Ksatria sesungguhnya di Mahabarata versi Chitra Banerjee Divakaruni?

KARNA 

Kenapa doi? Bayangin deh dia adalah anak dari Ratu Kunti dengan Dewa Matahari (jadi masih saudaraan sama pandawa) nah segera setelah lahir Kunti membuang Karna ke sungai karena saat itu dia belum siap punya anak. Karna dipungut dan dibesarkan oleh kusir istana. Pas dia mau belajar bela diri ke Resi Drona (Guru pandawa) dia ditolak dengan alasan doi berasal dari kelas rendah. Akhirnya dia belajar sendiri ke Parasurama (Guru nya Resi Drona) dia ngaku sebagai Kaum Brahmana (rohaniawan) , ia jadi murid paling disayang sampe dapet mantra yang ngga bisa dikalahin siapapun. Sehari sebelum Karna pergi dari pedepokan Parasurama, Karna nawarin pangkuannya buat jadi bantal gurunya tidur, terus ada kalajengking yang iseng gigit paha Karna sampai berdarah, karena ngga tega bangunin gurunya, Karna diem aja. Pas gurunya bangun, Karna malah dikutuk. Dia menuduh Karna menipunya, sebab menurut gurunya hanya kaum ksatria (kaum bangsawan) yang mampu menahan gigitan kalajengking.

Pas lagi sedih-sedihnya abis dikutuk, ia ngga sengaja membunuh sapi. Sebagai orang yang bertanggung jawab dia nemuin yang punya sapi dan nawarin ganti rugi, si pemilik yang marah mengutuk Karna lagi. Duh apes banget sih kamu, bang?

Walaupun dia dibesarkan oleh seorang kusir, Ia dikenal sebagai ksatria yang paling dermawan. Ia berjanji akan memberikan apapun yang dia punya jika ada yang memintanya. Ia bahkan menyerahkan baju besi kepada dewa yang menyamar menjadi manusia, padahal baju itu satu-satunya yang bisa menyelamatkannya dari Arjuna. Karna udah menderita sejak ia dilahirkan, tidak diakui oleh ibunya, dikutuk oleh gurunya sendiri, memendam perasaan cinta pada perempuan yang menjadi istri adik-adiknya. Kunti pernah menawarkan Dropadi untuk menjadi istrinya seandainya Karna mau bergabung dengan Pandawa, Namun yang bikin gue salut ia bisa menahan diri untuk tidak memiliki Dropadi yang setengah mati dicintainya sejak pertama kali ketemu. Bagi Karna, janji adalah segalanya. Dia udah bersumpah bakal membantu Duryudana sampai akhir walaupun dia harus melawan adik kandungnya. Karna juga satu-satunya ksatria yang bisa menahan godaan dari kaum perempuan yang bahkan Pandawa ngga bisa lakuin.
www.hinduhumanrights.info

At last..
Bisa jadi karena penulisnya super duper jenius atau mungkin harus ada sesuatu yang ‘menjual’, menurut gue (seseorang yang amatir banget mengenai literature) Chitra berhasil menunculkan tragedi cinta antara Karna dan Dropadi. Yupz.. Mereka berdua saling mencintai tapi tidak bisa saling memiliki. Ketidaktahuan dan keangkuhan keduanya membuat jurang yang menganga diantara mereka. Dan menurut gue kisah cinta semacam itu sesuatu yang WOW banget sama kaya kisahnya Fahri dan Nurul di novel ayat-ayat cinta milik Kang Abik.


1000% keren banget ini buku. Recommended ^^








Koala Kumal : Karena beberapa hal lebih mudah untuk ditertawai


 "Persis kaya jodoh ya, kadang di tempat ngga terduga bisa ketemu"
"Persis seperti jodoh juga kadang di tempat terbaik pun bisa tidak ketemu"
 
Koala kumal adalah sebuah buku komedi yang menceritakan pengalaman-pengalaman patah hati seorang Raditya Dika. Dari mulai patah hati karena persahabatan, patah hati karena diselingkuhi bahkan patah hati karena orang yang sama sekali ngga dia kenal. Bab demi bab buku ini aku baca sambil ngakak dan mikir “Ternyata dengan tampang Raditya Dika yang ‘begitu’ mantan ceweknya banyak juga ya.” Plakk!! Ngga sopan!
Salah satu bab yang paling aku sebel dari buku ini adalah bab “Aku Ketemu Orang Lain”. Saat itu Dika mau kuliah di Aussie dan harus menjalani hubungan jarak jauh dengan pacarnya. Pas di bandara, pacarnya sengaja mencari alasan untuk bisa lebih lama bersama Dika. Tapi Dika justru sengaja mencari alasan untuk segera pergi karena ia merasa bahwa hubungan jarak jauh hanya akan membuat kedua belah pihak sakit hati. Sebenarnya jika harus memilih Dika lebih memilih putus. Menurutnya essensi sebuah hubungan adalah dengan adanya keberadaan orang yang disayang terus-menerus.
Dika akhirnya sadar pas ngobrol dengan seorang penumpang bernama Zafran. Saat itu pesawat yang ditumpanginya ‘goyang-goyang’. (Dangduutt kalii :P).  Zafran menyuruh Dika memakai set belt yang akan melindungi mereka dari kemungkinan adanya CAT yaitu semacam ruang kosong di tengah-tengah udara yang bisa membuat pesawat ‘menabrak’. Disitu Dika mikir gini :
“Mungkin gue telah salah berpikir tentang hubungan gue dengan pacar. Mungkin hubungan gue memang tidak aman, tapi seharusnya gue bisa membuat ini semua menjadi lebih aman dari guncangan yang mungkin kita bisa tidak lihat. Sabuk pengaman yang pacar gue butuhkan adalah kepercayaan. Kepercayaan pada dia, pada kami berdua. (hal 224)”
Siapa yang nyangka setelah dua tahun menjalani Long Distance Relationship, ceweknya duluan malah yang bilang “Aku ketemu orang lain” dan ngajakin putus. Aku kesel baca bagian ini. Kamu bisa bayangin dong? Seseorang yang ragu akan sebuah hubungan LDR terus karena satu momen di pesawat bikin ia sadar bahwa hubungan LDR-pun akan tetep berjalan baik kalau mereka berdua sama-sama punya kepercayaan. Setelah ia melawan keraguan akan dirinya sendiri. Eh ia malah di tinggal pergi. Dih asin ngga sih? kamu tau ngga gimana sakitnya?hmm..ngga tau ya? Sama dong! :P
Ada dua belas bab yang bisa bikin kamu memandang patah hati dari sudut pandang yang berbeda. Bahwa patah hati seharusnya membuat kita jauh lebih kuat. Seperti seseorang yang mengikuti gym. Semakin besar beban yang diangkat semakin rusak otot kita namun semakin kuat dan besar pula otot yang tumbuh kembali.

Judul Koala Kumal dipilih Raditya Dika saat ia teringat pada sebuah foto di situs Huffington Post. Ceritanya begini ada seekor koala yang tinggal di New South Wales, Australia. Koala itu bermigrasi dari hutan tempat ia tinggal. Beberapa bulan kemudian ia kembali ke tempat ia berasal, ternyata selama ia pergi hutan tersebut telah ditebang oleh penebang liar. Si Koala bingung ia hanya bisa diam tanpa bisa melakukan apapun. Ia hanya memandangi sesuatu yang dulu di akrabinya. Sedih L
Terakhir, bagian yang bikin aku girang banget di buku ini adalah pas mantannya Dika minta balikan!! Doi nulis gini :
“Patah hati yang gue alami akibat apa yang dulu dia lakukan membuat dia berbeda di mata gue. Gue dulu jatuh cinta pada seorang perempuan cantik, baik dan bisa gue percaya. Namun setelah semua terjadi, dia berubah menjadi orang lain. Gue merasa asing. (hal. 246) “
“Saat ini gue menyadari, gue tidak mau seperti seekor koala kumal yang pulang ke tempat yang dulu nyaman untuknya, menyadari bahwa tempat itu telah berubah tetapi tidak bisa berbuat apa-apa (hal. 246)”
Entah kenapa aku selalu suka bagian pas orang yang ngga baik mengaku menyesal telah meninggalkan orang baik. Rasanya tuh kaya abis menangin kompetisi gitu~
Selain bikin kamu melek bahwa patah hati tuh bukan akhir segalanya , buku ini juga bisa ngehibur hati kamu yang lebam-lebam abis jatoh karena cinta coz sepanjang kalimat nih buku banyak joke-joke khas Raditya Dika yang bisa bikin kamu ngakak sendirian. Yupz buku memang selalu bisa jadi teman membunuh waktumu yang paling efekif lho. Ngga percaya? Terserah deh..
Salam hangat sehangat susu jahe ^^





Setu Babakan, 19 Februari 2015 Pukul 00.21 WIB
Tanggal merah dan asyik begadang






Belajar Psikologi lewat Bulan Nararya

Buku ini aku beli beberapa hari yang lalu atas rekomendasi dari blog sekarsekarsekar.wordpress.com. Menurut mba sekar ‘Bulan Nararya’ itu bagus banget. Buku ini juara ketiga dalam kompetisi Tulis Nusantara 2013. Yaps baru kali ini gue niat banget baca novel Sinta Yudisia. Sebenarnya gue ngga terlalu asing sama nama beliau, becoz doi nih beberapa kali ikutan menulis dalam antologi bareng Asma Nadia. (Penulis favorit gue sejak SMA) Aih.. gue jatuh cintrong sama ini novel, sama penulisnya juga dink. Guru gue nambah nih.  
Nararya adalah seorang terapis perempuan yang bekerja di Mental Health Centre milik Bu Sausan. Dari sekian banyak sentra di klinik tersebut, Nararya dipercaya bagian kasus Skizofrenia. Ia ingin mencoba menghentikan penyembuhan penderita skizofrenia menggunakan famakologi. Karena menurutnya obat jutstru akan mebuat penderita semakin ketergantungan. Nararya ingin menggunakan pendekatan transpersonal yaitu terapi yang berfokus pada klien. Tanpa obat. Tanpa sengatan Listrik. Suatu aliran baru yang lebih berbau budaya dan filosofi, mencoba mendekati setiap penderita dengan apa yang mereka butuhkan. Nararya percaya, klien akan sembuh total dan dapat kembali ke tengah-tengah masyarakat. Keinginan tersebut tentu saja ditolak oleh ketua yayasan karena dianggap masih mentah dan memerlukan penelitian yang lama.
Dedikasi Nararya dengan terapi transpersonalnya begitu tinggi meskipun sebagai terapis ia sendiri memiliki masalah rumah tangga yang cukup pelik, perceraian dengan suaminya setelah menikah sepuluh tahun, ditambah lagi suaminya menikah dengan Moza, sahabatnya yang bekerja pula di Klinik tersebut. Semua itu membuat Nararya dilanda depresi.
Setidaknya ada tiga klien yang Nararya sebut sebagai kebaikan yang takdir berikan padanya. Tiga orang penderita Skizofrenia yang Nararya datangi setiap kali ia sedih.
Pertama adalah seorang gadis beranjak remaja bernama Sania. Ia dibesarkan oleh nenek yang miskin dan sering menghadiahkan sabetan rotan padanya, ibu yang pemarah dan ayah yang pemabuk. Sania ditemukan dinas sosial. Ia pindah dari satu tempat rehabilitasi ke tempat lain hingga tiba di klinik tempat Nararya bekerja.
Kedua adalah seorang kakek berusia 70 tahun. Ia adalah penghuni LP yang ditangkap karena dugaan pencurian. Rumah tahanan tidak hanya memproduksi residivis namun juga menambah pasien gangguan mental. Mungkin bagi orang lain lelaki ini disebut gila. Namun bagi Nararya terkadang ucapannya sumber inspirasi.
Ketiga adalah Yudistira. Ia bungsu dari dari empat bersaudra. Ketiga kakaknya perempuan. Sejak kecil semua kebutuhan Yudistira dipenuhi oleh ibunya. Karena keinginan ibunya pula Yudistira mengambil kuliah jurusan arsitek padahal jiwanya ada di kesenian. Ia memiliki seorang istri bernama Diana. Intervensi keluarga dalam rumah tangga mereka membuat Yudistira tertekan dan menjadi pihak yang paling merasa bersalah. Yudistira tidak banyak bicara dan menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk melukis. Yudistira terdiagnosis penderita Skizoprenia Katatonik.
Nararya adalah sosok fiksi yang menginspirasi gue. Wanita yang kuat, Powerful, Ironwoman, Though.
 “Aku bukan anak kecil yang meringkuk di ranjang orang tua ketika menghadapi masalah” begitu kata Nararya pada dirinya sendiri ketika ia merasa tak mampu menghadapi masalah perasaannya.
“Kamu ngga berubah ya. Berharap keadaan tetap seperti semua pedahal kita terus berubah. Apa menurutmu aku harus bahagia melihat kamu dan Moza? Jujur, setiap kali ketemu kamu yang terbayang hanya rasa sakit. Maka aku menghindarimu, menghindari Moza. Kamu memaksaku supaya bisa menetima keadaan. Mungkin suatu ketika nanti aku bisa lapang dada menerima pernikahanmu. Tapi ngga sekarang aku belum bisa. Denganmu aku belum bisa bersikap netral”
“Kamu ingin melepas ikatan hidupmu, hidup bebas lagi dan kali ketiga memulai hubungan yang serius dengan orang lain? Kamu yakin energimu cukup untuk memulai pernikahan yang ketiga bila nanti kamu ingin mengakhiri pernikahanmu dengan Moza? Waktu itu berjalan Angga. Kematanganmu haruslah sejalan dengan usiamu. Kalau kamu pisah lagi dengan Moza, ingin bebas, lalu baru benar-benar terikat lima tahun kedepan sudah berapa usiamu? Kamu tertatih-tatih kelelahan memulai kehidupan yang terikat tanggung jawab”
Kata Nararya pada Angga ketika mantan suaminya itu datang ke rumah dan mengatakan menyesal atas perceraian mereka. Nararya yang membuat jarak terentang demikian lapang agar tidak banyak terluka karena Angga. Berusaha menyembuhkan diri dengan menghindari masalah.
Iyaaaa.. gue suka Nararya, dia tuh jenis perempuan kaya Jo dalam 101 dating atau Asmara dalam Assalamualaikum Beijing. Gue emang suka novel yang tokoh perempuannya kuat. Berharap gue juga bisa kaya mereka. Berdaya, berpendidikan, menyimpan karisma, tough, altruist, powerful!! Bulan Nararya juga bikin gue pengin belajar psikologi, biar tahu gimana nebak kepribadian orang dan bagaimana seharusnya bersikap. Haisshhh drooling gue kemana-mana…!!!



Jakarta, 10 Januari 2015 10.58 PM

Malam minggu dan bingung harus ngapain!!

Rindu Ini Milik Tere Liye

Rindu. 
Setiap perjalanan selalu disertai oleh pertanyaan-pertanyaan.. 

Buku ini aku beli beberapa hari yang lalu di Gramedia Mall Of Indonesia setelah selesai nonton film Doraemon ‘Stand by Me’ dan kita (aku, Ka Dhian, Ipar Ka Dhian, Mila sama Khusnul) ngga nemu tempat karaokean yang deket akhirnya kita memutuskan mampir ke Gramedia. Kebetulan ada buku yang pengin aku cari.

Buku ‘Rindu’  milik Tere Liye berjejer diantara buku-buku lain yang best  seller. Membaca judulnya, langsung menarik perhatianku. Rindu. (Merindu seperti aku :p #AsikJoss). Setelah ditimang-timang beberapa kali. (Di taro terus diambil, taro lagi.. muter-muter rak lain terus balik lagi ke rak itu. Diambil lagi, baca backcovernya sekali lagi). Akhirnya aku memutuskan untuk membelinya. Dua buku aku gotong hari itu #Halah. Satu ‘Bulan Nararya’ milik Shinta Yudisia dan satunya lagi si ‘Rindu’ ini.

Aku sudah membaca referensi buku Bulan Nararya yang katanya recommended banget jadi memutuskan membaca si ‘Rindu’ dulu. Setidaknya kalau Bulan Nararya sudah ada sedikit gambaran kalau 'Rindu'. Gelap Blass!! aku jadi lebih penasaran..

Aku membutuhkan waktu tujuh hari untuk membaca novel setebal 544 halaman ini, lho. Hihi  lama juga ya? Buku ini mengambil setting waktu tahun 1938. Bercerita tentang perjalanan sebuah kapal besar bernama Blitar Holland. Kapal pengangkut jemaah haji pada masa penjajahan Belanda. Kapal ini memulai perjalanan dari Makassar yang kemudian berlayar sampai ke Jeddah. Lima kisah penumpang kapal di ceritakan oleh Darwis tere Liye dalam buku ini.

Kisah pertama tentang seorang wanita keturunan china yang terlalu takut menghadapi masa lalunya sebagai seorang cabo ( Pelacur). Ia selalu berusaha lari dari kenyataan hidup hingga membuatnya tidak bisa bergaul dengan banyak orang. Ia tidak bisa berdamai dengan masa lalu akhirnya ia gelisah setiap waktu.

Kisah kedua tentang seorang pria yang terlihat selalu bahagia. Jika dilihat dari kulit luar. ia memiliki segalanya, pendidikan tinggi, harta melimpah, Istri yang cantik dan anak-anak yang lucu, namun siapa yang sangka diatas semua kebahagiaan itu ia menyimpan kebencian yang mendalam pada seseorang. Ia selalu dihantui pertanyaan-pertanyaan sepanjang perjalanan.

Kisah ketiga tentang seorang ‘Mbah Kakung’ yang bersedih atas kematian istrinya hingga berkali-kali mempertanyakan kenapa Tuhan memberikan takdir yang sulit diterimanya.

Kisah keempat tentang seorang pria pendiam berusia 24 tahun bernama Ambo Uleng. Ia bukan ‘penumpang’ kapal sebenarnya. Ia adalah seorang kelasi yang direkrut di hari pertama kapal Blitar Holand merapat di pelabuhan Makassar. Awalnya Kapten Philips (Sang Nahkoda keturunan Perancis) menolak menerima Ambo Uleng sebagai kelasi kapal karena ia menganggap bahwa Ambo Uleng tidak terlatih. Kapten luluh hatinya saat mendengar bahwa Ambo Uleng bersedia tidak dibayar asal dia diperbolehkan ikut kapal Blitar Holand. Ambo uleng ingin pergi sejauh-jauhnya. Ada satu kalimat kapten Philips yang keren buat di kutip

“Hanya ada dua hal yang membuat seorang pelaut tangguh berhenti bekerja di tempat yang dia sukai lantas memutuskan pergi naik kapal apa pun yang bisa membawanya sejauh mungkin ke ujung dunia. Satu karena kebencian yang amat besar, satu lagi karena rasa cinta yang sangat dalam.”

Kisah kelima tentang seorang  Gurutta. Dia adalah ulama mashyur yang dikenal oleh penduduk Makassar hingga Pare-Pare. Ia menjadi tempat orang untuk bertanya tentang berbagai masalah kehidupan tetapi sesungguhnya dia sendiri menyimpan kemunafikan.

Jujur, ini pertama kalinya aku membaca novel Tere Liye. Sebelumnya aku hanya membaca kutipan-kutipan tulisan beliau di facebook. Memang banyak hikmah yang bisa diambil dari Novel Rindu ini salah satunya tentang cinta sejati dan melepaskan

“Cinta sejati adalah melepaskan. Semakin sejati perasaan itu maka semakin tulus kau melepaskannya. Persis seperti anak kecil yang menghanyutkan botol tertutup di lautan, dilepas dengan suka cita. Aku tahu, kau akan protes, bagaimana mungkn? Kita bilang cinta sejati, tapi justru melepaskannya? Tapi inilah rumus terbalik yang tidak perna dipahami para pecinta. Mereka tidak pernah mencoba memahami penjelasannya, tidak bersedia."

Mungkin karena setting tempatnya di kapal, aku merasa sedikit bosan membaca kalimat yang ‘begitu-begitu’ saja karena rutinitas tokohnya yang ‘begitu-begitu’ di tempat yang ‘itu-itu’ saja.. hihi. Oke baiklah.. abaikan saja pendapat dari si amatir ini bagaimanapun.. Selamat membaca buat kamu yang pengen baca dan.. selamat tahun baru 2015!!

Review Cekers Unyu-Unyu untuk Kamu yang Selalu Unyu

Cekers Unyu-Unyu bukanlah sejenis kaki-kaki ayam yang lucu dan imut (Ceker= kaki ayam di tambahin ‘s’ jadi kaki-kaki ayam, Unyu = Lucu).  Jangan berpikir buku ini membahas tentang bagaimana caranya membuat semangkuk soto ceker yang enak atau cara budidaya ayam. Percaya deh kamu ngga bakal nemuin sesuatu yang berbau ceker ayam di buku ini.
CeKers Unyu-unyu adalah novel baru yang di tulis sama Bunda Erin, pemilik sekaligus pengajar di komunitas menulis Cokelat Kopi Writing Community.
Buku dengan sampul warna pink dengan gambar cangkir pink pula dan kue macarons warna-warni yang bikin ngiler ini berkisah tentang kehidupan para anggota komunitas menulis yang sedang belajar menulis. Yaiyalah masa belajar masak di komunitas menulis. Hihi.. 
Benar, walaupun cerita didalamnya fiktif, membaca buku ini saya merasa begitu dekat dengan keluarga CK Community, mungkin karena setiap tokoh yang dihadirkan benar-benar ada didalam kehidupan nyata. Saya sendiri paling suka sama tokoh Ayka. Dia tokoh yang paling sering jatuh cinta sekaligus putus cinta. Lucu kan? Jatuh cinta terus patah hati, terus jatuh cinta lagi. Galaunya engga pake lama. Hihi..
Terus lima unyu lainnya?
Nah, ada Hilal Ahmad penganut Padeglang Style sekaligus orang kepercayaan Ayah Hand, Wiwi yang pengen banget jadi artis, Nata yang lemotnya parah, Niko yang terlalu menjiwai dunia filosofi, Andhika yang ngga boleh jadi penulis sama emaknya tapi bersikeras ingin jadi penulis.
Terus siapa tiga biangnya Unyu?
Bunda Erin pastinya, tempat curhatnya anak-anak CeKers ini, tokoh yang cerewet sekaligus prefeksionis namun selalu menebarkan semangat dan aura positifnya. Abah Yoyok, Kalau denger namanya pertama yang keinget langsung sama pantun kocaknya abah dan gombal gambulnya. Ayah Hand yang baik hati dan bijak.
Bagi kalian yang gabung dengan grup CK Writing di fb tentu tidak akan asing dengan nama-nama tokoh diatas. Tapi kalau belum ya monggo kenalan dulu..
CeKers Unyu-Unyu adalah novel yang memotivasi untuk tetap menulis. Di akhir setiap bab dari novel ini akan ditutup oleh pembelajaran yang disebut kelas. Kalau di bab pertama yang berarti pembelajarannya namanya kelas pertama, karena ada sepuluh bab maka ada sepuluh kelas pembelajaran. Mantep kan? Kapan lagi baca novel yang sekalian dapet pesannya tanpa kamu lebih dulu berpusing ria nyari sendiri maksudnya? hihi..
Nih yang paling aku suka pembelajaran yang bagian memberikan kritik. Kata Ayah Hand kalau mau mengkritik ya harus dengan kalimat yang baik sekaligus memberikan solusi. Kebanyakan dari kita kan suka mengkritik tapi jarang sekalian ngasih solusi. Kalau mengkritik harus hati-hati karena kadang meskipun kita udah coba milih kata-kata yang baik tetep aja penerimaan orang yang di kritik ngga selalu baik, mungkin karena itu juga makanya seanjutnya bunda bikin kelas pembelajaran bagaimana menerima kritik. Emang sih ada yang bilang  kalau mengatakan selalu lebih mudah dari melakukan. Tapi ngga ada salahnya dicoba.
Tidak hanya Bunda Erin saja yang selalu menebarkan semangat menulisnya, ada Ayah Hand dan Abah yoyok serta teman-teman di CK Community. mereka yang peduli pada proses penciptakan tulisan-tulisan menjadikan saya sadar, bahwa tidak hanya saya yang mencintai dunia kata.
Buku ini pas banget buat remaja yang unyu, orang dewasa yang masih unyu atau mereka yang memaksakan diri jadi unyu. Salam unyu-unyu. Oiya bun..kapan-kapan kalau bikin novel lagi namaku masuk jadi tokoh pendukung ya. Hihi..

Hayo.. tebak mana yang lebih Unyu?

Review Buku Ceker's Journey Antologi Kasih Sayang Uniform

Cinta adalah menerjemahkan rasa dalam keberadaanya dia adalah sesuatu yang kasatmata

Judul Buku     : Uniform
Penulis             : Reni Erina
Penerbit          : PT. Elex Media Komputindo
Tahun terbit  : 2014
Tebal                : xii+144 Halaman
Harga               : Rp. 28.800


Pas tau Para Cekers bikin buku, aku langsung ngacir ke Gramedia buat boyong ke rumah. Aku Mencari-cari diantara jejeran buku-buku baru tapi engga ketemu, sempet minta tolong sama Mas-mas Gramedia buat bantu nyariin tapi tetep ngga berhasil nemuin. Kali kedua ke gramedia di lokasi berbeda, nyari lewat computer ternyata masih ada stok 8 biji. Kali ini di bantu sama Mbak-mbak gramedia setelah muter-muter ternyata bukunya malah ada didepan mata, Uniform berjejer sama Culun Love Story. Keduanya langsung aku boyong ke rumah. Dan eng ing eng… dua belas cerpen hasil karya peserta WTC II, ajang karantina penulisan selama dua hari di Anyer tersaji apik dalam buku ini.

Cerpen pertama milik Aulia Ratri yang berjudul Petrichor dan Lelaki Berpayung Hujan mengisahkan tentang cewek yang jatuh cinta kepada seorang cowok yang selalu berdiri ditengah jembatan di kala hujan sambil membawa payung. Ternyata cowok itu sedang mengenang seorang cewek  yang pernah dicintainya. Ada satu kalimat yang aku suka dari cerpen karya gadis berkerudung ini yaitu : 

Hujan yang menuntunku kepada lelaki itu, memberiku rasa, dan membisikkan tentang cinta. Hujan juga yang menarik langkah kakiku menghampirinya, mengenalnya.

Aku sempat bertanya-tanya kenapa buku ini dinamakan Uniform. Pertanyaanku terjawab dihalaman 98. Uniform sendiri adalah salah satu judul cerpen karya Shina El Buchori. Berkisah tentang seorang cowok yang selalu mengejar bus yang sama setiap pulang sekolah agar bisa duduk berdampingan dengan seorang gadis. Pertemuan keduanya selalu berlatar frame bisu, karena si cewek seperti menjaga jarak, mereka hanya berkomunikasi dalam diam dan memiliki bahasa isyarat yang hanya mereka saja yang tahu, Biarpun pada akhirnya kisah cinta ini tidak berakhir bahagia namun aku sangat suka cerpen ini karena gaya bahasa Shiena mengalir dan pemilihan kata yang indah.

Sepuluh kisah lainnya yang tak kalah manis seperti Empaths In Love-Ruby Atsari tentang Briana, makcomblang yang jatuh cinta, Pucuk Arjuna-nya Marini yang berlatar budaya Bali, Indahnya Patah Hati milik Andhika Ramadhan yang berkisah tentang gadis bijaksana yang patah hati bernama Inez, Pangeran Pemetik Bintang-nya Nury Purwanti yang kocak, Kisah Nery yang tidak bisa melupakan febri dalam Cinta Seratus Rupiah milik Lia Falsista, Kecemburuan Albi pada Cakra Khan di cerpen Nyitnyit cinta Monyet-nya Zhibril Ababil, Cowok di Warung Cendol yang bikin Sasha jatuh cinta karya Nova Amalia, Gadis tomboy yang jatuh cinta pada sahabatnya di Caffein-Underline-nya Natalia Desimoro, Kisah cinta masa kecil dalam Sajak Promnite-nya Hilal Ahmad, Rasa yang tertinggal di Casa Krakatoa-Naminist popy tentang cerita cinta pembalap liar, menemani pembaca lembar demi lembar dari buku ini.

Meski beberapa ending cerpen mudah ditebak, namun setiap cerpen memiliki kekhasan masing-masing baik bahasa, alur maupun setting cerita maka membaca buku ini tidaklah akan membosankan, terlebih lagi bahasa yang digunakan para penulis muda tidak bertele-tele dan cantik. Buku ini cocok bagi remaja yang mencintai dunia kata. Cover nya pun tidak kalah unyu dari Bunda Erin, Gambar jamnya keren, warna covernya kalau dilihat-lihat menimbulkan sensasi nyaman, bikin pengen langsung di plastikin biar ngga lecek.

Sebagai pemrakarsa Bunda Erin berhasil membuat remaja lebih berdaya dengan cara menggiring remaja berkarya dan ngga sekedar hura-hura. Seperti yang jelas tertulis di cover belakang buku, hadirnya buku antologi kasih sayang ini dipersembahkan untuk memaknai bahwa rasa itu selalu ada. Setiap saat, dalam tiap kesendirian maupun kebersamaan, dalam tiap tawa ataupun kesedihan. Selamat membaca.. Salam unyu-unyu..

Pose Bareng Uniform 



Jodoh Itu Perkara Allah

"Ini cincin kalau misalnya muat di jari ceweknya mas, Insya Allah Jodoh" 
Aku tersenyum tawar mengingat dialog itu beberapa tahun silam. Menatap benda bulat berlubang terbuat dari perak yang dilapisi emas. Dibagian lingkaran dalamnya terukir sebuah nama. seseorang dari masa lalu. Aku sudah lupa..
Kemaren beberapa teman aku memasang DP hasil screen capture bagaimana seorang dr Ryan Thamrin mengaggumi bidan. Aku ragu itu dokter Ryan Thamrin asli, eh benaran kan itu ternyata akun palsu tapi karena mencari pembenaran itu aku jadi tau kalau dokter itu masih single..
Ganteng. Mapan. Baik dan terkenal. Siapa yang engga mau coba? Kalau ada cewek yang engga suka sama tuh orang rasanya perlu mendatangi psikolog. hahaha.. 
well, blog kali ini engga akan membahas tentang dokter ganteng tersebut tapi tentang bagaimana orang yang udah dewasa dan siap nikah tapi engga ketemu-ketemu juga sama jodohnya. seseorang pernah ngomong sama aku " Jodoh itu kita yang milih, Allah yang menyetujui" saat itu aku mendebat habis orang tersebut soalnya menurutku jodoh itu ditangan Allah secara mutlak dan udah diatur bahkan sebelum kita lahir. Jadi.. sekeras apapun kita berusaha kalau emang engga jodoh ya.. engga bakalan berjodoh. Waallahu a'lam bishawab.. segala yang benar selalu datang dari Allah, yang salah datang dari aku pribadi.. Yang jelas nih ya.. Kita harus bisa mengukur diri kita, jika kita ingin mendapatkan pasangan yang baik yang dipilihkan Allah kita juga harus senantiasa berkaca pada diri kita serta terus memperbaiki diri bukankah "laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik, perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik juga" (An-Nur : 26) ? Sok tau banget aku ya.. ?
heem.. kata bunda Asma Nadia nih dibukunya La Tahzan For jomblo kalau kita masih single padahal udah siap married lahir batin tapi Mr. or Miss Right gak datang-datang juga alasannya adalah pertama kita tidak sesiap itu di hadapan Allah. Kedua bisa jadi Allah nyimpen yang terbaik untuk kita, untuk kesabaran kita, untuk keshalihan kita selama menunggu, untuk kebaikan-kebaikan yang kita lakukan. sebab Dia terlalu sayang sama kita untuk membiarkan kita menikah dengan sembarang orang, yang nantinya mungkin akan menganiayamu lahir ataupun batin. Terus bagaimana kalau sampai akhir hayat kita masih jomblo? 
Well, secara iman, Allah menyiapkan pendamping-pendamping pilihan di akhirat nanti, di surgaNya. Jadi tetep kebagian meski di alam lain. Secara logika, selama masih ada umur, kita engga akan pernah tahu takdir didepan kita. so let's keep in hope!!
Jadi jodoh itu perkara Allah.. Jodoh tidak ditentukan dari ucapan tukang cincin yang lagi ngejual barang dagangannya... 



Dongeng

"Kamu tahu dongeng bawang merah sama bawang putih ngga?" Tanyaku kepada kedua sepupuku, yang satu berusia 12 tahun satunya lagi berusia 8 tahun, keduanya serempak bilang "Engga".
"Kalau Si jubah Merah?" 
"Engga"
"Snow White?Cinderella? 3 Babi Kecil?"
"Engga"
Saya menarik nafas panjang sambil geleng-geleng kepala anak-anak sekarang lebih hapal robot-robot di transfomer dibandingkan tokoh-tokoh dongeng, saya memandang sedih kedua sepupu saya lalu mulai menceritakan dongeng yang mereka pilih dengan bahasa saya yang ala kadarnya. 
Waktu kecil saya suka baca dongeng, bude saya kalau pulang dari kota suka membawakan saya buku-buku cerita dari mulai beauty and the beast, snow white, sleeping beauty, putri dan pangeran angsa, the little marmaid dan banyak lagi. Kalau cerita-cerita asli Indonesia seperti Bawang merah bawang putih, Ande-ande lumut, Panji semirang, Timun mas saya tahunya dari televisi atau buku-buku di perpustakaan sekolah. Dulu waktu saya MI ada salah -satu stasiun televisi yang menayangkan dongeng dari Indonesia. Sayang sekali acara-acara seperti itu sudah tidak ada.
Saya inget banget bapak saya pernah satu kali mendongeng untuk saya. Cerita yang belakangan saat mulai "gede" saya baru tahu kalau waktu itu bapak saya menceritakan dongeng dengan mengarang bebas pantes agak-agak engga nyambung tapi kenangan yang walau hanya sekali itu masih saya ingat sampai sekarang. Oke abaikan!
Kata Psikolog nih ye mendongeng akan membentuk anak mampu berempati, rangsangan akan lebih baik jika dilakukan dengan merangsang indera pendengaran dibandingkan visual dengan pendengaran dan cerita yang memiliki pesan positif anak-anak akan jadi lebih peka terhadap perasaan orang lain. Nah selain merangsang anak untuk berempati , manfaat mendongeng lainnya juga bisa menjadikan akan lebih imajinatif terus mengutip kata-kata om Albert Einstein imajinasi lebih berharga dibanding pengetahuan. Logika akan membawa anda dari A ke B Imajinasi akan membawa anda kemana-mana.
Suatu hari nanti jika ada umur dan ada kesempatan saya ingin mendongeng untuk anak-anak saya atau setidaknya mencekoki anak-anak saya dengan buku-buku dongeng biar mereka pinter berimajinasi kaya om Einstein ^0^ *Tujuan Mulia* *Pilihan Ibu Bijak*

Jatuh cinta diam-diam

Setu Babakan 26 Agustus 2013 05.38 PM

6 tahun lalu.... 
"Gadis SMA kelas X itu selalu duduk didepan pintu kelas, matanya bersiap menengok ke kelas lain yang terletak di ujung, Kelas XI. Matanya awas mengintai, dia berharap seseorang yang namanya terus-menerus ia sebut di dalam hati muncul barang hanya 1 detik, dan kemunculan orang itu secara ajaib menghilang perasaan sesak di dadanya. Senyumnya mengembang seketika"

5 tahun lalu...
"Kini Gadis itu telah naik ke kelas XI. Kabar yang ia terima hari ini mengguncang perasaannya.  seseorang yang namanya terus-menerus ia sebut di dalam hati telah memiliki seorang kekasih. Adik kelasnya. Ia sama sekali tidak menitikkan air mata. Hanya lantunan doa yang dia panjatkan, kebiasaan mengintainya dari jauh seseorang yang namanya terus-menerus ia sebut didalam hati masih selalu ia lakukan, karena dari situ ia merasa bahagia"

4 tahun lalu...
"Gadis itu sekarang kelas XII, Berita duka itu ia dengar dari guru bahasa indonesianya, seseorang yang namanya terus-menerus ia sebut didalam hati pergi untuk selama-lamanya. Konon katanya karena kanker Paru-paru . Ia menulis sambil menitikkan airmata. Innalillahi Wa inna ilaihi Roji'un"

“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan.  Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian."Marmut Merah Jambu -Raditya Dika -”

Kali pertama aku jatuh cinta padanya


Setu Babakan, 10 Agustus 21013 7:18 PM

Kurang lebih 5 tahun, aku nyari buku ini, buku yang bikin aku jatuh cinta langsung sama penulisnya, Asma Nadia. Pertama kali aku ketemu tuh buku di Perpustakaan Daerah Brebes yang lokasinya ngga jauh dari SMA Negeri 2 Brebes, SMA-ku . Saking bagusnya tuh buku pas aku aku udah selesai baca, buku itu keliling secara ajaib dari tangan ke tangan sampai antar kelas.
Buku ini menceritakan tentang cewek jilbab yang tomboy bernama Jo yang pacaran sama Kas. Jo belum pernah pacaran dan sama sekali tidak minat. Beda banget sama Kas yang sejak SMU sudah punya gebetan. Jo, anak terakhir dari empat bersaudara yang semuanya cewek. Ketiga kakaknya juga berjilbab, tapi kepribadian mereka beda banget dengan kelakuan Jo sehari-hari yang tomboi dan seenaknya sendiri. Jo bahkan menyebut mereka `makhluk steril`karena kakak-kakaknya itu "akhwat" banget. Masalahnya, cowok bernama Kas itu ganteng banget. Wajah indo, tubuh tinggi, dan penampilannya keren abis! Wajar kalau Kas jadi rebutan cewek-cewek di kampus. Dan bukan hanya fisik, Jo juga menemukan kesungguhan yang mengagumkan pada diri cowok itu. 
Buku yang ngga cuma menyajikan tentang kisah cinta Jo sama Kas, tapi juga dibumbui sama kisah persahabatan (ciri buku bunda Asma Nadia  yang ngga melulu tentang cinta). 
Buku yang sebenarnya islami banget tapi dibikin dengan sangat gaul, unik dan kocak . Pesannya pun tidak menggurui, bahasanya ringan dan ngga perlu mikir lama buat memahami setiap katanya. Nih ya kalau ngga percaya aku ketik in petikan percakapannya Jo sama Kas yang kocak.
***
Stasiun UI Depok, 2003
Jo dan Kas bertemu lagi. Setelah tahun-tahun SMU yang lepas. sekarang keduanya sudah kuliah, tingkat dua.
"Apa kabar, Jo?" sapa Kas.
"Alhamdulillah, baik, kamu?"
"Never been better"
Jo dan Kas saling pandang, mengamati dan menemukan tak banyak perubahan di keduanya. Hanya kerudung kecil yang sekarang menutupi rambut panjang Jo yang biasa dikepang dua. tapi selebihnya...
"Kamu masih senang pakai baju cowok!" cetus Kas tertawa.
Jo berkilah," Siapa bilang jins pakaian cowok?"
"Aku"
"Dan kamu masih senang pakai baju cewek!" Jo mencibir. Kas ganti tertawa.
"Siapa bilang turtleneck milik cewek?"
"Aku, Barusan"
Keduanya tertawa. lalu menebus masa lalu yang terlewat dengan berbagai cerita. Kas si anak tunggal, bercerita tentang kebijaksanaan baru papi dan maminya.
"mereka sekarang tak lagi khawatir melepasku di jalan, Jo. setelah kuliah aku kemana-mana diizinkan naik kereta, padahal aku lagi enjoy-enjoynya diantar-jemput, hehe. apalagi udah bisa bawa mobil sendiri."
sedang Jo bercerita tentang kakak-kakaknya. kegigihan mereka yang akhirnya berhasil meluluhkan cewek itu.
"Baru dua bulan pakai kerudung, Kas"
"Boleh dibuka ngga kalau gerah?"
Jo tertawa.
"Ini komitnen seumur hidup, Bung! Gak lah. Makanya aku kan mikir banget waktu mau make. Ternyata.. oke aja kok. lebih panas di neraka, begitu kata kakakku selalu bilang"
Betul juga. Kas mengangguk-angguk.
"Orangtuaku tak terlalu dalam soal agama Jo. Jadi..."
"Jadi?"
"Jadi, yah..." Kas menggantung kalimatnya. Menatap Jo yang menunggunya penasaran. "jadi aku gak diharuskan pakai jilbab seperti kamu!"
Hihi.. bisa melucu juga Kas sekarang
***
Aku nemuin buku ini di situs gramediaonline.com pas lagi nyari buku "Ketika Mas Gagah Pergi-nya" mba Helvy Tiana Rossa. Lucky Me.. yang muncul malah buku itu. Seneng banget pas nemuin, harganya cuma 10.000. ditambah ongkir 8.000. pas buku itu nyampe ke rumah, aku jingkrak2, senyum lebaaaar banget sampe-sampe orang rumah bingung,. Terimakasih banget sama pak ekspedisi yang dateng tepat sebelum aku mudik ke Brebes. Yeeeay...