Showing posts with label galau cerdas. Show all posts
Showing posts with label galau cerdas. Show all posts

Cantik saja tidak cukup

“Menurutmu wajah perempuan itu biasa aja kan? Kenapa suamiku ngga bisa lepasin dia?”
Dialog itu berputar dalam pikiranku. Bercabang menjadi kalimat-kalimat yang memenuhi sel saraf. Sepanjang waktu sejak 3 hari lalu.

Aku masih ‘kecil’ namun beberapa rekan kerja yang telah menikah tak segan menceritakan peliknya rumah tangga yang dihantui oleh ‘orang ketiga’. Merah padam. Kadang diwarnai tangis. Mereka yang tadinya bukan siapa-siapa mendadak menjadi orang paling dekat, curhat sepanjang malam melepas kesedihan.

lihatlah.. masalah percintaan kini bukan lagi tentang teman makan gebetan. Kakak kelas pujaan jadian sama kembang sekolah. Bukan pula tentang secret admirer yang ngumpet dari balik jendela ngeliatin idolanya lewat. Lebih jauh dari itu, masalah percintaan berputar-putar diantara topik perselingkuhan dan perceraian.

“Kenapa suamiku ngga bisa lepasin dia San? Apa aku kurang cantik?” 
lagi-lagi perempuan itu bertanya. Yah..Barangkali cantik saja tidaklah cukup. Barangkali lebih banyak kebahagiaan dari perempuan itu yang bisa ditawarkan kepada suaminya.Barangkali suaminya bukan tipe pria yang mudah bersyukur. Pria yang tidak tahan godaan. Ya.. sejuta barangkali. Yang jelas.. seseorang butuh kenyamanan untuk tetap tinggal.

Titik kejenuhan dan lelah pasti ada dalam suatu hubungan. Ketika saat itu tiba pasti ada hal yang harus dijadikan instrospeksi. Menilai diri sebelum menghakimi yang lain.  Jika masih menuntut maka belum menerima, jika masih merasa paling banyak berkorban berarti belum ikhlas. Jika masih merasa sakit berarti belum sabar.

Bagaimanapun urusan hati tidak ada yang bisa meramalkan. Hari ini cinta setengah mati, besoknya menyapa-pun tidak. Menggantungkan kebahagian kepada orang lain hanya akan membuat kecewa. Sebaik-baiknya tempat bersandar adalah Allah SWT. Dia pula yang membolak-balikan hati setiap manusia. Sibuk cerita dan minta pendapat kesana-kemari mungkin akan melegakan, tapi tidak ada yang bisa membantu bangkit selain niat dari dalam diri. Meskipun sebuah perpisahan dilakukan dengan cara amat sangat manis, pasti ada hal yang meletup nyeri di hati. Yang perlu diingat seperti halnya kebahagiaan, luka-pun tidak ada yang abadi. Jika berpisah membuat bernapas lebih lapang. Maka cobalah lepaskan..


*maaf aku lagi kacau jika ngga ada manfaat, tidak perlu repot ikutin sarat anak kecil yang culun, ingusan dan masih labil ini. selamat malam...


Sajak Februari

Saja Februari Oleh Helvy Tiana Rossa

1
cinta adalah rasa
yang kuucap dalam setiap desah
dan cuaca
tak sampai-sampai getarnya padamu

2
setiap hari embun meneteskan kesetiaannya pada pagi
seperti aku yang tak pernah berhenti menari
dalam mimpi tentangmu
dan jatuh

3
maka kutanyakan pada mungkin
ia memandangku dengan mata kaca
mengecup luka dan berkata
pergi dan pakailah kerudung airmatamu
sebab tak ada tempat untuk cinta di sini

4
Engkaukah itu yang berkata?
Semua pejalan di bumi, semua pencinta
pasti akan menderita
tapi bagaimana agar tiap gerak berarti
hingga malaikat pun sudi mengecup
semua luka kita yang mawar

engkaukah itu yang berkata, cinta?
sementara diam-diam kita berikan
keping luka dan risau kita
pada angin yang tak desau

5
Di dalam bis yang membawa banyak orang,
Kau cari aku hari itu.
Tapi kau tak tahu
aku telah mencarimu sejak pertemuan pertama kita
Mengapa kau sisakan peta buram yang sama
hingga aku tak pernah bisa menatap punggungmu

Di antara dinding dingin di sekitar kita
kau cari aku hari itu
tapi kau tak tahu
aku telah mencarimu bermusim-musim
dan selalu hanya pilu
yang memeluk dan membujukku
Pulanglah, kau sudah begitu lelah

6
Begitulah
kata telah lama berhenti
pada napas dan airmata
Di manakah kau, di manakah aku?
Labirin ini begitu sunyi
dan cinta terus sembunyi

7
Seperti gelombang yang setia pada lautan
aku telah lama kau campakkan
ke pantai paling rindu itu
tapi sebagai ombak aku memang harus kembali
meski dengan luka yang paling badai

8
Begitulah perempuanmu
memintal lalu menguraikan kembali
kenangan di sepanjang jalan kaca yang retak itu
Kau mungkin lupa pernah
menitipkan kilat asa di mataku
yang menjelma beliung
namun tak perlu bulan, lilin atau kunang-kunang
selalu kutemukan jejak juga napasmu
di jalan raya kehidupanku

Membayangkan wajahmu aku pun bermimpi
tentang matahari lain yang menyala suatu masa
Mungkin kita bisa saling memandang lama
melepas beliung abai yang menyiksa selama ini

9
:Aku telah berjuang untuk melupakanmu

Seperti baru kemarin kau datang dan kita bicara
sambil menatap ubin, dinding dan pohon jambu itu
Kau bilang tak mungkin, sebab
ada yang lebih penting kau selesaikan

Seperti angin yang tak sadar disapa waktu
aku berpura tak mendengar
Dia akan datang, kataku.
Tapi katamu, kau akan datang setelah urusan selesai.
Bagaimana kalau dia yang tiba lebih dahulu?
Siapakah yang harus kuabaikan?
Siapa yang perlu kulupakan?

Kita terdiam mengamini ubin, dinding dan pohon jambu
suara sapu ibu kos di ruang tamu, kendaraan lalu lalang
beberapa mahasiswa dengan jaket kuning melintas
mungkin sebentar lagi gerimis

Dalam sepi itu tiba-tiba kita pun teringat
perkataan seorang sahabat
Katanya kita punya sesuatu, semacam hubungan indah,
yang tak bisa dirumuskan

Ketika kau pulang senja itu
aku tahu mungkin kita tak akan berjumpa lagi
untuk waktu yang lebih dari lama
Menyakitkan, tapi bukankah
tak semua kebersamaan
harus jadi monumen
kadang lebih baik dibuang
biar usang dalam tong sampah

10
Dan akhir adalah permulaan
kau aku tak pernah menapaki mula
juga mungkin tak pernah sampai
pada selesai
seperti puisi yang kutanam
di kuntum hatimu

11
Hai

katamu aku tetap perempuan itu
tak henti menyelami lautan huruf
demi yang Maha Cinta

dan kau sangat tahu
atas nama cinta pula
telah kuputuskan berhenti
menuliskan kenangan tersisa
titik tanpa koma

GFEDCBA

ABCDEFG ? Apa kamu memintaku untuk mengakui GFEDCBA (Girls Forgot Everything Done & Catches New Boys Again? hahaha.. 
Well GFEDCBA engga semuanya salah sih.. aku juga pernah merasa begitu.. tapi aku punya alasannya..
Seperti kisahku setahun silam, pria itu begitu baik, Sangat baik sampai sempat aku percaya bahwa aku diciptakan dari tulang rusuknya. Ia selalu bisa diandalkan. Apa yang aku butuhkan tanpa aku harus memintanya dia akan melakukan segalanya. Dia membuatku merasa istimewa sebagai seorang wanita, aku bahkan mampu melihat diriku sendiri dimatanya. Dia selalu memujiku didepan teman-temannya, sebaliknya dia mengkritikku dibelakang teman-temannya. Dia membuatku terhormat dihadapan teman-temannya dan setelah hubungan kami berakhir belakangan aku baru tahu setelah membaca qoute's pak Mario Teguh bahwa laki-laki yang bener ya yang seperti itu.. 
Pernah suatu hari saat aku terburu-buru turun dari angkot dan lupa membayar, dia yang ngejar supir angkot itu, dia ga bisa melihatku merasa bersalah (dan malu :p) terus-terusan karena lupa bayar, saat itu sudah malam dan gerimis sementara dia sedang tidak enak badan, tapi dia melakukannya. so sweet? mungkin..
teman-temanku bilang aku beruntung ada seseorang seperti dia, yang bisa nerima aku apa adanya, yang menyayangi dengan tulus. Tapi.. kisahku memilih takdirnya sendiri.. ada beberapa hal yang aku engga bisa nerima, sangat pribadi hingga aku tidak sampai hati membukanya disini. too hurt.. too complicated...
Aku patah dan memutuskan untuk pergi.. Ada yang bilang kalau move on itu urusan waktu dan orang baru. Aku percaya. Waktu tak perlu dicari, ia akan datang sendiri jika kita menjalaninya, sedangkan orang baru? yeah.. sempat terpikir kalau Allah SWT bakal memberikan gantinya yang lebih baik, lebih oke, lebih asyik itu salah satu motivasi terbesar ku biar ga terpuruk terus menerus, namun pada kenyataannya, memutuskan untuk membuka hati pada orang baru tidak semudah mengganti chanel tv. Aku harus benar-benar yakin kalau hatiku sudah memiliki PH yang netral. Aku tidak mau membiarkan seseorang masuk ke hatiku yang aku sendiri tidak yakin di huni oleh siapa..
Yah.. mungkin benar Girls Forgot Everything Done & Catches New Boys Again tapi bagi ku itu hanya sekedar sikap defensif, suatu mekanisme pertahanan diri agar aku bisa survive, melupakan segalanya, aku tidak mau berpegang pada masa lalu yang hanya menimbulkan luka.. lupakan segalanya, buang yang bikin sakit sambil terus memperbaiki diri lagi.. dan lagi...

Hati Vs Logika Part I

Mungkin kamu pernah menemukan seseorang yang begitu baik, mencintaimu begitu tulus, melakukan banyak hal untuk menyenangkan mu tapi kamu meskipun telah berusaha sekuat tenaga membuka hati tapi tak mampu mencintainya? 
Mungkin kamu pernah menemukan seseorang yang menyakitimu begitu banyak, melukaimu begitu sering, menjengkelkanmu setiap saat meskipun kamu berusaha membencinya setengah mati tapi ia sama sekali tak bisa kamu hindari?
Hati itu memilih, ia memilih siapa yang ingin tetap dibiarkannya tinggal disana, ia memutuskan siapa yang ia simpan didalamnya dan sedihnya logika yang cenderung lebih rasional malah jarang dimintai pendapatnya..Betul tidak?


Aku merasa tidak diterima

Jika aku merasa tidak diterima , maka aku akan pergi dalam diam, menggetaskan beberapa kenangan yang tidak ingin aku ingat. Keberadaanya memang telah membuatku melupakan titik demi titik dari masa lalu yang luka, tapi lambat-lambat  ia membuatku sadar...
Bersamanya tidak akan ada di masa depanku, dia terlampau baik, terlalu istimewa dan aku bukan seseorang  yang mungkin ditakdirkan bisa mengisi kekosongan hatinya.. too good to be true..
Maka jika nanti ia menemukanku lebih banyak diam, bertemu bahkan bicara tanpa kesan malu-malu (lagi)... mungkin saja aku sudah menguburnya sendirian...
Aku tidak suka berharap pada sesuatu yang memang aku tidak punya hak untuk itu, aku juga tidak mau bermimpi terlalu tinggi karena seandainya aku terjatuh, lukanya akan dalam sekali..
Mungkin melupakannya adalah salah satu cara untuk kembali menjalani hidup dengan bahagia, begitulah kira-kira..
Benar. aku menikmati wajahnya dalam diam.. mengaggumi senyumnya dalam hati, memendam rindu setiap tidak bersua, mengharapkan perhatian kecil yang dulu sempat ia berikan dan menyukai kegilaanku saat mengintainya dari jauh, walau sebenarnya dibalik semua itu aku sendiri masih perlu meyakinkan diri bahwa itu benar-benar 'love' dan lagi-lagi.. sikap acuhnya membuat aku bingung.. terhempas..lepas.. lalu jatuh.. mau tak mau membuatku 'mikir' kalau aku bukan siapa-siapa.. aku tidak berarti apa-apa.. aku merasa kalau aku hanya angin lalu yang muncul dihadapannya dan berlalu begitu saja..

Kurang Niat Mungkin

Pancoran, 14 September 2013 21.25 WIB

Dinas 48 jam mengharuskan saya ngeblog di loket, satu-satunya ruangan yang terhubung internet, di RB ada inpartu satu masih bukaan 6.
Barusan cerita-cerita sama teman yang suka traveling kemana-mana. Beruntung banget dia bisa pergi kemana-mana tanpa memikirkan ijin ibu yang susah didapat atau teman seperjalanan yang bisa diajak kemana aja. huft.. aku pengen.. pengeeen... tapi selalu saja kepentok kesana-kemari. Apa niat aku kurang kuat kali ya? Makanya engga jadi-jadi mulu tiap mau pergi atau sikap aku yang kebanyakan mikir jadi malah bikin semuanya engga terlaksana sama sekali. Ah elah...
Besok hari terakhir ngeblog dari serangkaian #30HariNonstopNgeblog.. ada post an yang spesial banget untuk di release besok....
puskesmas sepi.. orang-orangya lagi pada ikut capacity building.. sementara aku? berakar disini...

Ngeblur Semua

Setu Babakan 11.49 PM
Stalking tweet seseorang setiap menit tapi sekalinya orang itu update cuma retweet doang, Gedhek deh. Rela "kepo" in buat gali info sebanyak-banyaknya tentang orang yang lagi kamu taksir, Gaje banget. Ngasih "kode" secara tersirat berharap dia "ngeh" tapi orangnya malah engga "ngeh-ngeh" juga, pengen nimpuk rasanya. Ngirimin puisi tiap hari lewat sms yang bahkan engga pernah ada balesan, Nyesek ya.. Engga pernah ngegubris perhatian orang lain karena cuma fokus sama orang yang bahkan engga tau kalau kamu begitu perhatian sama dia,  Ahaaaay.. Gelo bin Alay Markolay... Semua itu jika aku boleh sebut adalah taktik merugikan orang yang sedang jatuh cinta. 
Mencintai mungkin mudah apalagi orang yang kita cinta memiliki kualitas seseorang yang sesuai dengan apa yang kita harapkan namun sering kita jatuh cinta pada orang yang tidak jatuh cinta juga dengan kita. Padahal kita sudah terlalu sering "melakukan hal-hal yang engga jelas demi sebuah rasa yang bernama cinta" dengan menarik perhatiannya secara berlebihan.. 
Bodoh mungkin tapi bukan cinta jika segala sesuatunya ada penjelasan, cuma sebagian kecil orang yang sadar pas lagi jatuh cinta, logika turut diikutsertakan. Banyaknya.. "ngeh" pas rasa itu lambat-lambat padam yang bersisa hanya perasaan malu saat mengingat hal-hal bodoh itu atau sering kita juga mengira kalau kita sedang jatuh cinta padahal cuma nafsu yang menggelapkan akal dan hati hingga kita merasa ini cinta. gitu ga? 
ah engga mau sotoy sebenarnya cuma aku menulis ini karena kehabisan ide aja mau nulis apa ini malam .. kan engga jelas 'kan....santi apa sih yang jelas.. nge blur semua.. remeng-remeng -________-



Jodoh Itu Perkara Allah

"Ini cincin kalau misalnya muat di jari ceweknya mas, Insya Allah Jodoh" 
Aku tersenyum tawar mengingat dialog itu beberapa tahun silam. Menatap benda bulat berlubang terbuat dari perak yang dilapisi emas. Dibagian lingkaran dalamnya terukir sebuah nama. seseorang dari masa lalu. Aku sudah lupa..
Kemaren beberapa teman aku memasang DP hasil screen capture bagaimana seorang dr Ryan Thamrin mengaggumi bidan. Aku ragu itu dokter Ryan Thamrin asli, eh benaran kan itu ternyata akun palsu tapi karena mencari pembenaran itu aku jadi tau kalau dokter itu masih single..
Ganteng. Mapan. Baik dan terkenal. Siapa yang engga mau coba? Kalau ada cewek yang engga suka sama tuh orang rasanya perlu mendatangi psikolog. hahaha.. 
well, blog kali ini engga akan membahas tentang dokter ganteng tersebut tapi tentang bagaimana orang yang udah dewasa dan siap nikah tapi engga ketemu-ketemu juga sama jodohnya. seseorang pernah ngomong sama aku " Jodoh itu kita yang milih, Allah yang menyetujui" saat itu aku mendebat habis orang tersebut soalnya menurutku jodoh itu ditangan Allah secara mutlak dan udah diatur bahkan sebelum kita lahir. Jadi.. sekeras apapun kita berusaha kalau emang engga jodoh ya.. engga bakalan berjodoh. Waallahu a'lam bishawab.. segala yang benar selalu datang dari Allah, yang salah datang dari aku pribadi.. Yang jelas nih ya.. Kita harus bisa mengukur diri kita, jika kita ingin mendapatkan pasangan yang baik yang dipilihkan Allah kita juga harus senantiasa berkaca pada diri kita serta terus memperbaiki diri bukankah "laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik, perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik juga" (An-Nur : 26) ? Sok tau banget aku ya.. ?
heem.. kata bunda Asma Nadia nih dibukunya La Tahzan For jomblo kalau kita masih single padahal udah siap married lahir batin tapi Mr. or Miss Right gak datang-datang juga alasannya adalah pertama kita tidak sesiap itu di hadapan Allah. Kedua bisa jadi Allah nyimpen yang terbaik untuk kita, untuk kesabaran kita, untuk keshalihan kita selama menunggu, untuk kebaikan-kebaikan yang kita lakukan. sebab Dia terlalu sayang sama kita untuk membiarkan kita menikah dengan sembarang orang, yang nantinya mungkin akan menganiayamu lahir ataupun batin. Terus bagaimana kalau sampai akhir hayat kita masih jomblo? 
Well, secara iman, Allah menyiapkan pendamping-pendamping pilihan di akhirat nanti, di surgaNya. Jadi tetep kebagian meski di alam lain. Secara logika, selama masih ada umur, kita engga akan pernah tahu takdir didepan kita. so let's keep in hope!!
Jadi jodoh itu perkara Allah.. Jodoh tidak ditentukan dari ucapan tukang cincin yang lagi ngejual barang dagangannya... 



Spirit Maker

Setu Babakan 28 August 2013 11.23 PM

Aku kenal orang itu dari dulu sejak kelas dua SMA tapi baru ketemu tanggal 2 syawal 1434 H kemarin. Bibirnya tidak pernah lepas dari senyum setidaknya itu yang paling aku ingat selama kurang dari 30 menit pertemuan pertama itu. 
Aku dan dia suka saling menyemangati. Ketika aku butuh bahu dia salah satu orang yang aku teriak-teriaki lewat sosial media :p atau misalnya saat dia benar-benar lagi galau aku orang yang siap  menepuk-nepuk bahunya pake emoticon (emang ada gitu emoticon yang nepuk-nepuk bahu?). seperti adik ke kakak atau sebaliknya. Sejak dulu aku pengen punya kakak cowok dan sejak dulu pula dia pengen punya adik cewek. cocok ^^v setidaknya untuk saat ini.
"I'm Back" Status dia beberapa hari yang lalu. Ceritanya dia mau ngilang gitu dari seseorang tapi menurut aku itu ngga berhasil, buktinya aku ngga ngerasa dia kemana-mana. hahaha..harusnya kalau mau ngelupain seseorang atau menghilang dari seseorang itu mbok ya yang total, hapus nomornya, uninstal sosial media yang bisa menghubungkan dengan orang tersebut atau bila perlu ganti hp yang bisa buat  sekalian senter, gitu ngga sih?
hemmm... jatuh cinta sendirian emang sakitnya luar biasa, bro.. be strong ya.. suau hari nanti kamu pasti bisa nemuin seseorang yang juga mencintaimu, jadi kamu ngga cape hati..

Aku    : Mas mungkin ngga karena kita terlalu deket makanya tuh cewek ngga mau nyamperin kamu?
Mr.E  : ah.. engga lah, San Mungkin ngga karena kita terlalu deket makanya tuh cowok ngga mau nyamperin kamu?"
Aku      : *Ngakak* Insya Allah engga, Jangan jatuh cinta sama aku ya?
Mr. E   : Hahaha...Masa Incest gitu?

Ah.. my brother.. mari sama-sama bilang untuk orang yang kita suka "Suatu hari nanti jika dia melihat kita bahagia, dia akan menyesal pernah membiarkan kita jatuh cinta sendirian"

Perbaiki diri... perbaiki diri..

Jatuh cinta diam-diam

Setu Babakan 26 Agustus 2013 05.38 PM

6 tahun lalu.... 
"Gadis SMA kelas X itu selalu duduk didepan pintu kelas, matanya bersiap menengok ke kelas lain yang terletak di ujung, Kelas XI. Matanya awas mengintai, dia berharap seseorang yang namanya terus-menerus ia sebut di dalam hati muncul barang hanya 1 detik, dan kemunculan orang itu secara ajaib menghilang perasaan sesak di dadanya. Senyumnya mengembang seketika"

5 tahun lalu...
"Kini Gadis itu telah naik ke kelas XI. Kabar yang ia terima hari ini mengguncang perasaannya.  seseorang yang namanya terus-menerus ia sebut di dalam hati telah memiliki seorang kekasih. Adik kelasnya. Ia sama sekali tidak menitikkan air mata. Hanya lantunan doa yang dia panjatkan, kebiasaan mengintainya dari jauh seseorang yang namanya terus-menerus ia sebut didalam hati masih selalu ia lakukan, karena dari situ ia merasa bahagia"

4 tahun lalu...
"Gadis itu sekarang kelas XII, Berita duka itu ia dengar dari guru bahasa indonesianya, seseorang yang namanya terus-menerus ia sebut didalam hati pergi untuk selama-lamanya. Konon katanya karena kanker Paru-paru . Ia menulis sambil menitikkan airmata. Innalillahi Wa inna ilaihi Roji'un"

“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan.  Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian."Marmut Merah Jambu -Raditya Dika -

Kita Ini Salah

Soto Ayam Gang Senggol
Brebes, 2 Syawal 1434 H

Aku dan kamu kembali ke tempat itu, tepat setahun berselang. Awalnya aku tidak menginginkan pertemuan itu. Tidak. Karena yah..tentu saja pertemuan itu tidak dibenarkan. Aku hanya ingin memberikan batasan yang jelas pada hubungan ini. Hubungan yang hanya mentok di kata "teman". hanya teman..tapi aku benar-benar membutuhkan bantuanmu saat itu jadi kupikir apa salahnya meminta tolong ? 
Aku mengamatimu. Detail. Senyummu terlihat lebih manis sekarang selain itu tidak ada yang berubah. 
"Kita ini salah" kataku ngotot sambil mengibaskan jari telunjukku. Kamu hanya membalasnya dengan senyum cengengesan. khas mu. Beberapa detik mata kita berpandangan. aku kalah kemudian memutuskan untuk mengaduk susu cappucinno. Pesananku.
"Aku  juga tahu.. tapi mau bagaimana lagi?" aku membeku. meresapi pikiranku sendiri. 
"Yang tahu hanya aku, kamu dan Tuhan" katamu lagi. Aku setuju kali ini. 
"Jadi kapan kita akan berhenti?" tanyaku menggoda.
"Saat aku dan kamu mempunyai pasangan masing-masing, saat itulah kisah ini berakhir" aku mengangguk beberapa kali lalu menatap jam dinding yang menyeringai masam.
"Mari pulang.." Ajakku padamu.

Dan dalam setiap doaku yang panjang, aku berharap kita tidak pernah bertemu

Dan dalam setiap doaku yang panjang
Aku berharap kita tidak pernah bertemu
karena.. kamu membawa lebih dari yang seharusnya
karena.. kamu menyakiti lebih dari yang sewajarnya
karena.. kamu menikamku lebih dari yang selayaknya
karena.. kamu mengoyakku lebih dari yang semestinya

Dan dalam setiap doaku yang panjang
Aku berharap kita tidak pernah bertemu
Karena aku harus mengikhlaskan banyak
Karena aku harus mengorbankan banyak
Karena aku harus melepaskan banyak
karena aku harus menitikan banyak

Dan dalam setiap doaku yang panjang
Aku berharap kita tidak pernah bertemu
karena kita adalah sesuatu yang dipaksakan..
karena kita adalah sesuatu yang terlalu dituntutkan..
karena kita adalah sesuatu yang terlalu dicocok-cocokan..
karena kita adalah sesuatu yang terlalu disama-samakan..

Dan dalam setiap doaku yang panjang
Aku berharap kita tidak pernah bertemu...
Agar yang hilang tak pernah ada
Agar yang kepunyaan tak pernah musnah
Agar yang melekat tak pernah luruh
Agar yang putih tak pernah ternodai

Dan dalam setiap doaku yang panjang...
Aku berharap kita tidak pernah bertemu...
Tidak pernah bertemu.. 


Tuhan.. Terimakasih..

Setu Babakan, 16 Agustus 2013


Berasa sakit pas liat foto itu, padahal gue ngga punya hak buat sedih sama sekali, ga mendasar juga kesedihan gue, karena bagaimanapun gue yang jelas-jelas menolak kehadirannya. 
Gue ngga habis pikir, mahkluk yang bernama cowok kenapa suka banget obral omongan gede yang belum tentu dia bisa penuhin, 
"cuma kamu yang gue sayang"
"cuma kamu yang ngga bisa gue lupain" 
"aku dah berusaha nyari yang lain tapi tetep dia ngga bisa gantiin kamu"
Halaaaaah Kambiiiiiiing!!!
emang bener kali, jangan janji kalau lagi seneng karena semua bakal mudah banget ngomongnya. *tari nafas*.
Nyesek.. awalnya dikit terus lama-lama malah ngga sengaja air mata netes. gue sedih karena gue bodoh banget pernah percaya omongan manusia kaya dia. Sedih banget sempet bela-belain dia didepan ortu gue. 
"Tuhan sayang sama kamu san..Dia nunjukin dengan gamblang kenapa kalian berdua seharusnya pisah, sayang air matamu, biarkan ia ngalir kalau kamu kelilipan aja, tak perlu diingat-ingat, masih banyak kesempatan yang lebih, makin banyak bertemu dengan orang yang memiliki watak yang berbeda jadi lebih banyak pengalaman dan Insya Allah jadi lebih bijak dalam bersikap, realistis aja, toh semua udah terjadi life must go on.. ngga ada yang salah, semuanya normal karena orang yang memutuskan untuk terikat suatu hubungan percintaan sadar selalu ada resiko sakit hati sebagai konsekuensinya. simpen air matamu untuk keharuan yang akan kamu dapatkan nanti" Duh.. sohib gue Mr. T bijak banget. gue merasa lebih baik. air mata gue langsung kering. gue langsung bisa senyum. Tuhan... makasih telah mempertemukan gue dengan manusia-manusia berhati malaikat yang membuat hidup gue lebih asyik..