Showing posts with label curcol. Show all posts
Showing posts with label curcol. Show all posts

Catatan awal tahun


Seharusnya catatan ini di tulis saat malam tahun baru, saat kembang api lagi jeder-jedernya, saat terompet lagi kenceng-kencengnya ditiup, saat stasiun tv swasta berlomba-lomba nayangin film-film box office. tapi apalah daya di malam pergantian tahun itu, gue justru lagi meringkuk diatas kasur, sendirian, hanya berteman sepi #halah kaya lagu..

Berhubung gue males dan males banget, akhirnya gue baru nulis sekarang. Tulisannya juga ga penting sih..

Pertama gue cuma mau bilang buat orang-orang yang pernah hadir terus ngilang ngga jelas makasih udah bikin gue sadar kalo kalian emang ga penting

Kedua gue mau bilang terimakasih buat yang masih tetap tinggal, ngga cuma di hati gue, tapi juga di kehidupan gue secara nyata. Kalian adalah anugrah terbaik yang dititipkan Tuhan buat bikin hari gue lebih jeder dari kembang api malam tahun baruan

Ketiga. Selesai.

Cantik saja tidak cukup

“Menurutmu wajah perempuan itu biasa aja kan? Kenapa suamiku ngga bisa lepasin dia?”
Dialog itu berputar dalam pikiranku. Bercabang menjadi kalimat-kalimat yang memenuhi sel saraf. Sepanjang waktu sejak 3 hari lalu.

Aku masih ‘kecil’ namun beberapa rekan kerja yang telah menikah tak segan menceritakan peliknya rumah tangga yang dihantui oleh ‘orang ketiga’. Merah padam. Kadang diwarnai tangis. Mereka yang tadinya bukan siapa-siapa mendadak menjadi orang paling dekat, curhat sepanjang malam melepas kesedihan.

lihatlah.. masalah percintaan kini bukan lagi tentang teman makan gebetan. Kakak kelas pujaan jadian sama kembang sekolah. Bukan pula tentang secret admirer yang ngumpet dari balik jendela ngeliatin idolanya lewat. Lebih jauh dari itu, masalah percintaan berputar-putar diantara topik perselingkuhan dan perceraian.

“Kenapa suamiku ngga bisa lepasin dia San? Apa aku kurang cantik?” 
lagi-lagi perempuan itu bertanya. Yah..Barangkali cantik saja tidaklah cukup. Barangkali lebih banyak kebahagiaan dari perempuan itu yang bisa ditawarkan kepada suaminya.Barangkali suaminya bukan tipe pria yang mudah bersyukur. Pria yang tidak tahan godaan. Ya.. sejuta barangkali. Yang jelas.. seseorang butuh kenyamanan untuk tetap tinggal.

Titik kejenuhan dan lelah pasti ada dalam suatu hubungan. Ketika saat itu tiba pasti ada hal yang harus dijadikan instrospeksi. Menilai diri sebelum menghakimi yang lain.  Jika masih menuntut maka belum menerima, jika masih merasa paling banyak berkorban berarti belum ikhlas. Jika masih merasa sakit berarti belum sabar.

Bagaimanapun urusan hati tidak ada yang bisa meramalkan. Hari ini cinta setengah mati, besoknya menyapa-pun tidak. Menggantungkan kebahagian kepada orang lain hanya akan membuat kecewa. Sebaik-baiknya tempat bersandar adalah Allah SWT. Dia pula yang membolak-balikan hati setiap manusia. Sibuk cerita dan minta pendapat kesana-kemari mungkin akan melegakan, tapi tidak ada yang bisa membantu bangkit selain niat dari dalam diri. Meskipun sebuah perpisahan dilakukan dengan cara amat sangat manis, pasti ada hal yang meletup nyeri di hati. Yang perlu diingat seperti halnya kebahagiaan, luka-pun tidak ada yang abadi. Jika berpisah membuat bernapas lebih lapang. Maka cobalah lepaskan..


*maaf aku lagi kacau jika ngga ada manfaat, tidak perlu repot ikutin sarat anak kecil yang culun, ingusan dan masih labil ini. selamat malam...


Bersyukur Sebanyak-banyaknya

Aku sudah mengemasi semua barangku hari ini. Meninggalkan lokerku dalam keadaan setengah penuh oleh barang-barang temanku. Aku memeluk ka indah dan ka lina, petugas RB yg jaga malam hari ini, berpamitan pada mereka dan berjanji akan main kapan-kapan.. i'll miss them..
Ya.. hari ini terakhir dines di Pkm Pancoran dan hari senin sudah mulai menjalani rutinitas baru ditempat yang baru.
Sedih memang, harus meninggalkan mereka yang sudah seperti keluarga, orang-orang baik yang Allah SWT kenalkan padaku.. Bagaimanapun di tempat ini  aku banyak belajar, banyak tertawa dan banyak senengnya.
Sederetan pertanyaan menumpuk-numpuk
Apakah aku akan menemukan sahabat seperti mereka?
Bagaimana nanti jika aku tidak bisa beradaptasi dengan baik dengan orang-orang di tempat yang baru?
Bagaimana jika aku tidak betah?
Lalu ada ketakutan-ketakutan lain yang bergelayut.. pikiran yang bercabang seperti sedih sendiri lalu menabahkan diri, menabahkan diri lalu sedih lagi..begitulah aku selalu aneh dan pikiranku suka berputar-putar sendiri
Memang.. aku pernah berkata dalam hati seandainya tidak ditempatkan di pancoran lagipun tak apa, karena pikirku dengan pindah tempat kerja setidaknya satu hal yang pasti aku akan memperoleh teman baru, kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih luas, tapi.. nyatanya meninggalkan tempat ini cukup memberatkan hati juga.
Harusnya aku ga perlu begini kan? daripada sedih mulu aku harusnya banyak-banyak mengucapkan Alhamdulillah..iya kan?
Huhuhu... kemaren ada yang bilang masih enak kamu San, ditempatin di sekitaran Jakarta.. lah temen saya yang di taro di Kalimantan bahagia-bahagia aja.. harus banyak bersyukur San.. jalani aja.. lama-lama juga betah..
Baca kata-katanya kawan aku itu jadi semangat.. denger kata-katanya si hipermegabrutal apa lagi.. "Masih deket.. masih bisa sering ketemu.. bagaimanapun harus tetap bersyukur"
Tuh kan.. pada nyuruh bersyukur semua..
Duh Gusti... maaf jika syukurku tertutupi oleh kekhawatiran-kekhawatiran yang sebenarnya tidak pasti..
Fighting, San!!!

Aku merasa tidak diterima

Jika aku merasa tidak diterima , maka aku akan pergi dalam diam, menggetaskan beberapa kenangan yang tidak ingin aku ingat. Keberadaanya memang telah membuatku melupakan titik demi titik dari masa lalu yang luka, tapi lambat-lambat  ia membuatku sadar...
Bersamanya tidak akan ada di masa depanku, dia terlampau baik, terlalu istimewa dan aku bukan seseorang  yang mungkin ditakdirkan bisa mengisi kekosongan hatinya.. too good to be true..
Maka jika nanti ia menemukanku lebih banyak diam, bertemu bahkan bicara tanpa kesan malu-malu (lagi)... mungkin saja aku sudah menguburnya sendirian...
Aku tidak suka berharap pada sesuatu yang memang aku tidak punya hak untuk itu, aku juga tidak mau bermimpi terlalu tinggi karena seandainya aku terjatuh, lukanya akan dalam sekali..
Mungkin melupakannya adalah salah satu cara untuk kembali menjalani hidup dengan bahagia, begitulah kira-kira..
Benar. aku menikmati wajahnya dalam diam.. mengaggumi senyumnya dalam hati, memendam rindu setiap tidak bersua, mengharapkan perhatian kecil yang dulu sempat ia berikan dan menyukai kegilaanku saat mengintainya dari jauh, walau sebenarnya dibalik semua itu aku sendiri masih perlu meyakinkan diri bahwa itu benar-benar 'love' dan lagi-lagi.. sikap acuhnya membuat aku bingung.. terhempas..lepas.. lalu jatuh.. mau tak mau membuatku 'mikir' kalau aku bukan siapa-siapa.. aku tidak berarti apa-apa.. aku merasa kalau aku hanya angin lalu yang muncul dihadapannya dan berlalu begitu saja..

Kurang Niat Mungkin

Pancoran, 14 September 2013 21.25 WIB

Dinas 48 jam mengharuskan saya ngeblog di loket, satu-satunya ruangan yang terhubung internet, di RB ada inpartu satu masih bukaan 6.
Barusan cerita-cerita sama teman yang suka traveling kemana-mana. Beruntung banget dia bisa pergi kemana-mana tanpa memikirkan ijin ibu yang susah didapat atau teman seperjalanan yang bisa diajak kemana aja. huft.. aku pengen.. pengeeen... tapi selalu saja kepentok kesana-kemari. Apa niat aku kurang kuat kali ya? Makanya engga jadi-jadi mulu tiap mau pergi atau sikap aku yang kebanyakan mikir jadi malah bikin semuanya engga terlaksana sama sekali. Ah elah...
Besok hari terakhir ngeblog dari serangkaian #30HariNonstopNgeblog.. ada post an yang spesial banget untuk di release besok....
puskesmas sepi.. orang-orangya lagi pada ikut capacity building.. sementara aku? berakar disini...

NgeGantung

huaaaa... hari ini saya libur dan seharian berkutat dengan jarum, kain flanel sama kertas HVS..
saya abis bikin sesuatu..nanti kapan-kapan saya post tutorialnya.. oke..? sekarang engga bisa ngomong panjang lebar, jam udah nunjukin 11.13 PM, aku belum sikat gigi, belum ganti sprei kasur , belum beresein pita-pita, benang, jarum yang masih kececer..mata udah kriyep-kriyep..
pelajaran yang didapat hari ini.. " rela melakukan hal-hal engga jelas demi sebuah rasa yang bernama cinta" penjelasanya besok-besok aja deh ya..nite...

Jodoh Itu Perkara Allah

"Ini cincin kalau misalnya muat di jari ceweknya mas, Insya Allah Jodoh" 
Aku tersenyum tawar mengingat dialog itu beberapa tahun silam. Menatap benda bulat berlubang terbuat dari perak yang dilapisi emas. Dibagian lingkaran dalamnya terukir sebuah nama. seseorang dari masa lalu. Aku sudah lupa..
Kemaren beberapa teman aku memasang DP hasil screen capture bagaimana seorang dr Ryan Thamrin mengaggumi bidan. Aku ragu itu dokter Ryan Thamrin asli, eh benaran kan itu ternyata akun palsu tapi karena mencari pembenaran itu aku jadi tau kalau dokter itu masih single..
Ganteng. Mapan. Baik dan terkenal. Siapa yang engga mau coba? Kalau ada cewek yang engga suka sama tuh orang rasanya perlu mendatangi psikolog. hahaha.. 
well, blog kali ini engga akan membahas tentang dokter ganteng tersebut tapi tentang bagaimana orang yang udah dewasa dan siap nikah tapi engga ketemu-ketemu juga sama jodohnya. seseorang pernah ngomong sama aku " Jodoh itu kita yang milih, Allah yang menyetujui" saat itu aku mendebat habis orang tersebut soalnya menurutku jodoh itu ditangan Allah secara mutlak dan udah diatur bahkan sebelum kita lahir. Jadi.. sekeras apapun kita berusaha kalau emang engga jodoh ya.. engga bakalan berjodoh. Waallahu a'lam bishawab.. segala yang benar selalu datang dari Allah, yang salah datang dari aku pribadi.. Yang jelas nih ya.. Kita harus bisa mengukur diri kita, jika kita ingin mendapatkan pasangan yang baik yang dipilihkan Allah kita juga harus senantiasa berkaca pada diri kita serta terus memperbaiki diri bukankah "laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik, perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik juga" (An-Nur : 26) ? Sok tau banget aku ya.. ?
heem.. kata bunda Asma Nadia nih dibukunya La Tahzan For jomblo kalau kita masih single padahal udah siap married lahir batin tapi Mr. or Miss Right gak datang-datang juga alasannya adalah pertama kita tidak sesiap itu di hadapan Allah. Kedua bisa jadi Allah nyimpen yang terbaik untuk kita, untuk kesabaran kita, untuk keshalihan kita selama menunggu, untuk kebaikan-kebaikan yang kita lakukan. sebab Dia terlalu sayang sama kita untuk membiarkan kita menikah dengan sembarang orang, yang nantinya mungkin akan menganiayamu lahir ataupun batin. Terus bagaimana kalau sampai akhir hayat kita masih jomblo? 
Well, secara iman, Allah menyiapkan pendamping-pendamping pilihan di akhirat nanti, di surgaNya. Jadi tetep kebagian meski di alam lain. Secara logika, selama masih ada umur, kita engga akan pernah tahu takdir didepan kita. so let's keep in hope!!
Jadi jodoh itu perkara Allah.. Jodoh tidak ditentukan dari ucapan tukang cincin yang lagi ngejual barang dagangannya... 



Sekian (Untuk Tragedi) Hari Ini

Setu Babakan, 4 Sept 2013 11.16 PM
Hari ini gue ngangkot. Bukan hal yang aneh sih sebenarnya mengingat dari dulu gue emang hobi ngangkot, cuma karena udah lumayan lama bawa motor mulu , ngangkot hari ini udah kaya bernostalgia. 
Jadi motor gue sore tadi dibawa sama si cepot terus karena gue juga udah cape dari pagi udah menuju sunter terus balik lagi ke srengseng dalam keadaan setengah emosi, akhirnya pas temen ngajak kumpul di PGC abis ashar gue mutusin buat berangkat (lagi) naik kopaja. Setidaknya selain gue ngga perlu cape nyetir dan fokus ke jalan terus, gue jadi tahu kalau sekarang tarif kopaja udah naik jadi 3000 rupiah mau jauh ataupun deket. Haseeekk...
Thanks God.. Kopajanya kosong. Gue langsung duduk di bangku nomer dua dari depan deket pintu. Seneng deh sampai turun di kalibata duduk sendirian. Jarang-jarang kan? Sampai di kalibata gue naik 57. Kurang beruntung berdiri sampai depan PGC. hahay..
Abis ngobrol-ngobrol sama temen jam 7 malam, kami memutuskan pulang. dan gue naik kopaja lagi.. (dulu ada yang bisa langsung di calling buat jemput haha  #Abaikan!) 
Pas di Pasar Minggu, gue baru ketemu kopaja 616. Satu-satunya kendaraan umum dari pasar minggu yang lewat depan gang kontrakan gue. Sebenarnya tuh Kopaja harusnya udah bisa gue temuin dari depan makam kalibata tapi karena ulah supir yang pada engga mau rugi, Kopaja yang berangkat dari Cipedak udah sore biasanya langsung putar balik di Pasar Minggu, engga ke Blok M yang sebenernya terminal tujuan akhir. Jadi deh harusnya gue cuma ngangkot dua kali tapi malah jadi tiga kali. engga apa-apa wis..
Ketemu kopaja 616 gue duduk dibangku yang untuk dua orang dideket pintu belakang. Gue senderkan dagu dikisi kaca jendela terus sibuk mengamati orang-orang yang berlalu lalang. Ada ibu sama dua orang anaknya yang engga pake sendal, ada pedagang asongan yang sempat nawarin gue dagangannya namun gue balas dengan gelengan kepala, ada anak muda yang berumur sekita 17 tahun udah merokok dengan cueknya, ada bapak-bapak yang berjalan dengan kaki terseok terus ada juga tukang tahu gejrot. Gue iseng mikir biasanya nih ya kalau pulang jam segitu ada pengamen yang bawa-bawa gitar, muka sama suaranya oke banget :P tapi tadi engga keliatan mungkin takut kali ya sama satpol PP yang kendaraannya berjejer sepanjang jalan di Pasar Minggu. Terlalu fokus ngeliat mereka gue engga sadar, ternyata di samping gue udah ada cowok duduk. Dan tragedi itu dimulai..
Kopaja mulai jalan, semula engga ada yang aneh sampai kopaja berhenti setelah terowongan pasar minggu ada kopaja 616 yang mogok. Semua penumpangnya pindah ke kopaja yang gue naiki. Langsung Full. Kopaja jalan lagi, melewati lampu merah yang dideket perlintasan kereta, gue masih sibuk melempar pandangan ke luar jendela masih sempet ngeliat ada tulisan "Jual batrei HP dari 10.000 sampai 185.000" didepan pom bensin. Nah pas sampai di deket kampus gue, perasaan gue udah mulai engga enak. gue ngerasa ko sebelah kanan gue berasa tambah berat ya? jangan-jangan... cowok di samping gue tidur lagi. Otak gue berspekulasi, mau nengok engga berani. gue cuma bisa waspada. lama-lama.. berasa di pundak ada yang terantuk-antuk. Tuh kan.. bener.  cowok disamping gue tidur. TIDUR SAUDARA-SAUDARA dengan kepala yang nyundul-nyundul pundak gue. Asli. Engga Nyaman. RISIH, rasanya pengen gue singkirin tuh kepala tapi gue engga punya nyali. Jangankan nyingkirin ngomong aja gue engga berani. Payah banget. Gue yakin oarng-orang bisa ngeliat muka gue yang "Mpet" banget. Gue bisa apa? gue engga berani ngomong! ENGGA BERANI. hiks..hiks..
Seharusnya gue bilang sama tuh cowok kalau gue engga suka kepala dia nyerempet-nyerempet pundak gue, gitu kan? atau seharusnya gue langsung diri aja terus pindah posisi, ya engga sih?Ah elah... gue benci diri gue sendiri yang engga bisa mengambil "action". Gue benci sama diri gue yang ngga bisa "vokal". Merutuk terus tuh dalam hati sambil berdoa semoga kopajanya berguncang sehebat-hebatnya biar dia bangun. Tapi dasar, cowok itu kebo banget kayaknya, buktinya suara pak kenet yang melengking kaya petasan engga bisa bikin dia "sadar".  Gue narik napas panjang mulai jengah. Ayo Santi.. teriak gue dalam hati. Gue geser. lebih merapat ke jendela. Kepala gue sengaja miringin lebih ke jendela, pundak gue turunin biar engga nyentuh tuh pala. Gagal. Masih kena. Engga sabar, gue gerak agak kenceng. manusia itu gerak, gue condongin ke depan. Pasang muka Bete dan Berhasil.. cowok itu bangun tapi langsung tidur lagi -_____-  tapi udah engga nyenggol-nyenggol pundak gue, dia bener-bener bangun pas deket-deket tempat dia turun (sambil tidur ngeliat GPS kali ya tuh orang tau banget kalau udah mau turun)
Gue bernapas lega. Akhirnyaaa... bebas! dan hikmahnya gue jadi mikir jangan-jangan kalau gue tidur di kendaraan, suka kaya tuh cowok lagi.. kepala gue nyender-nyender juga ke pundak orang yang disamping gue. Maap-maap deh.. engga lagi-lagi kalau engga khilap-khilap banget :P
Banyak banget deh hikmahnya gue naik kopaja hari ini, gue jadi melihat lebih banyak, mengamati lebih baik. Gue juga jadi "ngeh" kalau Stasiun Pasar Minggu jadi lebih bersih, lebih tertata dan KRL-nya bisa langsung keliatan dari jalan raya. hihi..

Rindu

Jika boleh di hitung
Setiap detik dimasa ini adalah akumulatif kerinduan 
Yang merangsek naik ke sukma
Kata rindu itu hanya bisa aku sampaikan pada Sang MahaMencinta
Berharap, ada balasan yang lebih baik atas kehormatan perasaan ini..


Jakarta, 12 August 2013 14.43 WIB 
Ketika kerinduan itu tak tertanggungkan




Kita Ini Salah

Soto Ayam Gang Senggol
Brebes, 2 Syawal 1434 H

Aku dan kamu kembali ke tempat itu, tepat setahun berselang. Awalnya aku tidak menginginkan pertemuan itu. Tidak. Karena yah..tentu saja pertemuan itu tidak dibenarkan. Aku hanya ingin memberikan batasan yang jelas pada hubungan ini. Hubungan yang hanya mentok di kata "teman". hanya teman..tapi aku benar-benar membutuhkan bantuanmu saat itu jadi kupikir apa salahnya meminta tolong ? 
Aku mengamatimu. Detail. Senyummu terlihat lebih manis sekarang selain itu tidak ada yang berubah. 
"Kita ini salah" kataku ngotot sambil mengibaskan jari telunjukku. Kamu hanya membalasnya dengan senyum cengengesan. khas mu. Beberapa detik mata kita berpandangan. aku kalah kemudian memutuskan untuk mengaduk susu cappucinno. Pesananku.
"Aku  juga tahu.. tapi mau bagaimana lagi?" aku membeku. meresapi pikiranku sendiri. 
"Yang tahu hanya aku, kamu dan Tuhan" katamu lagi. Aku setuju kali ini. 
"Jadi kapan kita akan berhenti?" tanyaku menggoda.
"Saat aku dan kamu mempunyai pasangan masing-masing, saat itulah kisah ini berakhir" aku mengangguk beberapa kali lalu menatap jam dinding yang menyeringai masam.
"Mari pulang.." Ajakku padamu.

Tuhan.. Terimakasih..

Setu Babakan, 16 Agustus 2013


Berasa sakit pas liat foto itu, padahal gue ngga punya hak buat sedih sama sekali, ga mendasar juga kesedihan gue, karena bagaimanapun gue yang jelas-jelas menolak kehadirannya. 
Gue ngga habis pikir, mahkluk yang bernama cowok kenapa suka banget obral omongan gede yang belum tentu dia bisa penuhin, 
"cuma kamu yang gue sayang"
"cuma kamu yang ngga bisa gue lupain" 
"aku dah berusaha nyari yang lain tapi tetep dia ngga bisa gantiin kamu"
Halaaaaah Kambiiiiiiing!!!
emang bener kali, jangan janji kalau lagi seneng karena semua bakal mudah banget ngomongnya. *tari nafas*.
Nyesek.. awalnya dikit terus lama-lama malah ngga sengaja air mata netes. gue sedih karena gue bodoh banget pernah percaya omongan manusia kaya dia. Sedih banget sempet bela-belain dia didepan ortu gue. 
"Tuhan sayang sama kamu san..Dia nunjukin dengan gamblang kenapa kalian berdua seharusnya pisah, sayang air matamu, biarkan ia ngalir kalau kamu kelilipan aja, tak perlu diingat-ingat, masih banyak kesempatan yang lebih, makin banyak bertemu dengan orang yang memiliki watak yang berbeda jadi lebih banyak pengalaman dan Insya Allah jadi lebih bijak dalam bersikap, realistis aja, toh semua udah terjadi life must go on.. ngga ada yang salah, semuanya normal karena orang yang memutuskan untuk terikat suatu hubungan percintaan sadar selalu ada resiko sakit hati sebagai konsekuensinya. simpen air matamu untuk keharuan yang akan kamu dapatkan nanti" Duh.. sohib gue Mr. T bijak banget. gue merasa lebih baik. air mata gue langsung kering. gue langsung bisa senyum. Tuhan... makasih telah mempertemukan gue dengan manusia-manusia berhati malaikat yang membuat hidup gue lebih asyik..

iiihhh ngga boleh tauu!

Malam ini saya rencana nya mau belajar buat ulangan gizi hari senin tapiii…jari jemari saya ingin sekali menari di komputer seken milik saya ehh milik ibu saya dink..heehe
tadi baru saja saya selesai menonton film 3 idiots.kereeeen banget euy,..sebenenya rekomendasi film itu dapet dari disalah satu grup yang saya ikuti di fb ..
hanya saja ada sedikit yang mengganjal hati saya..si bintang..yahh si bntang..keenapa dia tidak merekomendasikan itu padaku??kenapa dia malah berdiskusi asyik dengan si bulan ?someone yang mungkin sekarang dihatinya…haduhh seperti ada jarum yang menusuk hatikuu..ngiuluu..saat aku menulis ini…oke..saya memang tak pantas mengeluh ini itu menuntut ini itu ..dipikirnya siapa aku??..si bintang pasti akan mengolok-lok saya dengan kata-kata
“woy…lo pikir kamu siapa berani-beraninya ngatu-ngatur gua???”
Aku pasti akan menghela napas …sulit menjelaskan..tapi si bintang masih menjadi bintang yang spesial meski harus aku akui ada benda langit lain yang begitu menggelitik si punggukk..dan ketika si bintang bercegkrama dengan bulan..si pungguk merasa sakit,ia memang selalu merasa tak pernah di terima ..disana di tempat dimana dua si pembuat sakit biasa berjumpa..

Pungguk…aku berharap..dapat memalingkan mukamu..dari ketua benda langit itu…selamanya…agar kau hidup tenang dan tak berharap terlalu tinggi ..INGAT! kamu hanya seekor pungguk..PUNGGUK caam kan ITU.

Gusti Allah..please??

Kawan-kawan saya bilang kalau saya sedang JATUH CINTA!(sengaja kata “jatuh cinta “nya saya tulis GEDE biar kesannya penting.)jujur saya sendiri masih ragu..masa sih saya jatuh cinta?sama orang itu??ngga yakin ahh…
Tau dong rasanya jatuh cinta ?bohong ahh kalau kaga !terus what’s the problem?normal sih..hanya sajaaa…
Beberapa hari ini Saya ngerasa jadi orang paling sinting,cenderung kehilangan kontrol diri ,kehilangan realitas diri terbukti dengan seringnya saya senyum-senyum sendiri.:P
Blog dan catatan saya bahkan penuh dengan jadi selalu bertabur kata sok manis bin puitis..hiihii jijay!pokoke saya berubah jadi orang yang melankolis plus dramatis hwaaa hwaaa….
Kenapa?kenapa?jadian?maksud kalian pacaran gitu?
Pengen sih…
LHO?tapi..ENGGA dehh..
Because..of this lope saya…jadi …SINTING!dan saya benci itu..saya takut patah hati takut patah semangat takut sakit hati jika seandainya suatu hari nanti seseorang yang saya cintai mampus-mampusan CHOOSE ANOTHER WOMAN!haduh …masih untung kalo Cuma ngiler plus sakit hati nah lho kalau saya sampai memendam dendam bertahun –tahun karena saking bencinya udah di bikin sinting tapi ujung-ujungnya dia milih wanita lain waduhhh….NGGA dehh..
Dari awal saya SADAR .!BANGET malah …saya berharap saat itu ketika rasa yang kadung nongol ini bertunas mustinya cepet-cepet di bumihanguskan..
Agar..biji itu tumbuh di lahan yang tepat waktu yang tepat bersama someone yang tepat dan itu bukan sekarang..
Dan sekarang…saya hanya bisa pasrah podho Sing Gawe Urip ..yahh bisa apa lagi saya?saya hapus perlahan wajah itu..senyum itu..dari ingatan saya meski sulit pahit dan getir …karena jika tidak saya akan semakin desperate..saya yakin skenario-Mu begitu indah Gustii Allah…saya yakin itu..
At last..
Gusti Allah..kalau orang itu bukan jodoh saya pliiis plis dehh jauhinn sejauh jauhnya …pliis pliiis ganti lah ia dengan seseorang yang lebih baik amin dan jika orang itu jodoh saya dekatkan ya Rabb dengan cara-Mu yang indah …saya hanya tak ingin mewarnai hati saya dengan cinta-cinta sebelum saya menikah…
pagi ini pukul setengah satu kalender mencatat tanggal 09 mei 2010 ditemani secangkir kopi panas aku mulai mengeluarkan kembali kisahku para penulis mengatakan pada malam yang sunyi seperti inilah jari-jari mereka gemulai di atas keyboard..tapi diriku malah sebenarnya merasakan ngantuk luar biasa ..makanya sengaja aku buat secangkir kopi tujuannya cuma satu agar aku bisa menulis apa saja dimana saja (tidak peduli di notes fb atau di blog sekalian)..eist winamp di komputerku memutar lagu "dik"nya wali ahh lagu ini mengingatkan ku pada seseorang,aku lupa namanya rasanya sudah lama sekali aku tak mendengar kabarnya tapi aku masih mengingat suaranya..apa kabar someone di nganjuk?bagaimana kuliahmu?hehee..kenapa ya..untuk kedua kalinya aku harus hadir di kehidupan seseorang yang terluka karena cinta dan berusaha mengobatinya lalu endingnya akan jatuh cinta kepada ku ,..
kisah klasik padahal keduanya belum pernah bertemu denganku sekalipun..
ahh..kamu tahu budd??hari ini aku bahagia sangat aku tidak bisa menceritakannya sekarang padamu disini di blog ini karena kamu tahu budd?semua orang bisa membacanya dan mungkin saja diantara orang-orang itu ada yang tidak menyukai kebahagiaanku hari ini aku tidak ingin pura-pura tidak tahu atau pura-pura tahu sepertinya diam adalah pihihan paling bijaksana ...
aku sangat sangat bahagia...terimaksih ya Rabb..masih Kau biarkan aku mengecap manisnya rasa itu ..

"buddy..aku bisa untuk tidak meremukan hatiku lagi dan lagi kan?"


hai buddy (baca buku diary)kalender mencatat hari ini tintanya terggores merah tanggal 16 march 2010
buddy...ough...i want to cry ...
mungkin sekarang semuanya pergi hal ini disebabkan karena my attitude yang terlalu terkesan cuek bebek..,taukah kamu???berapa kali aku harus merasa dikucilkan
yang paling kurasakan efeknya
pertama oleh my mom ,dia marah karena seminggu lebih aku tak menanyakan kabarnya..
kemudian si dia yang merasa aku tak pernah memperdulikan perasaanya
kemudian si dia yang lain yang merasa perkataanku terlalu kasar menampar hatinya?
lalu si dia yang lain lagi lagi dan lagi
buddy....bukan aku melupakan untuk menanyakan kabar my mom bukan...aku tak bermaksud begitu..hanya saja aku merasa canggung untuk berkasih2n bahkan kepada ibuku sendiri
harusnya aku tahu mereka tidak sama dengan aku ,mereka butuh pernyataan cinta dan sayang ..
mereka membutuhkan apa yang menurutku tak harus dilakukan
mencoba memahami perasaan orang lain iini membuatku untuk belaajar budd...belajar menjadi dewasa bahwa segalanya memang ngga bisa terus terusan di pendam dalam hati ada saatnya dimana sayang itu musti di bicarakan ada waktunya aku harus mengatakan "mom i love u"but buddy i can't .aku ngga bisa ber romantis me semacam itu..ngga bisa...budd...i want to cry...hikz..buddy...aku harus meremukan hatiku saat membiarkan mereka semuanya pergi satu per satu..
buddy...kau bertanya mengapa tidak mereka saja yang mencoba memahamiku??
ough...buddy asal kamu tahu mereka pasti mengganggap mereka sudah terlalu banyak memahami ku dan giliran aku yang harus berusaha memahami mereka...seperti yang pernah dikatakan seseorag
"kurang apalagi aku memahami santi?kurang apalagi?"
tapi budd ingat satu hal ngga ada yang bisa memahami orang lain 100% meskipun orang itu ibu mu sendiri..
dan terkadang kita menganggap telah memahami seseorang seluk beluknya tapi sebenarnya kita sedikitpun tak mengenal nya..
buddy.... I always felt alone and it was very hurt me I'm not so tough like that in a lot of people think