Showing posts with label Asma Nadia. Show all posts
Showing posts with label Asma Nadia. Show all posts

Jodoh Itu Perkara Allah

"Ini cincin kalau misalnya muat di jari ceweknya mas, Insya Allah Jodoh" 
Aku tersenyum tawar mengingat dialog itu beberapa tahun silam. Menatap benda bulat berlubang terbuat dari perak yang dilapisi emas. Dibagian lingkaran dalamnya terukir sebuah nama. seseorang dari masa lalu. Aku sudah lupa..
Kemaren beberapa teman aku memasang DP hasil screen capture bagaimana seorang dr Ryan Thamrin mengaggumi bidan. Aku ragu itu dokter Ryan Thamrin asli, eh benaran kan itu ternyata akun palsu tapi karena mencari pembenaran itu aku jadi tau kalau dokter itu masih single..
Ganteng. Mapan. Baik dan terkenal. Siapa yang engga mau coba? Kalau ada cewek yang engga suka sama tuh orang rasanya perlu mendatangi psikolog. hahaha.. 
well, blog kali ini engga akan membahas tentang dokter ganteng tersebut tapi tentang bagaimana orang yang udah dewasa dan siap nikah tapi engga ketemu-ketemu juga sama jodohnya. seseorang pernah ngomong sama aku " Jodoh itu kita yang milih, Allah yang menyetujui" saat itu aku mendebat habis orang tersebut soalnya menurutku jodoh itu ditangan Allah secara mutlak dan udah diatur bahkan sebelum kita lahir. Jadi.. sekeras apapun kita berusaha kalau emang engga jodoh ya.. engga bakalan berjodoh. Waallahu a'lam bishawab.. segala yang benar selalu datang dari Allah, yang salah datang dari aku pribadi.. Yang jelas nih ya.. Kita harus bisa mengukur diri kita, jika kita ingin mendapatkan pasangan yang baik yang dipilihkan Allah kita juga harus senantiasa berkaca pada diri kita serta terus memperbaiki diri bukankah "laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik, perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik juga" (An-Nur : 26) ? Sok tau banget aku ya.. ?
heem.. kata bunda Asma Nadia nih dibukunya La Tahzan For jomblo kalau kita masih single padahal udah siap married lahir batin tapi Mr. or Miss Right gak datang-datang juga alasannya adalah pertama kita tidak sesiap itu di hadapan Allah. Kedua bisa jadi Allah nyimpen yang terbaik untuk kita, untuk kesabaran kita, untuk keshalihan kita selama menunggu, untuk kebaikan-kebaikan yang kita lakukan. sebab Dia terlalu sayang sama kita untuk membiarkan kita menikah dengan sembarang orang, yang nantinya mungkin akan menganiayamu lahir ataupun batin. Terus bagaimana kalau sampai akhir hayat kita masih jomblo? 
Well, secara iman, Allah menyiapkan pendamping-pendamping pilihan di akhirat nanti, di surgaNya. Jadi tetep kebagian meski di alam lain. Secara logika, selama masih ada umur, kita engga akan pernah tahu takdir didepan kita. so let's keep in hope!!
Jadi jodoh itu perkara Allah.. Jodoh tidak ditentukan dari ucapan tukang cincin yang lagi ngejual barang dagangannya... 



Kali pertama aku jatuh cinta padanya


Setu Babakan, 10 Agustus 21013 7:18 PM

Kurang lebih 5 tahun, aku nyari buku ini, buku yang bikin aku jatuh cinta langsung sama penulisnya, Asma Nadia. Pertama kali aku ketemu tuh buku di Perpustakaan Daerah Brebes yang lokasinya ngga jauh dari SMA Negeri 2 Brebes, SMA-ku . Saking bagusnya tuh buku pas aku aku udah selesai baca, buku itu keliling secara ajaib dari tangan ke tangan sampai antar kelas.
Buku ini menceritakan tentang cewek jilbab yang tomboy bernama Jo yang pacaran sama Kas. Jo belum pernah pacaran dan sama sekali tidak minat. Beda banget sama Kas yang sejak SMU sudah punya gebetan. Jo, anak terakhir dari empat bersaudara yang semuanya cewek. Ketiga kakaknya juga berjilbab, tapi kepribadian mereka beda banget dengan kelakuan Jo sehari-hari yang tomboi dan seenaknya sendiri. Jo bahkan menyebut mereka `makhluk steril`karena kakak-kakaknya itu "akhwat" banget. Masalahnya, cowok bernama Kas itu ganteng banget. Wajah indo, tubuh tinggi, dan penampilannya keren abis! Wajar kalau Kas jadi rebutan cewek-cewek di kampus. Dan bukan hanya fisik, Jo juga menemukan kesungguhan yang mengagumkan pada diri cowok itu. 
Buku yang ngga cuma menyajikan tentang kisah cinta Jo sama Kas, tapi juga dibumbui sama kisah persahabatan (ciri buku bunda Asma Nadia  yang ngga melulu tentang cinta). 
Buku yang sebenarnya islami banget tapi dibikin dengan sangat gaul, unik dan kocak . Pesannya pun tidak menggurui, bahasanya ringan dan ngga perlu mikir lama buat memahami setiap katanya. Nih ya kalau ngga percaya aku ketik in petikan percakapannya Jo sama Kas yang kocak.
***
Stasiun UI Depok, 2003
Jo dan Kas bertemu lagi. Setelah tahun-tahun SMU yang lepas. sekarang keduanya sudah kuliah, tingkat dua.
"Apa kabar, Jo?" sapa Kas.
"Alhamdulillah, baik, kamu?"
"Never been better"
Jo dan Kas saling pandang, mengamati dan menemukan tak banyak perubahan di keduanya. Hanya kerudung kecil yang sekarang menutupi rambut panjang Jo yang biasa dikepang dua. tapi selebihnya...
"Kamu masih senang pakai baju cowok!" cetus Kas tertawa.
Jo berkilah," Siapa bilang jins pakaian cowok?"
"Aku"
"Dan kamu masih senang pakai baju cewek!" Jo mencibir. Kas ganti tertawa.
"Siapa bilang turtleneck milik cewek?"
"Aku, Barusan"
Keduanya tertawa. lalu menebus masa lalu yang terlewat dengan berbagai cerita. Kas si anak tunggal, bercerita tentang kebijaksanaan baru papi dan maminya.
"mereka sekarang tak lagi khawatir melepasku di jalan, Jo. setelah kuliah aku kemana-mana diizinkan naik kereta, padahal aku lagi enjoy-enjoynya diantar-jemput, hehe. apalagi udah bisa bawa mobil sendiri."
sedang Jo bercerita tentang kakak-kakaknya. kegigihan mereka yang akhirnya berhasil meluluhkan cewek itu.
"Baru dua bulan pakai kerudung, Kas"
"Boleh dibuka ngga kalau gerah?"
Jo tertawa.
"Ini komitnen seumur hidup, Bung! Gak lah. Makanya aku kan mikir banget waktu mau make. Ternyata.. oke aja kok. lebih panas di neraka, begitu kata kakakku selalu bilang"
Betul juga. Kas mengangguk-angguk.
"Orangtuaku tak terlalu dalam soal agama Jo. Jadi..."
"Jadi?"
"Jadi, yah..." Kas menggantung kalimatnya. Menatap Jo yang menunggunya penasaran. "jadi aku gak diharuskan pakai jilbab seperti kamu!"
Hihi.. bisa melucu juga Kas sekarang
***
Aku nemuin buku ini di situs gramediaonline.com pas lagi nyari buku "Ketika Mas Gagah Pergi-nya" mba Helvy Tiana Rossa. Lucky Me.. yang muncul malah buku itu. Seneng banget pas nemuin, harganya cuma 10.000. ditambah ongkir 8.000. pas buku itu nyampe ke rumah, aku jingkrak2, senyum lebaaaar banget sampe-sampe orang rumah bingung,. Terimakasih banget sama pak ekspedisi yang dateng tepat sebelum aku mudik ke Brebes. Yeeeay...