Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Menulis lagi menulis terus


Kutuliskan kesedihan semua tak bisa
kau ungkapkan dan kita kan bicara dengar hatiku
Buang semua puisi antara kita berdua 
kau bunuh dia sesuatu  yang kusebut itu cinta
-Nidji-

Menulis bagi gue adalah semacam terapi. Saat gue sedih gue nulis, saat gue merasa kecewa gue nulis juga, saat gue nemuin sesuatu yang touched di hati gue masih nulis, saat gue dijalan terus ujan, ya gue berteduh-lah. #halah.

Belakangan.. gue amat sangat pasrah sama hidup. Gue udah nemuin zona nyaman yang bikin gue terlena. Sebenarnya gue tau ini adalah dangerous alarm. Ngga ada target dalam hidup, ngga ada mimpi-mimpi yang berderet-deret, ngga ada ide-ide buat ditulis dan gue merasa otak udah terjadi penurunan fungsi memori yang drastis, buktinya tiap gue dapet info baru gue gampang banget lupa.
Semakin gue asik asik aja dengan hidup, semakin mati otak gue.  Dan lo tau dong ? kalo otak udah mati it means mati juga jiwa raga gue. Oh NOOOO !!!

Orang boleh pandai setinggi langit,
tapi selama ia tidak menulis,
ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
-Pramoedya Ananta Toer-

Dulu gue pernah bercita-cita jadi penulis. Gue tertarik sama dunia cerpen, novel dan puisi. Pertama kali nulis sampe selesai itu kelas 4 SD. Dibaca sama teman sekelas gue, doi antusias bingits. Responnya bikin gue semangat nulis. Sampe-sampe gue ikutan kursus komputer cuma biar bisa ngetik tulisan gue.

Topik yang paing sering gue tulis adalah seputar percintaan remaja. Kelas satu SMP dapet tugas guru bahasa Indonesia bikin cerpen. Gue bikin tokoh perempuannya memiliki cinta yang tak terbalas dan berakhir dengan ending ketabrak mobil. Yaps.. gue ngaku dari dulu gue emang mellow, galau dan ngga penting. Mungkin karena ceritanya terlalu dewasa dibanding umur si pengarang, cerpen tersebut ngga menang cama cekalii.. huahahahahaha. Gue sadar. Gue terlalu tua dari umur gue.

Lanjut ke kelas dua SMP, gue dapet tugas buat bikin puisi tentang tsunami Aceh. Salah satu puisi terpilih bakal dikirim ke majalah sama guru gue. Lagi-lagi gue ngga lolos. Kata pak guru beliau tau mana puisi beneran dibikin sama anak SMP, mana yang dapet nyadur. Gue bertanya-tanya mungkinkah puisi gue termasuk didalam bagian yang terlihat seperti menyadur ? Mungkinkah bahasa gue lebih tua dari bahasa anak SMP ? Waktu itu gue pengen nanya kenapa puisi gue ngga masuk cuma gue ngga berani. Gue takut jawabannya malah bikin gue males ke Sekolah. Jadi gue cuma ngelampiasin kekecewaan gue dengan naik pohon jambu belakang rumah teriak kenceng sambil jambak-jambak rambut Kenapaaaa Tuhaaaaaaaaaaaaaaaan ? kenapaaaa hidup ini tak adil ??

Pengalaman menulis yang bikin gue bangga campur geli sampai sekarang adalah pas gue didapuk bikin puisi buat acara perpisahan kakak kelas SMA. Temanya tentang persahabatan dan guru. Rencananya puisi bakal dimusikalisasi biar dramatisir-dramatisir gimanaa gitu.  Pertama kali gue sodorin puisi gue katanya kurang panjang, akhirnya gue tambahin lagi baitnya. Yess bos im so amateur. Gue sempet pusing, gue ngga pernah bikin puisi sepanjang itu dengan tema yang hampir ngga pernah gue pake. (pokoknya tema gue cinta-cintaan mulu deh).

Saat acara berlangsung dan temen gue ngebawain puisinya, kakak-kakak kelas tuh bukannya pada nangis malah pada ketawa gara-gara lihat ekspresi temen gue yang sangaaaaat total (ekpresi, suara dan gaya tubuhnya menurut gue yaaa..bagus-bagus aja.). Mereka ngga ada sedih sama sekali, mereka malah sahut-sahutan ngeledekin temen gue. Huft...

Abis acara kelar temen gue bilang terimakasih dan bilang kalau dia sampe nangis baca didepan. Gue ngangguk-ngangguk aja karena gue ngga liat airmata dia secara panggungnya tuh jauh banget dari temapt gue duduk. Jujur gue aja ngga sedih sama sekali ngeliatnya tadi. Entahlah.. barangkali hati gue emang terbuat dari batu akik jenis bacan.

Gue juga pernah ikut pelatihan menulis dari grup yang gue ikuti di fb. Waktu itu tiap peserta suruh bawa karyanya masing-masing. Nanti diforum terbuka tulisan gue bakal dibaca dan dikomentarin. Do you know apa kata mereka? Tulisan gue engga bangeeeet. Ancur daaah!!

Beberapa orang bilang suka sama tulisan gue dan berharap gue bisa melebarkan sayap. Burung kali! But gue juga ngga bisa mengindahkan fakta bahwa setiap gue ngirim karya ke media gue ngga pernah nembus dan ketika karya gue dibaca sama seseorang yang profesional, Kata mereka karya gue tuh masih perlu banyak perbaikan.

Engkau campur baur dan seringkali kabur
 namun aku mencatatmu untuk rindu
lalu kucoba melupakanmu
-Taufiq Ismail-      
                                         
Gue sementara berhenti ngirim tulisan ke media. Tulisan gue tebar di blog ini doang. Suatu hari nanti pas gue punya anak, gue bakal kasih email sama passwordnya, biar doi yang ngelanjutin perjuangan menulis emaknya. Sebab galau-pun harus dengan cara yang anggun. (hoeekkkkkk cuh cuh cuh)

Menulis itu seperti berlibur.
Lakukan dengan sesuka hati
-Asma Nadia-






Mahabharata dan tragedi cinta Dropadi

Pembukaan

Kau akan mengawini lima pahlawan terbesar dalam masamu. Kau akan menjadi ratu dari segala ratu, dicemburui semua dewi. Kau akan menjadi pelayan. Kau akan menjadi penguasa istana paling hebat lalu kehilangan itu,
Kau akan diingat karena akan menyebabkan perang terbesar pada masamuKau akan menyebabkan kematian raja-raja jahat dan anak-anakmu serta kakakmu. Sejuta perempuan akan menjadi janda gara-gara kau. Ya. Memang kau akan meninggalkan jejak pada sejarah.Kau akan dicintai, meskipun kau tidak selalu tahu siapa yang mencintaimu. Meskipun kau mempunyai lima suami, kau akan mati sendirian, ditinggalkan pada akhirnya sekaligus tidak ditinggalkan(Istana Khayalan, 69)
Tadinya cerita wayang sejauh gue tahu cuma nama-namanya aja kayak Yusditira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa, Korawa, Abimanyu, Gatot Kaca dan lain-lain (jumlahnya cuma seemprit). Di otak gue, mereka tuh ngacak-ngacak gitu. Gue ngga tau posisinya sebagai apa didalam cerita Mahabharata. Padahal sejak jaman SD ada pelajaran bahasa Jawa, pelajaran yang didalamnya kadang nyeritain tentang  wayang. Saat itu gue menganggap bahwa cerita tentang mereka ‘ngga penting’ sampai suatu sore di perpustakaan umum  gue nemuin buku The Palace of illusions karya Chitra Benerjee Divakaruni buku pertama yang gue ambil dari rak dan membuat gue jatuh cinta.

The Palace of illusions adalah kisah Mahabharata yang diceritakan kembali oleh Chitra dari sudut pandang Dropadi. Berawal dari kelahiran Dropadi dari dalam api lalu bergulir ke perkawinan dengan lima pandawa sekaligus, pengasingan di hutan dan kehilangan kerajaan karena sifat semborono Yudistira yang berujung pada perang antar saudara, Perang Bharatayudha

santi,s file

Si Pengubah Sejarah dan tiga nasihat yang dilupakan Dropadi
Tiga saat berbahaya yang akan datang kepadamu. Pertama tepat sebelum pernikahanmu: pada saat itu tahanlah pertanyaanmu. Yang kedua pada waktu suami-suamimu berada di puncak kekuasaan mereka pada saat itu tahanlah tawamu. Yang jetiga akan datang waktu kau dipermalukan dengan hebat seperti yang belum pernah kau bayangkan pada saat itu tahanlah kutukanmu.(Nasihat Byasa untuk Dropadi hal. 69)

Berawal dari permintaan Raja Drupada kepada Dewa. Ia memohon  seorang anak lelaki untuk membalaskan dendamnya pada Resi Drona, mantan sahabatnya. Namun Dewa tidak hanya memberikan seorang anak laki-laki saja, bersama kelahiran Drestadyumna, Dropadi pun lahir dari dalam api. Saat itu Dewa mengatakan bahwa Dropadi akan mengubah sejarah. Dropadi yang merasa dirinya memiliki kelebihan dibanding wanita manapun tumbuh menjadi gadis pemberontak, kritis dan cerdas. Kelahirannya yang tidak begitu diharapkan kerap kali membuat Dropadi menerima perlakukan berbeda, bahkan dalam memilih pendamping hidup, ayahnya mengadakan sayembara (biasanya putri kerajaan di jodohkan) barangsiapa yang bisa menembus logam ikan dengan menggunakan Kindhara (Busur paling berat yang pernah ada) hanya dengan melihat dari bayangannya dari kolam air yang berputar, ia berhak meminang Dropadi.

Belum ada yang berhasil menembus logam ikan tepat ditengah. Saat giliran Karna maju, Drestadyumna, kakak Dropadi, meminta agar Karna duduk kembali. Ia menganggap Karna tidak pantas mengikuti sayembara sebab Karna berasal dari kasta rendah (ia ditemukan oleh kusir istana di Sungai Gangga saat masih bayi). Karna menolak dan hampir saja terjadi perkelahian. Melihat situasi menegangkan, Dropadi yang ingin mencegah perkelahian Karna dan Drestadyumna maju kedepan dan bertanya siapa nama ayah Karna karena bagi Dropadi mereka yang mengikuti sayembara tersebut haruslah jelas asal usulnya. Karna yang tidak bisa menjawab tertunduk malu dan mundur. Nasihat pertamapun dilanggar ; Dropadi tidak dapat menahan pertanyaanya.

Hasil akhir Arjuna yang memenangkan sayembara tersebut, ia membawa Dropadi kerumah (Pandawa dan ibundanya menyelamatkan diri dari kelicikan Korawa dengan bersembunyi di pinggir kota dan hidup sederhana). Pandawa mengatakan bahwa ia membawa sesuatu, dari dalam rumah yang lapuk tanpa melihat dulu, Ratu Kunti (Ibunda pandawa lima) mengatakan bahwa apapun yang mereka bawa harus dibagi sama rata. Meski dalam hati Pandawa dan Dropadi tidak setuju, mereka tetap melakukan apa yang dikatakan oleh Ratu Kunti. Dropadi menikah dengan lima pandawa sekaligus.
Pernikahan Dropadi dan Pandawa tersebar luas hingga ke Hastinapura (Negara yang diperintah Korawa) setelah tahu bahwa Pandawa masih hidup, Bhisma mendesak agar Dretarasta (ayah korawa) membagi negara mereka menjadi dua.

Pandawa mendapat bagian negara yang gersang dan kosong. Bersama istrinya mereka membangun istana yang sangat megah dan membuat Korawa iri. Saat Duryudana (Korawa paling tua) berkunjung ke istana mereka, ia tercebur ke kolam, melihat itu Dropadi tertawa, tawanya memicu sahabatnya mengejek Duryudana. Nasihat kedua dilanggar Dropadi.

Suatu hari Duryudana gantian mengundang Pandawa main ke Hastinapura untuk melihat istananya yang baru. Disitulah tragedi terjadi ketika Yudistira berjudi dan mengorbankan seluruh yang ia miliki termasuk Dropadi. Saat Dropadi dipermalukan karena bajunya dibuka paksa dihadapan orang banyak ia mengutuk Korawa.

Kalian semua akan mati dalam pertempuran yang akan timbul gara-gara kejadian hari ini. Ibu-ibu dan istri-istri kalian akan menangis jauh lebih mengenaskan daripada aku. Seluruh kerjaan ini akan menjadi mayat. Tidak ada satupun ahli waris korawa akan tersisa untuk memanjatkan doa-doa bagi kaumnya yang mati. Yang akan tinggal hanya ingatan memalukan tentang hari ini tentang apa yang coba kalian lakukan terhadap perempuan tidak berdaya, aku tidak akan menyisir rambutku sampai saat aku membasuhya dalam darah kurawa
(Istana Khayalan, 272)

Nasihat yang ketiga pun dilanggar Dropadi tidak dapat menahan kutukannya.
Setelah kejadian itu, Pandawa dan Dropadi yang sudah tidak memiliki apa-apa diasingkan ke hutan selama 12 tahun ketika masa itu habis mereka mengumpulkan kekuatan dan berperang melawan Korawa. Peperangan dahsyat yang menimbulkan semua pasukan Korawa mati dengan kemenangan di pihak pandawa.
Kunta-wijaya.blogspot.com

Cinta terpendam Dropadi

Kalau dalam pewayangan jawa, dikisahkan Dropadi hanya menikah dengan Yudistira (mungkin karena pengaruh dari masuknya islam ke pulau jawa) sedangkan menurut versi Byasa (India) Dropadi menikah dengan lima pandawa sekaligus. Selama ini kita menganggap meski Dropadi menikah dengan Kelima Pandawa namun cinta Dropadi hanya untuk Arjuna seorang (sama kaya sinetronnya yang ada disalah satu TV Swasta). Berbeda dengan kedua versi tersebut dalam The palace of illusions, seseorang yang dicintai Drupadi hanya Karna seorang. #hasekk
Nah, Sebelum sayembara pernikahanya dilaksanakan, Dropadi terlebih dahulu melihat calon peserta dari lukisan yang dibawa oleh seorang seniman. Saat melihat lukisan Karna,  Dropadi merasa ada getaran halus dari dalam dadanya.
Meskipun berada di tengah keluarga istana, dia keliatan begitu sendirian. Perhiasannya hanyalah sepasang anting-anting emas dan tameng dengan pola tidak lazim yang pernah kulihat. Matanya dipenuhi kesedihan dimasa silam. Kedua mata itu seperti menarikku masuk kedalamnya. Ketidaksabaranku hilang, aku tidak ingin lagi melihat potret Arjuna. Sebaliknya aku ingin tahu tampaknya sepasang mata itu kalau laki-laki itu tersenyum. Anehnya aku ingin menjadi penyebab senyumnya. (halaman 108)
Sejak saat itu Dropadi memendam perasaan pada Karna. Dropadi bahkan masih tetap memikirkannya setelah ia menikah. Ia kerap kali membayangkan bagaimana seandainya Karna berada disisinya, ia percaya bahwa Karna tidak akan melakukan hal yang mengecewakan seperti suami-suaminya.

Pandawa dan titik kekurangannya

Sejak gue baca novel ‘Pulang’ karya Leila S. Chudori gue emang udah ngga bersimpati sama Pandawa (terutama Arjuna). Yudistira yang termakan nafsu hingga mempertaruhkan seluruh yang dia miliki di meja judi. Bima yang tidak bisa mengendalikan dirinya saaat marah. Arjuna penyebab Ekalaya memotong ibu jarinya karena memiliki kemampuan memanah melebihi Arjuna. Kesombongan Sadewa karena pengetahuannya. Kebanggaan Nakula atas ketampanannya. Gue ngga bisa banyangin pada saat Dropadi ditarik kain sarinya oleh Korawa, mereka cuma bisa diam aja.  
Disini gue sampai pada suatu kesimpulan bahwa dengan segala kelebihan dibanding manusia lain ternyata mereka juga memiliki kekurangan #ngangguk2

www.kaskus.co.id

Hikmah yang perlu dipungut

Sebenernya gue agak sebel karena Dropadi sangat ambisius untuk balas dendam. Dia sering ngompor-ngomporin Pandawa biar selalu inget sama kutukan Dropadi agar semangat mereka tidak luntur buat balas dendam. Karena tukang kompor itulah Dropadi menjelma jadi istri yang tukang ngomel. Dalam versi Chitra di lubuk hati pandawa yang paling daleeeeem mereka tidak ingin perang melawan saudara mereka sendiri tapi nafsu dan gengsi mereka lebih tinggi dibandingkan logika. Dan yang paling gue ga juga suka, kenapa pandawa nurut banget sama Dropadi? sebagai lelaki mereka tuh harus bisa ngambil sikap, kalau misalnya cewek ngelakuin sesuatu yang ngga bener ya mesti dilurusin dong, jangan apa-apa maunya dia dituruti. #halah kok gue jadi emosi?
Jadi dari situ gue berdoa, kelak kalau gue jadi istri semoga gue ngga menjerumuskan suami gue kearah yang ngga benar. Hihi..

Terus siapa menurut gue Ksatria sesungguhnya di Mahabarata versi Chitra Banerjee Divakaruni?

KARNA 

Kenapa doi? Bayangin deh dia adalah anak dari Ratu Kunti dengan Dewa Matahari (jadi masih saudaraan sama pandawa) nah segera setelah lahir Kunti membuang Karna ke sungai karena saat itu dia belum siap punya anak. Karna dipungut dan dibesarkan oleh kusir istana. Pas dia mau belajar bela diri ke Resi Drona (Guru pandawa) dia ditolak dengan alasan doi berasal dari kelas rendah. Akhirnya dia belajar sendiri ke Parasurama (Guru nya Resi Drona) dia ngaku sebagai Kaum Brahmana (rohaniawan) , ia jadi murid paling disayang sampe dapet mantra yang ngga bisa dikalahin siapapun. Sehari sebelum Karna pergi dari pedepokan Parasurama, Karna nawarin pangkuannya buat jadi bantal gurunya tidur, terus ada kalajengking yang iseng gigit paha Karna sampai berdarah, karena ngga tega bangunin gurunya, Karna diem aja. Pas gurunya bangun, Karna malah dikutuk. Dia menuduh Karna menipunya, sebab menurut gurunya hanya kaum ksatria (kaum bangsawan) yang mampu menahan gigitan kalajengking.

Pas lagi sedih-sedihnya abis dikutuk, ia ngga sengaja membunuh sapi. Sebagai orang yang bertanggung jawab dia nemuin yang punya sapi dan nawarin ganti rugi, si pemilik yang marah mengutuk Karna lagi. Duh apes banget sih kamu, bang?

Walaupun dia dibesarkan oleh seorang kusir, Ia dikenal sebagai ksatria yang paling dermawan. Ia berjanji akan memberikan apapun yang dia punya jika ada yang memintanya. Ia bahkan menyerahkan baju besi kepada dewa yang menyamar menjadi manusia, padahal baju itu satu-satunya yang bisa menyelamatkannya dari Arjuna. Karna udah menderita sejak ia dilahirkan, tidak diakui oleh ibunya, dikutuk oleh gurunya sendiri, memendam perasaan cinta pada perempuan yang menjadi istri adik-adiknya. Kunti pernah menawarkan Dropadi untuk menjadi istrinya seandainya Karna mau bergabung dengan Pandawa, Namun yang bikin gue salut ia bisa menahan diri untuk tidak memiliki Dropadi yang setengah mati dicintainya sejak pertama kali ketemu. Bagi Karna, janji adalah segalanya. Dia udah bersumpah bakal membantu Duryudana sampai akhir walaupun dia harus melawan adik kandungnya. Karna juga satu-satunya ksatria yang bisa menahan godaan dari kaum perempuan yang bahkan Pandawa ngga bisa lakuin.
www.hinduhumanrights.info

At last..
Bisa jadi karena penulisnya super duper jenius atau mungkin harus ada sesuatu yang ‘menjual’, menurut gue (seseorang yang amatir banget mengenai literature) Chitra berhasil menunculkan tragedi cinta antara Karna dan Dropadi. Yupz.. Mereka berdua saling mencintai tapi tidak bisa saling memiliki. Ketidaktahuan dan keangkuhan keduanya membuat jurang yang menganga diantara mereka. Dan menurut gue kisah cinta semacam itu sesuatu yang WOW banget sama kaya kisahnya Fahri dan Nurul di novel ayat-ayat cinta milik Kang Abik.


1000% keren banget ini buku. Recommended ^^








Koala Kumal : Karena beberapa hal lebih mudah untuk ditertawai


 "Persis kaya jodoh ya, kadang di tempat ngga terduga bisa ketemu"
"Persis seperti jodoh juga kadang di tempat terbaik pun bisa tidak ketemu"
 
Koala kumal adalah sebuah buku komedi yang menceritakan pengalaman-pengalaman patah hati seorang Raditya Dika. Dari mulai patah hati karena persahabatan, patah hati karena diselingkuhi bahkan patah hati karena orang yang sama sekali ngga dia kenal. Bab demi bab buku ini aku baca sambil ngakak dan mikir “Ternyata dengan tampang Raditya Dika yang ‘begitu’ mantan ceweknya banyak juga ya.” Plakk!! Ngga sopan!
Salah satu bab yang paling aku sebel dari buku ini adalah bab “Aku Ketemu Orang Lain”. Saat itu Dika mau kuliah di Aussie dan harus menjalani hubungan jarak jauh dengan pacarnya. Pas di bandara, pacarnya sengaja mencari alasan untuk bisa lebih lama bersama Dika. Tapi Dika justru sengaja mencari alasan untuk segera pergi karena ia merasa bahwa hubungan jarak jauh hanya akan membuat kedua belah pihak sakit hati. Sebenarnya jika harus memilih Dika lebih memilih putus. Menurutnya essensi sebuah hubungan adalah dengan adanya keberadaan orang yang disayang terus-menerus.
Dika akhirnya sadar pas ngobrol dengan seorang penumpang bernama Zafran. Saat itu pesawat yang ditumpanginya ‘goyang-goyang’. (Dangduutt kalii :P).  Zafran menyuruh Dika memakai set belt yang akan melindungi mereka dari kemungkinan adanya CAT yaitu semacam ruang kosong di tengah-tengah udara yang bisa membuat pesawat ‘menabrak’. Disitu Dika mikir gini :
“Mungkin gue telah salah berpikir tentang hubungan gue dengan pacar. Mungkin hubungan gue memang tidak aman, tapi seharusnya gue bisa membuat ini semua menjadi lebih aman dari guncangan yang mungkin kita bisa tidak lihat. Sabuk pengaman yang pacar gue butuhkan adalah kepercayaan. Kepercayaan pada dia, pada kami berdua. (hal 224)”
Siapa yang nyangka setelah dua tahun menjalani Long Distance Relationship, ceweknya duluan malah yang bilang “Aku ketemu orang lain” dan ngajakin putus. Aku kesel baca bagian ini. Kamu bisa bayangin dong? Seseorang yang ragu akan sebuah hubungan LDR terus karena satu momen di pesawat bikin ia sadar bahwa hubungan LDR-pun akan tetep berjalan baik kalau mereka berdua sama-sama punya kepercayaan. Setelah ia melawan keraguan akan dirinya sendiri. Eh ia malah di tinggal pergi. Dih asin ngga sih? kamu tau ngga gimana sakitnya?hmm..ngga tau ya? Sama dong! :P
Ada dua belas bab yang bisa bikin kamu memandang patah hati dari sudut pandang yang berbeda. Bahwa patah hati seharusnya membuat kita jauh lebih kuat. Seperti seseorang yang mengikuti gym. Semakin besar beban yang diangkat semakin rusak otot kita namun semakin kuat dan besar pula otot yang tumbuh kembali.

Judul Koala Kumal dipilih Raditya Dika saat ia teringat pada sebuah foto di situs Huffington Post. Ceritanya begini ada seekor koala yang tinggal di New South Wales, Australia. Koala itu bermigrasi dari hutan tempat ia tinggal. Beberapa bulan kemudian ia kembali ke tempat ia berasal, ternyata selama ia pergi hutan tersebut telah ditebang oleh penebang liar. Si Koala bingung ia hanya bisa diam tanpa bisa melakukan apapun. Ia hanya memandangi sesuatu yang dulu di akrabinya. Sedih L
Terakhir, bagian yang bikin aku girang banget di buku ini adalah pas mantannya Dika minta balikan!! Doi nulis gini :
“Patah hati yang gue alami akibat apa yang dulu dia lakukan membuat dia berbeda di mata gue. Gue dulu jatuh cinta pada seorang perempuan cantik, baik dan bisa gue percaya. Namun setelah semua terjadi, dia berubah menjadi orang lain. Gue merasa asing. (hal. 246) “
“Saat ini gue menyadari, gue tidak mau seperti seekor koala kumal yang pulang ke tempat yang dulu nyaman untuknya, menyadari bahwa tempat itu telah berubah tetapi tidak bisa berbuat apa-apa (hal. 246)”
Entah kenapa aku selalu suka bagian pas orang yang ngga baik mengaku menyesal telah meninggalkan orang baik. Rasanya tuh kaya abis menangin kompetisi gitu~
Selain bikin kamu melek bahwa patah hati tuh bukan akhir segalanya , buku ini juga bisa ngehibur hati kamu yang lebam-lebam abis jatoh karena cinta coz sepanjang kalimat nih buku banyak joke-joke khas Raditya Dika yang bisa bikin kamu ngakak sendirian. Yupz buku memang selalu bisa jadi teman membunuh waktumu yang paling efekif lho. Ngga percaya? Terserah deh..
Salam hangat sehangat susu jahe ^^





Setu Babakan, 19 Februari 2015 Pukul 00.21 WIB
Tanggal merah dan asyik begadang






Namanya Bidan Tri

Namanya bidan Tri. Tri Eljayanti. Umurnya baru 28 tahun, Pakai kerudung, tidak suka difoto kecuali foto sama artis, profesional, Bidan Jenius, Bidan U
sil, manis dan mempunyai suara ketawa yang lucu. Dia adalah salah seorang wanita yang bisa bikin aku pengen jadi cowok karena menurutku gampang banget buat jatuh cinta sama dia. Aku belajar banyak darinya, bagaimana menjadi orang yang sabar, selalu bersemangat, ikhlas dan bekerja dengan cinta.
Aku ingat saat itu dia ulang tahun, dia dan aku kebetulan dines pagi, tapi aku yang datang lebih dulu dari dia. Pas aku datang kepala RB ku bilang kalau hari itu Ka Tri ulang tahun dan akan memberikan surprise party. Tidak hanya kepala RB ku banyak juga yang udah ngumpul di RB menunggu si tersangka datang aku engga sabar. Pas dia datang, kepala RB ku yang udah nunggu diluar lari masuk ke RB buat ngasih tahu kita agar bersiap-siap menyambutnya. Dan begitu pintu di buka... selamat ulang tahun.. selamat ulang tahun.. selamat ulang tahun Tri Elja selamat ulang tahun..lagu ceremony itu mengalun ceria, dia menangis dan tak mampu berkata-kata dalam beberapa saat. Ia menyembunyikan airmata harunya dengan menutupi mukanya menggunakan kerudung.. hari itu aku sadar semua orang menyayanginya dan semua orang menyayanginya pasti karena satu alasan : Kebaikan hati yang dimiliki Ka Tri. Memang apa yang kita tanam tentu itu yang akan kita tuai. Seseorang akan dikenang tergantung dari apa yang mereka lakukan semasa hidupnya. Bukankah begitu?
Aku suka menatapnya dalam, mengamati saat dia bekerja. Kadang jika aku jeli aku bisa menangkap kalau dia ada masalah tapi dia tidak akan mengatakan apapun (kecuali kalau keceplosan :P) kesedihannya akan dia sembunyikan dalam tawa.  Dia adalah nafas Ruang Bersalin, tempat dimana aku berkeluh, Ah.. memang ngga ada yang bisa seperti dia, tidak juga aku..

Belajar Dari Helen Keller

Belakangan mikir kalau isi Blog ku sebaiknya juga di isi oleh hal-hal yang "Jelas" , pas tadi buka-buka dokumen lama ternyata ada artikel yang saya gunting dari majalah gratis yang dibagikan tiap bulan beberapa waktu silam. Kisah tentang Helen Keller. Ia adalah seorang penulis, aktivis dan pembicara terkenal dari Amerika sekaligus penyandang tuna rungu dan tuna netra pertama yang berhasil meraih gelar sarjana. 
Helen Keller lahir pada tanggal 27 Juni 1880 dari keluarga yang cukup berada di Alabama, Amerika Serikat pada saat usia nya 1 tahun 7 bulan ia menderita penyakit serius ang hingga sekarang belum diketahui persisnya yang jelas penyakit itu telah membuat Helen tuna rungu dan tuna netra. Hal ini yang membuat Helen frustasi karena tidak bisa berkomunkasi dengan orang lain. 
Perubahan terjadi saat orang tua Hellen bertemu dengan Alexander Graham Bell yang pada saat itu menjadi guru untuk orang tuna rungu, Berkat Mr. Bell ini , Helen akhrinya belajar di Perkins Institute for the Blind di Boston dan mendapatkan seorang guru yang tegas, disiplin sekaligus baik hati bernama Anna Sullivan.
Pelajaran tidak selalu berjalan mulus, setelah beberapa waktu berlalu, Helen tidak kunjung mengerti konsep yang diajarkan. Ia hanya meniru isyarat yang digoreskan sang guru di telapak tangannya. Momen pencerahan hadir saat suatu siang Anne meneteskan air ke tangan Helen sambil mengeja huruf dari kata air dalam bahasa inggris : W-A-T-E-R. Mendadak, Helen memahami bahwa setiap benda memiliki nama.
Dalam waktu dua tahun Helen mampu menguasai Braile dan belajar bicara kembali walaupun aksennya sulit dimengerti. Pada tahun 1900, saat usinya 20 tahun, ia memasuki Radcliffe College dan empat tahun kemudian lulu dengan predikat magna cumlaude, mencetak rekor dalam sejarah sebagai orang tuna rungu dan tuna netra pertama yang lulus dari universitas.
Setelah merampungkan pendidikannya, Hati Helen membara untuk menolong orang-orang yang bernasib sama dengannya, pada tahun 1914 Helen memulai tur keliling Amerika dengan Anne Sullivan sebagai penerjemahnya. Sosoknya kian tersohor saat misi Helen tidak berhenti di Amerika saja tetapi juga di berbagai pelosok dunia. Para sastrawan legendaris seperti Mark Twain dan R.L Stevenson menyanjung Helen secara publik. Bahkan semua presiden Amerika yang menjabat semasa hidupnya pernah mengundang Helen ke Gedung Putih.
Niat baik Helen tidak selalu mendapat sambutan baik. Orang-orang cenderung hanya ingin mendengar kisah hidup Helen, jadi saat Helen menulis topik lain seperti politik dan kesehatan Helen kerap dianggap remeh, bahkan lebih sadisnya lagi, beberapa orang menuduh bahwa otak dibalik esai Helen adalah Anne Sullievan dan suaminya.
Pada tahun 1916, Anne Sullivan sakit, tugas untuk mendapingi Helen digantikan oleh Peter Fagan. pria yang tujuh tahun lebih muda dari Helen. Hubungan mereka kemudian berkembang menjadi hubungan cinta. Keluarga Helen yang tidak suka mendengar hubungan percintaan ini memaksa Helen untuk membatalkan rencana pernikahannya. Kejadian ini membuat Helen sempat tak bersemangat.
Pada tahun 1923, Helen memutuskan untuk bekerja permanen menjadi guru bicara untuk American Foundation for the Blind. Helen sukses memegang jabatan ini ia mengembangkan sistem pendidikan yang lebih ramah bagi orang-orang yang mengalami keterbatasan fisik.
Pukulan yang berat menimpa Helen saat Anne Sullivan meninggal pada tahun 1936. Meski berduka Helen tetap melanjutkan perjuangannya sebagai pembela hak warga yang memiliki keterbatasan fisik. Kali ini ia didampingi oleh Polly Thompson, sekretaris sekaligus sahabat Helen.
Pada tahun 1938 Helen menerbitkan Helen Keller's Journal, buku harian yang ia tulis selama enam bulan pertama pascakematian Anne Sullivan. 17 tahun kemudian ia kembali menerbitkan buku tentang sang guru kali ini berjudul Teacher: Anne Sullivan Macy. Total dalam hidupnya ia menulis 12 buku dan sejumlah artikel untuk media cetak terutama tentang kisah hidupnya yang inspiratif seperti The Story Of My Life (1903), Optimism, or My Key of Life (1903), The world I Live in (1908) dan Out of The Dark (1913). 
Helen setia menjalankan misinya hingga ia meninggal dalam tidurnya di usia 87 tahun. salah satu sosok yang humanis terbesar abad 20 ini dimakamkan berdampingan dengan makam Anne Sullivan dan Polly Thompson di National Cathedral,Washinton, DC




Sumber : Media Kawasan Edisi Juni 2012