Showing posts with label Balpelkes. Show all posts
Showing posts with label Balpelkes. Show all posts

belajar, pengabdian, seni dan cinta. Part II

kontrak program dengan staff Bapelkes Salaman
coba tebak aku yang mana??











wah udah hampir setahun dan aku baru mau menyambung tulisan mengenai ini,,
sorry setahun kemaren memang benar-benar sibuk, ujian demi ujian untuk meraih gelar AmKeb benar-benar menguras keringat, sekarang aku udah resmi jadi bidan, masih "bidan-bidanan" belum bisa apa-apa, oke dilanjut, jadi kita acara PKMD selama 2 minggu, sehari setelah kami ke ketep pass, kami langsung dapat materi untuk bekal di desa, kita belajar tentang kesehatan lingkungan, epidemiologi, promosi kesehatan dan banyak lagi..

Sarapan pagi di ruang makan Bapelkes Salaman
Kangen banget T__T












Pengajar di Bapelkes begitu sabar dan baik, banyak pengalaman mereka yang dibagi kepada kami, sungguh pengalaman yang tak terlupakan, kurang lebih selama 5 hari kami mendapat materi, selanjutnya kami dilepas turun ke desa
Desa Sambeng, desa dikelilingi bukit menoreh, bukit dimana konon kabarnya pangeran diponegoro di ungsikan, benar-benar tak sabar.




suasana kelas di Bapelkes Salaman
Pembuatan Flip Chart Sehari sebelum ke Desa

belajar, pengabdian, seni dan cinta. Part I



tanggal 3 desember 2011 sekitar pukul 18. 30 wib saya dan dan teman saya berjumlah seluruhnya 41 orang meluncur dari jakarta ke Bapelkes Salaman Magelang,menggunakan bus, perjalanan yang kami tempuh sekitar 15 jam.
sampai di bapelkes kami hanya beristirahat sebentar karena kami diajak mengunjungi ketep pass perjalanan sekitar 45 menit dari bapelkes , kami kesana menggunakan angkot yang dicarter oleh bapelkes. melalui ketep pass pemandangan yang sangat indah dari gunung merapi dapat terlihat dari ketinggian 1200 dpl ini,
cuaca sangat cerah sehingga gunung merapi jelas terlihat. Di Ketep Pass kami juga mendapat kesempatan untuk menonton bioskop mini , film dokumenter yang bercerita tentang erupsi merapi terakhir yaitu pada bulan Oktober 2010, saya pribadi mendadak langsung teringat mbah maridjan , film itu bercerita tentang bagaimana masyarakat dan gunung merapi hidup berdampingan, namun saat merapi meletus menyisakan kedukaan yang amat mendalam, saya sempat iseng bertanya dengan penjual jagung bakar yang berjualan disekitar ketep pass
" bu, saat erupsi merapi terjadi apakah awan panas sampai ke daerah sini?" kata penjual jagung " nda mba.. cuma debu nya saja "
aneh saya malah ingin melihat saat erupsi merapi bulan Oktober 2010 yang disebut-sebut sebagi erupsi merapi terdahsyat selama 10 dekade terakhir. Dari Ketep Pass sebagai pembuka lembaran lembaran pengalaman baru yang sangat unik, menyentuh , amazing selama saya di Magelang..
to be continued