Hari Bersejarah

Coret-coretan gue sambil nungguin Ka Elly
Gue akan mencatat tanggal ini. Tanggal 21 Agustus 2013 sebagai tanggal yang bersejarah dalam kehidupan gue selama umur gue 21 tahun. Jadi hari ini untuk pertama kalinya gue nari dan pentas di panggung. Kita (Gue, ka Elly, Mba Lita, Ka Ayu, Ka Feby) cuma latihan 4 hari!! coba bayangkan??. Tragedi ini bermula saat gue lagi nyetor uang KJS ke Bu Emi. Ka Elly datang tergopoh-gopoh (Halah!) narik-narik lengan baju gue suruh ke aula. Pas nyampe aula, Ibu gue, Bu Resti yang notabene kepala RB langsung nyeletuk "Udah san, ikut aja, kamu kan biasa ikut lomba"
HAH?? gue syok dong. "lomba sih lomba tapi bukan lomba nari juga, Bu" hati gue menjerit, secara gitu udah lama banget ngga nari terakhir pas SMA kelas dua dan itu udah 4 tahun yang lalu, Kawan. Nari pas SMA itu juga syarat doang karena kebetulan gue masuk IPA dan pelajaran keseniannya emang nari jawa dalam artian gue ngga beneran niat nari, mau ngga mau lah..
Singkat cerita akhirnya gue nari. NARI  BENARAN ! latihan hari kedua udah bagus-an. pas tampil didepan Big Bos dia bilang apa coba? gerakkannya suruh di tambah, harus lebih enerjik!! MATI KUTU lah kita, secara dengan latihan yang tinggal 2 kali lagi, penambahan gerakkan rasanya tantangan yang cukup berat. Akhirnya kita berkorban. berkorban ngga ikut halal bi halal, berkorban untuk ngga makan gratis :P (karena pas kita latihan, kita mutusin buat latihan nari dirumah Pak Ramli nah di waktu yang bersamaan ada acara halal bi halal di puskes dan ada acara makan-makannya, duh...)
Dan setelah 4 kali latihan. Kita pasrah. Gerakkan kita emang ngga kompak. Jujur gue juga suka lupa memposisikan gue sebagai mana mestinya, hari ini kita tampil yang pertama sebagai pembuka (gue baru tau ternyata ada banyak yang nampil nari hari ini, engga cuma dari puskes gue). Kata temen gue, agak berantakan tapi ya sudahlah.. kita usahanya udah mentok abis ko (membela diri :P). Gue berharap semoga tarian-tarian setelah penampilan gue lebih buruk hahahaha... jahat banget ya tapi Allah Maha Baik, Dia ngga ngabulin doa gue yang ngawur, penampilan selanjutnya malah bagus-bangus (yaiyalaaah.. secara gitu mereka nari tarian yang sama dengan tarian yang pas mereka ikutan lomba dengan orang-orang yang sama pula, sementara kita, bener-bener dari NOL *atur napas* *abaikan* )
Diujung acara, kita makan-makan. Horeee.. kata Ka Feby ini bagian yang paling penting, Gue setuju banget, abis makan-makan itu ada pembagian door prize. Gue ngga ngarep soalnya jujur selama gue hidup dan ikut acara yang yang ada doorprize-doorprize an gue ngga pernah dapet. Tapi hari ini emang bener-bener harus jadi hari yang bersejarah buat gue. Gue dapet doorprize walaupun bukan nama gue yang pertama dipanggil harusnya tuh doorpirze yang dapet orang lain tapi karena mereka udah pulang ya.. akhirnya namaku kepanggil. Nunggu giliran cuy hihi .... isinya cuma jam dinding yang "standard" cuma gue seneng bukan kepalang, ini dooprize pertama gueeeee.... *nangis haru* 
Jam Standard :P sengaja gue atur jam nya jadi pukul 03.07 biar kaya di pilem "The Conjuring" hahaha..

Well.. dari peristiwa beberapa hari ini gue belajar banyak, salah satunya ya.. kita ngga akan pernah tau hasilnya sebelum mencoba..dan kalau mau dapet dooprize kita harus bertahan, jangan pulang duluan hihii...
But hari ini gue juga sedih pake banget malah, bukan cuma karena penampilan kita ngga perfect tapi karena seseorang itu ngga liat gue nari, ngga liat 'lenggokkan" gue yang bikin puyeng dan kepala kliyeng-kliyeng.. huhuhu... 

Aku, Hujan dan Sapardi Djoko Damono

Segalanya seperti mimpi
kujalani hidup sendiri
andai waktu berganti
aku tetap tak'kan berubah

Aku selalu bahagia
saat hujan turun
karena aku dapat mengenangmu
untukku sendiri....

Lagu itu udah jadi original soundtrack setiap aku nyetir si merah setiap berangkat dan pulang kerja. Aku merasa suaraku bagus banget kalau lagi nyanyi lagu itu. hahaha Pede amat. 
Aku jatuh cinta sama hujan. Jatuh cinta sejak mulai mengenai Sapardi Djoko Damono seorang pujangga terkemuka yang walaupun menggunakan kata-kata sederhana tetapi selalu apik bahasa puisinya. Di karya-karyanya kamu bakal banyak nemuin kata hujan, pohon, basah, langit, kartu pos, rumput hijau bahkan perahu kertas. Aku belajar banyak dari puisi-puisi beliau. Walaupun hasilnya ya ga seujung kukunya..hihi. Ini aku post in salah satu puisi karya beliau. Jatuh cintalah segera..

Membebaskan Hujan

Ada yang ingin menjaring hujan
Dengan pepatah-petitih tua
Yang tak lekang meski basah-
hujan buru-buru menghapusnya
Ada yang ingin mengurung hujan
Dalam sebuah alenea panjang
Yang tak kacau meski kuyup
hujan malah sibuk menyuntingnya
ada yang ingin membebaskan hujan
dengan telapak tangan
Yang jari-jarinya bergerak gemas-
hujan pun tersirap: air mata


Manis 'kan?  ^o^

Kita Ini Salah

Soto Ayam Gang Senggol
Brebes, 2 Syawal 1434 H

Aku dan kamu kembali ke tempat itu, tepat setahun berselang. Awalnya aku tidak menginginkan pertemuan itu. Tidak. Karena yah..tentu saja pertemuan itu tidak dibenarkan. Aku hanya ingin memberikan batasan yang jelas pada hubungan ini. Hubungan yang hanya mentok di kata "teman". hanya teman..tapi aku benar-benar membutuhkan bantuanmu saat itu jadi kupikir apa salahnya meminta tolong ? 
Aku mengamatimu. Detail. Senyummu terlihat lebih manis sekarang selain itu tidak ada yang berubah. 
"Kita ini salah" kataku ngotot sambil mengibaskan jari telunjukku. Kamu hanya membalasnya dengan senyum cengengesan. khas mu. Beberapa detik mata kita berpandangan. aku kalah kemudian memutuskan untuk mengaduk susu cappucinno. Pesananku.
"Aku  juga tahu.. tapi mau bagaimana lagi?" aku membeku. meresapi pikiranku sendiri. 
"Yang tahu hanya aku, kamu dan Tuhan" katamu lagi. Aku setuju kali ini. 
"Jadi kapan kita akan berhenti?" tanyaku menggoda.
"Saat aku dan kamu mempunyai pasangan masing-masing, saat itulah kisah ini berakhir" aku mengangguk beberapa kali lalu menatap jam dinding yang menyeringai masam.
"Mari pulang.." Ajakku padamu.

Lirik Lagu Rayuan Pulau Kelapa

Saya pertama kali dengar lagu ini pas kuliah itu juga karena saya ikut paduan suara wisuda kakak tingkat saya. Entahlah apa karena saya yang terlalu kuper atau bagaimana yang jelas selama saya 15 tahun menempuh pendidikan baru tahun ke 14 saya mendengar lagu ini. Telat banget kan? pertama dengar langsung jatuh cinta. Rasa nasionalisme saya langsung membuncah. lebay deh..

Rayuan Pulau Kelapa

Tanah air ku Indonesia
Negeri elok amat ku cinta
Tanah tumpah darahku yang mulia 
Yang ku puja sepanjang masa

Tanah air ku aman dan makmur
Pulau kelapa nan amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala

Reff.
Melambai-lambai
Nyiur di pantai
Berbisik- bisik
raja kelana

Memuja Pulau
Nan indah Permai
Tanah air ku
Indonesia...

Dan dalam setiap doaku yang panjang, aku berharap kita tidak pernah bertemu

Dan dalam setiap doaku yang panjang
Aku berharap kita tidak pernah bertemu
karena.. kamu membawa lebih dari yang seharusnya
karena.. kamu menyakiti lebih dari yang sewajarnya
karena.. kamu menikamku lebih dari yang selayaknya
karena.. kamu mengoyakku lebih dari yang semestinya

Dan dalam setiap doaku yang panjang
Aku berharap kita tidak pernah bertemu
Karena aku harus mengikhlaskan banyak
Karena aku harus mengorbankan banyak
Karena aku harus melepaskan banyak
karena aku harus menitikan banyak

Dan dalam setiap doaku yang panjang
Aku berharap kita tidak pernah bertemu
karena kita adalah sesuatu yang dipaksakan..
karena kita adalah sesuatu yang terlalu dituntutkan..
karena kita adalah sesuatu yang terlalu dicocok-cocokan..
karena kita adalah sesuatu yang terlalu disama-samakan..

Dan dalam setiap doaku yang panjang
Aku berharap kita tidak pernah bertemu...
Agar yang hilang tak pernah ada
Agar yang kepunyaan tak pernah musnah
Agar yang melekat tak pernah luruh
Agar yang putih tak pernah ternodai

Dan dalam setiap doaku yang panjang...
Aku berharap kita tidak pernah bertemu...
Tidak pernah bertemu.. 


17 Agustus dan tahun-tahun lalu yang lepas

saya yang tengah * Eh penting ya?? hihi
Setu Babakan, 17 Agustus 2013


"Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-68 saya mencintaimu apa adanya" ini tweet pertama saya hari ini. Indonesia, negara dimana saya pertama kali menghirup napas dan mungkin terakhir kali menghembuskan napas. Saya sadar saya bukan warga negara yang baik. saya tidak bisa memberikan kontribusi yang banyak buat negeri ini. saya ngga pernah ngapa-ngapain buat Indonesia. saya selalu menyusahkannya lagi dan lagi..
Tujuhbelasan tahun ini ngga ada yang spesial. Hari ini saya cuma sibuk nyetrika baju ( ini salah satu bakti pada negeri bukan ya? :p). Karena ngga ada yang spesial makanya saya nulis blog ini saya pengen mengenang tujuhbelasan tahun-tahun lalu yang lepas. 
Pas saya MI saya selalu ikut karnaval di sekolah, walaupun sampai kelas 4 saya cuma disuruh pake baju pramuka sambil bawa tongkat dari bambu kecil yang ujungnya ada bendera merah putihnya. Nah dalam rangka untuk menyambut hari ulang tahun kemerdekaan RI seperti pada umumnya sekolah saya juga mengadakan lomba. Saya cuma sekali ikut soalnya saya kalah tenar dibanding teman-teman saya (padahal emang ngga pernah mau :P ) satu-satunya lomba yang pernah saya ikuti yaitu lomba menggiring balon dan ngga MENANG. Saya ngga semangat banget waktu itu (balonnya genit banget sih lari-lari kesana kemari) jadi pas udah nggiring mpe tengah saya berenti. teman-teman saya yang mendukung didepan garis finish menatap saya sedih. hahaha...
Masuk ke masa SMP saya lebih beruntung. Saya ikut jadi anggota Marching Band (bener ga si kaya gini tulisannya?) saya megang Balera. Jadi saya ngga pernah jadi yang aneh-aneh pas karnaval (Thanks God) tapi karena sekolah saya jadi tuan rumah peyelenggara upacara tujuhbelasan se kelurahan ya tiap hari jadi panas-panasan buat latihan.. ngga apa-apa wis.. bakti pada negeri. *benerin topi*
Masa SMA begitu menyedihkan.. ngga ada yang saya lakukan selain ikut upacara tujuhbelasan di Sekolah dan bikin bunga-bunga an dari kertas kreps buat menghias kendaraan karnaval sekolah, mengingat tubuh saya terlalu "mungil" untuk jadi anggota paskibra dan saya juga kalah pamor dibandingkan teman-teman ya.. saya terima dengan hati lapang semua kegiatan ituuh! biar sedikit nelangsa tapi ngga apa-apa lah pengorbanan itu kebayar soalnya sekolah saya menang terus lomba menghias kendaraan karnavalnya, langganan juara satu se kabupaten Brebes *prokprok* lagi-lagi BAKTI PADA NEGERI. Tapii tunggu! saya pernah ikut lomba tarik tambang pas SMA, waktu itu saya kelas dua , kelas saya juara 2 *Horeeeeee* Dapet hadiah Bo.. jingkrak-jingkrak pas nerima tapi pas dibuka taraaaaa jeng jeng jeng ternyata isinya celana kolor .. hahahaha.. 
Pas kuliah.. saya jadi penitia ospek. Nah Lho terus apa hubungannya dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI? ya Ospeknya dilaksanain pas bulan Agustus jadi ya suasanya masih merah putih gitu so.. pas saya jadi panitia , Ospeknya ada lomba-lombanya juga. gitu.. (aneh banget ya nanya sendiri dijjawab sendiri ) 
dan sekarang saya udah kerja. perayaaan kemerdekaan RI cuma nyetrika baju.. sedih.. sedihnya nambah lagi pas liat " Happy Bday Indonesia" jadi No.1 TTWW. Lha terus kenapa kamu sedih San? iya lah kenapa harus Happy Bday? kenapa engga selamat ulang tahun?  kenapa engga Dirgahayu HUT RI yang ke 68? mungkin engga masalah bagi sebagian orang tapi buat saya ini sensitif banget.. menurut saya karena yang ulang tahun Indonesia ya bahasanya harus bahasa Indonesia. gitu ngga sih?  *tanyakan pada rumput yang bergoyang*
dan daripada kita mencemooh atau merasa malu dengan keadaan bangsa ini yang masih berkembang2 aja dari dulu sampai sekarang alangkah baiknya jika kita menyisipkan doa untuk Indonesia, Negeri elok yang amat ku cinta semoga mampu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Aamiin...  semua itu cuma bisa dilaksanakan kalau kita bekerja bersama-sama untuk kepertingan bersama.. sekali lagi Dirgahayu Kemerdekaan RI yang ke-68 , saya mencintaimu apa adanya *kepada sang saka merah putih hormaaaaaaat graaaaakkkk * 



Tuhan.. Terimakasih..

Setu Babakan, 16 Agustus 2013


Berasa sakit pas liat foto itu, padahal gue ngga punya hak buat sedih sama sekali, ga mendasar juga kesedihan gue, karena bagaimanapun gue yang jelas-jelas menolak kehadirannya. 
Gue ngga habis pikir, mahkluk yang bernama cowok kenapa suka banget obral omongan gede yang belum tentu dia bisa penuhin, 
"cuma kamu yang gue sayang"
"cuma kamu yang ngga bisa gue lupain" 
"aku dah berusaha nyari yang lain tapi tetep dia ngga bisa gantiin kamu"
Halaaaaah Kambiiiiiiing!!!
emang bener kali, jangan janji kalau lagi seneng karena semua bakal mudah banget ngomongnya. *tari nafas*.
Nyesek.. awalnya dikit terus lama-lama malah ngga sengaja air mata netes. gue sedih karena gue bodoh banget pernah percaya omongan manusia kaya dia. Sedih banget sempet bela-belain dia didepan ortu gue. 
"Tuhan sayang sama kamu san..Dia nunjukin dengan gamblang kenapa kalian berdua seharusnya pisah, sayang air matamu, biarkan ia ngalir kalau kamu kelilipan aja, tak perlu diingat-ingat, masih banyak kesempatan yang lebih, makin banyak bertemu dengan orang yang memiliki watak yang berbeda jadi lebih banyak pengalaman dan Insya Allah jadi lebih bijak dalam bersikap, realistis aja, toh semua udah terjadi life must go on.. ngga ada yang salah, semuanya normal karena orang yang memutuskan untuk terikat suatu hubungan percintaan sadar selalu ada resiko sakit hati sebagai konsekuensinya. simpen air matamu untuk keharuan yang akan kamu dapatkan nanti" Duh.. sohib gue Mr. T bijak banget. gue merasa lebih baik. air mata gue langsung kering. gue langsung bisa senyum. Tuhan... makasih telah mempertemukan gue dengan manusia-manusia berhati malaikat yang membuat hidup gue lebih asyik..