chapter 8


 "cah bagus" aku selalu ingin memanggilmu itu, alasanya simple saja, karena kamu memang bagus
ternyata 8 tahun masih belum cukup untuk mengakrabkan kita, aku dan kamu, tidak benar-benar mengerti pribadi masing-masing, kita masih saja seperti anak SMP yang baru pertama kenal.
benar. waktu terus berjalan namun ia hanya mampu mengubah fisik kita, aku yang semakin gemuk dan kamu yang semakin kurus, waktu tak mampu merubah hati kita, perasaan kita seperti terperangkap, tidak terjamah, menginginkan tapi tak pernah bisa memiliki, we are soulmate, tapi tidak ada yang bisa menjamin soul selalu berdampingan dengan mate T.T
if you are not the one than why does my heart feel glad today??
welll kita punya kehidupan masing-masing, mungkin akan menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan juga jika kita bersama,
yang jelas hari itu dimana hampir saja kau genggam tanganku aku merasa "bahagia" wajah malu-malu mu aku bisa menangkapnya dengan jelas, 
Souto Ayam didekat alun-alun kota itu merupakan Souto Ayam terenak setelah Souto Ayam masakan ibuku, Tahu gejrot yang aku makan bersamamu terasa begitu spesial dilidahku, Shalat Dhuhur di MAsjid Agung merupakan pengalaman yang tak pernah aku lupakan, aku janji akan datang kesana sesekali jika merindukanmu, huft kenangan-kengangan itu tentu saja membuatku semakin sulit menghapusmu T.T , its too hurt, terlalu sedih untuk dikenang, terlalu manis untuk dilupakan, Ya Robb,, ampuni aku, aku serahkan semua padaMu,
memilikimu? sesuatu yang tak pernah berani saya impikan T.T